Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 34 Berawal dari Dendam


__ADS_3

Pagi hari pukul 06.00 terlihat seorang pria tampan dengan tidak menggunakan atasan masih setia tertidur pulas di atas ranjang.


Seketika kedua kelopak mata yang tertutup itu terbuka lebar saat tidak merasakan gadis di sampingnya. " Ara! Dimana dia?"


Jackson beranjak dari ranjang mencari keberadaan Ara.


.......


Kamar Mandi!


Ara menangis terisak-isak di dalam bathup. "Hiks aku kotor! Aku benar-benar seorang wanita yang kotor. Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku? Sekarang rasanya aku jijik melihat wajahku sendiri hiks."


Ceklek!


Pintu terbuka lebar menampilkan sosok pria tampan yang tak lain adalah Jackson.


Jackson menghampiri Ara  dan duduk di pinggir bathup. " Kenapa kamu disini?"


" Aku butuh sendiri!" Jawab Ara di sela-sela isakan.


" Baiklah! Jangan terlalu lama di sini. Setelah selesai kamu turun untuk makan," Suruhnya


Jackson pergi meninggalkan Ara di sana. Jackson mengerti apa yang saat ini Ara rasakan, Jackson juga sadar kalau perbuatan nya semalam itu memang brengsek.


*


Meja Makan!


Di meja makan semuanya tampak hening. Tidak ada yang tampak ada yang ingin membuka suara.


" Ara," Tampaknya Jackson ingin membuka suara.


" Kamu boleh pergi kemanapun yang kamu mau,"


Ara memicingkan kedua alisnya saat Jackson menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat.


" Apa maksudnya ini?" Tanya Ara  sambil menatap Jackson bingung


" Semalam saya kebawa emosi dan karna nafsu itu saya melakukan hal lain kepadamu. Karna itu aku ingin memberikan uang ini sebagai tanda maaf saya!"


Ara sontak terkejut mendengar penuturan nya. Bagaimana bisa dia melakukan ini? Pertama dia mengambil mahkota yang selama ini Ara jaga dan sekarang dia memberikan uang sebagai tanda minta maaf?


" Kamu pikir aku apa? Aku bukan Jalang seperti wanita di luaran sana yang kamu bayar setelah kamu nikmati tubuhnya. Apa aku serendah itu di mata kamu? Aku tidak semurahan itu Jackson!" Teriak Ara


Jackson terkejut mendengar semua pikiran Ara tentang dirinya. Sebenarnya Jackson tidak pernah berpikiran membayar Ara karna sudah mau menemani nya malam tadi. Tapi, memang Jackson merasa bersalah dan ingin membuat Ara merasa lebih fresh jikalau berbelanja. Tapi, dugaannya salah, Ara malah berpikiran yang tidak-tidak tentang dirinya.


" Ara saya tidak berniat membayar kamu sebagai Jalang. Saya tulus mau_"


" Semua pria sama saja tidak ada bedanya. Pria hanya ingin kepuasan, setelah birahinya tercapai lalu dia pergi dan meninggalkan jejak kalau wanita itu adalah jalang!" Seloroh Ara


Ara berlari pergi dengan tangisan.


Pikiran Jackson bercampur aduk. Tidak pernah Jackson sefrustrasi ini, dulu Jackson pernah mempunyai budak *** pada saat sebelum Jackson ingin memfokuskan ke balas dendam dengan Ferdy.


Namun, tiba-tiba Jackson melihat anak Ferdy ( Ara) yang membuat Jackson lupa akan birahi *** gilanya itu. Tanpa sadar Jackson, kehadiran Ara membuat perubahan baik dari Jackson, terlihat Jackson juga mulai tumbuh rasa cinta kepada Ara. Hanya saja rasa cinta itu tertutup akan Ego dan dendamnya itu.


......


" Apa lo gila hah!"


Terlihat seorang gadis cantik, berambut pirang itu berteriak dengan wajah penuh amarah ke seorang pria di depannya.


" Maafin gue! Gue hanya mau liat Ara bahagia," Lirih Fando


" Lalu setelah Lo ngelakuin ini apa Ara bahagia?"


" Fando gue nggak nyangka lo setega ini sama Ara. Lo hampir saja melecehkan dia lo tau itu hah?" Teriak Kiran menatap Fando penuh amarah.


" Gue tau gue salah seharusnya gue tidak pernah percaya dan bekerja sama dengan wanita licik itu,"  Tandasnya


" Lo sama dia sama aja!"


" Kenapa lo terus salahin gue? Apa gue menginginkan semua ini? Kiran gue juga mau lihat Ara bahagia, gue mau lihat senyum bahagia dia lagi karna itu gue ngelakuin ini," Teriak Fando


" Fando gue nggak tau gimana nasib Ara sekarang! Kalau sampe terjadi sesuatu sama Ara gue gak akan maafin lo," Tekan Kiran sesaat sebelum meninggal kan Fando yang berteriak histeris.


" Arghhhh ini semua salah gue! Maafin gue Ara dari dulu gue memang tidak berguna!" Lirih Fando terduduk


......


" Ara_"


Jackson mencoba mendekati Ara. Tapi, Ara sedikit pun  tidak membuka suara.


" Ara berbicara lah sedikit! Saya benar-benar merasa bersalah, kamu tau? Saya tidak pernah merasa bersalah seperti ini ke orang lain. Tapi, saya tidak tau kenapa saya benar-benar merasa bersalah kepadamu," Seru Jackson.


Ntah percaya atau tidak saat ini Ara tidak ingin berbicara dengannya.


Membuat Jackson membuang nafas berat. " Huhh baiklah saya akan menunggu sampai kamu mau berbicara dengan saya!"

__ADS_1


Jackson pergi meninggalkan Ara yang masih termenung di atas ranjang.


" Apa benar yang dia katakan?Apa tadi itu pengakuan nya? Apa dia benar-benar merasa bersalah? Jika memang aku harus kehilangan mahkota ku agar Jackson bisa berubah menjadi lebih baik, maka aku akan mengikhlaskan nya," Batin Ara sesaat setelah kepergian Jackson.


......


" Tuan!" Sapa Bimo kepada Jackson saat masuk ke ruang kerja Jackson.


" Ada apa?" Tanya Jackson dingin


" Saya ingin bicara soal Ara yang sempat beredar pergi bersama Fando ke hotel tuan! Sebenarnya Ara di jebak oleh Fando dan juga Sonya, mereka membius Ara dan membawa Ara ke hotel, jadi dalam hal ini Ara tidak bersalah tuan," Tuturnya


" Apa Sonya?"


" Iyah tuan! Sonya bekerja sama dengan Fando untuk memisahkan tuan dengan Ara. Karna itu Fando datang ke kantor tuan semua itu agar Tuan salah paham dan membuat Tuan dan Ara bertengkar!" Tuturnya


" Dari mana kamu tau?" Tanya Jackson dingin


" Fando sendirilah yang mengatakan nya setelah saya berusaha agar dia mau membuka suara," Jawab Fando membungkuk


" Dimana dia sekarang?"


" Fando sudah kami amankan tuan!"


" Cari dan Bawa Fando dan Sonya ke tempat biasa," Suruh Jackson


" Baik tuan! Kalau begitu saya permisi!"


Bimo pergi dari ruangan Jackson.


......


Dalam kamar!


Terlihat Ara baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono putih dan rambut yang basah akibat baru selesai keramas.


Netra Ara jatuh ke sosok pria yang sedang asik membaca berkas di atas ranjang.


Jackson yang merasakan ke hadiran Ara refleks menoleh ke arah Ara.


Tatapan mereka bertemu tapi hanya beberapa detik saja setelah Ara berjalan ke arah meja rias.


Jackson terus menatap ke arah Ara yang sedang mengeringkan rambut. Dan hal itu membuat Ara kikuk dan gugup olehnya.


" Sini biar saya bantu keringin,"


Ara terkejut saat tiba-tiba Jackson sudah berada di belakangnya.


Jackson tidak memperdulikan Ara yang menolak, Jackson mengambil handuk yang di pegang Ara dan mengeringkan rambut Ara.


Ara tersontak kaget saat Jackson melakukan hal itu kepadanya. Apa aku sedang bermimpi? Tidak! ini bukan mimpi, ini Real nyata. Tapi, kenapa sikapnya berubah? Apa dia benar-benar berubah? Semoga saja.


" Kenapa kamu lakukan itu?" Tanyaku menatap wajah tampan Jackson dari pantulan Cermin.


" Apa saya tidak boleh melakukan nya?" Tanya balik yang terlontar dari mulutnya.


Setelah mengeringkan rambut Ara. Jackson beralih mengambil sisir dan menyisir rambutku lembut seperti seorang ayah ke anaknya, betapa bahagianya Ara saat merasakan kenyamanan di saat bersamanya seperti ini. Semoga saja dia benar-benar berubah dan tidak berbuat kasar lagi.


" Ara apa kamu marah?" Tanyanya menatap sendu ke arahku


" Yak! Aku sangat marah kepadamu," Jawab Ara dengan nada yang di tekankan.


Terlihat dari depan wajah Jackson terlihat muram.


" Kamu kenapa? Kenapa sikapmu seperti ini? Semalam kamu begitu kasar kepadaku, bahkan kamu mengeluarkan kata yang membuatku sakit hati. Tapi, sekarang sikap kamu lembut kepadaku kenapa?" Tanya Ara hati-hati


" Maafkan saya! Mungkin kata maaf saya ini tidak cukup menebus kesalahan saya. Saya terlalu emosional sampai-sampai saya tidak bisa mengontrol emosi itu, saya begitu marah saat kamu pergi menemui pria brengsek itu dan beraninya kalian bertemu di kantor saya, tapi semua yang saya pikirkan tentang kamu semua itu salah. Mereka menjebakmu dan ingin memisahkan kita, saya benar-benar minta maaf. Saya tidak bermaksud mengambil kehormatan mu seperti malam itu, saya benar-benar minta maaf," Tutur Jackson menunduk


Terlihat Jackson benar-benar tulus kali ini untuk berminta maaf. Awalnya Ara tidak percaya karna mana mungkin seorang King Psychopat meminta maaf, apalagi sampai sebegitu nya. Tapi, setelah melihat wajahnya yang memerah mungkin menahan air mata, Ara mulai percaya jika Jackson Seorang King Psychopat bisa merasakan rasa bersalah seperti ini.


" Hey! Kenapa sedih seperti itu?Aku tidak papa aku memaafkan mu!"


Mendengar jawaban Ara Jackson mendongak menatap Ara.


" Kamu serius?"


" Apa wajahku terlihat berbohong?" Ara menatap Jackson dengan senyuman manis yang terukir dari bibirnya.


" Terimakasih!"


Ara memicingkan matanya.


" Bentar apa aku nggak salah dengar kalau Seorang King Psychopat meminta maaf dan berterimakasih ke orang?"


" Tidak! Saya hanya melakukan ini hanya kepadamu. Tidak keorang lain," Tandasnya dingin


" Kenapa hanya kepadaku?" Tanyaku


" Karna kamu adalah tunangan saya,"

__ADS_1


Ara terkejut mendengar ucapan Jackson, apa dia benar mengakui ku sebagai tunangannya?


" Maksud saya tunangan boongan!" lanjutnya


Ara menanggapi ucapan Jack dengan senyum kecil di bibirnya.


Tiba-tiba Jackson meraih tangan Ara dan mengengam nya. " Saya mohon jangan berdekatan dengan pria lain,"


" Kenapa?"


" Saya tau saya tunangan boongan kamu, tapi saya juga tidak ingin melihat tunangan saya jalan berdekatan dengan pria lain, setidaknya hargai saya sebagai tunangan pura-pura kamu," Pintanya


" Kamu cemburu?" Tanyaku hati-hati


" Kalau memang saya cemburu apa saya tidak boleh?"


Ara tersontak kaget saat mendengar pengakuan nya.


" Kamu cemburu? Itu berarti kamu_"


" Kenapa hm?"


Ucapanku terpotong saat Jackson mencoba mendekati ku.


" Kamu menyukai ku?" Tanya Ara dengan penuh harapan Jackson mengatakan Iya.


" Tidak!" Jawab Jackson spontan


Hancur sudah harapan Ara. Ara pikir hidupnya akan lebih baik jika saja Jackson menyukainya.


Jackson memicingkan matanya saat melihat bibir Ara yang mengerut.


" Kamu kenapa?" Tanya Jack


" Tidak papa! Huwaaaa_ aku ngantuk aku tidur duluan," Ucap Ara dan tidur membelakangi Jackson.


____


" Aku tau kamu mengharapkan saya juga mencintaimu! Maafkan saya Ara saya tidak bisa. Sekarang saya hanya ingin membuktikan kalau semua dendam yang ada di dalam diri kita terselesaikan, jika semuanya terbukti kalau ayah kamu yang sudah membunuh ayahku dan terungkap siapa orang di balik kesalahpahaman ini. Maka, aku akan membebaskanmu dari derita ini!" Batin Jackson menatap punggung Ara.


......


Pagi


Area Dapur!


" Kamu sedang masak apa?" Tanya Jackson dengan memeluk Ara dari belakang.


Aneh bukan? Yak sama saya juga aneh akan sikap si Jackson (Author)


" Nasi goreng sama ayam goreng!" Jawab Ara.


Jackson melepas pelukan dan beralih bersandar ke dinding dapur dan melihat Ara yang sedang sibuk masak.


" Ara!"


" Hum,"


" Kamu sangat cocok menjadi seorang istri dan ibu," Ucap Jackson ceplos


Ara yang sedang memasak tersontak terkejut saat mendengar perkataan konyol Jackson.


" Jangan membuatku baper akan gombalan receh mu itu. Jika kamu tidak ingin menikahi ku sebaiknya diam!" Tandasku


Jackson terkekeh mendengar jawaban konyol Ara.


" Kamu sungguh ingin kunikahi hm?" Godanya


" Tentu saja aku mau! Kamu sudah melakukan nya kepadaku dan itu artinya aku akan_"


Ara dan Jackson sama-sama diam. Ara dan Jackson memikirkan jika nanti Ara hamil dan mengandung anak mereka gimana? Astaga, masalah apa lagi yang harus di hadapi Ara ke depannya. Apa Ara harus melahirkan dan membesarkan anak nya tanpa seorang suami?


Jackson yang melihat Ara melamun bingung harus melakukan apa. Sekarang hati mereka benar-benar di buat bimbang akan masalah yang akan mereka hadapi.


" Makanannya sudah siap Ayok kita makan!" Seru Jackson memecah lamunan Ara.


.....


Setelah selesai makan Ara masih saja melamun. Bagaimana tidak? Ara benar-benar khawatir jika suatu saat nanti Ara akan hamil sedangkan ayahnya tidak ada dan mungkin tidak akan menganggap nya.


" Ara jangan di pikirkan. Saya yakin kamu tidak akan hamil, karna setau yang saya ingat aku mengeluarkan nya dari luar," Ucap Jackson


" Semoga saja! Karna kalau sampai aku hamil kasian anak ini dia tidak akan mendapat kasih sayang seorang ayah!" Sindir Ara


" Kenapa kamu mengatakan seakan saya tidak akan merawat anak itu?"


" Karna semua ini berawal dari dendam, emosi dan kemarahan," jawab Ara membuat Jackson diam tak berkutik.


...*...

__ADS_1


Pembacanya banyak tapi like cuman dikit humm;(


Jangan jadi pembaca gelap yah :)


__ADS_2