
Kota Oranye!
Di sebuah tempat Jackson dan Chandra termasuk anak buahnya sedang mempersiapkan segala hal. Malam ini Jackson sedang melakukan penyelidikan tentang orang-orang pembunuh berantai itu, Jackson benar-benar ingin sekali menangkap orang itu agar dia tau motiv dari pembunuh itu.
" Jackson kamu akan di temani oleh bodyguard kepercayaan om, jadi selama penyelidikan ini kamu akan baik-baik saja," Tutur Chandra kepada Jackson
" Lalu om?"
" Om akan baik-baik saja, disini banyak anak buah om. Dia akan melindungi om, jadi kamu tenang saja," jawabnya
" Baiklah! Kalau begitu aku pergi. Berhati-hatilah,"
Jackson pergi meninggalkan Chandra dan anak buahnya disana.
" Hm kamu tenang saja Jackson saya akan baik-baik saja. Tapi, yang saya khawatirkan itu adalah keselamatan mu!" Gumam Chandra dengan senyuman kecil di bibirnya.
Drttt
" Lakukan apa yang kamu inginkan!" Ucap Chandra dengan seseorang di telpon itu.
......
Jackson menyusuri jalan setapak yang gelap itu dengan Gio (bodyguard Chandra) di belakangnya.
" Apa ada yang mencurigakan?" Tanya Jackson kepada Gio
" Tidak ada!" Jawabnya datar
Jackson melanjutkan langkahnya menyusuri jalan itu, namun tidak ada tanda-tanda pembunuh berantai itu " Kemana pembunuh itu? Bukannya setiap malam mereka selalu berkeliaran di sini? Lalu kemana mereka sekarang? Disini tidak ada satupun hal yang mencurigakan." Gumam Jackson yang terdengar jelas di telinga Gio
Gio yang mendengar itu hanya tersenyum smrik di belakangnya.
.......
Di tempat lain khususnya rumah Jackson ada seseorang yang mencoba menerobos masuk ke dalam rumah mewah itu.
Dengan segala upaya orang misterius itu berhasil menerobos masuk dan dengan langkah pelan orang itu perlahan berjalan ke arah sebuah ruangan yang luas itu.
Krekkk
Pintu itu terbuka perlahan seiring orang itu membukanya.
Dengan langkah pelan orang itu berjalan ke arah ranjang yang dimana disana terdapat Ara yang sedang tertidur pulas.
" Kamu sangat cantik dan seksi, lihatlah bahkan ketika sedang tidur pun kamu terlihat sangat seksi ingin sekali aku menghujam milikmu sekarang," Gumam pria itu yang tak lain adalah Catran.
Catran membelai rambut Ara yang sebagiannya menutupi wajah cantik Ara. Ara yang merasa pergerakan di ranjang dan sentuhan demi sentuhan terbangun dan terkejut saat melihat pria di atasnya.
" Ahhkkk siapa kamu!" Teriak Ara refleks mendorong tubuh Catran kasar.
Ara masih tidak sadar kalau pria yang ia dorong itu adalah Catran karna kamarnya yang gelap sehingga ia tidak bisa melihat pria di depannya.
" Ayolah baby kita bersenang-senang sekarang,"
" Tidak siapa kamu? Pergi jangan ganggu aku," Teriak Ara ketakutan.
" Kenapa kamu takut kepadaku? Aku tidak akan menyiksa mu seperti dia menyiksa mu, malah aku akan membuat merasakan kenikmatan yang tidak pernah kamu dapatkan saat bermain," Ucap Catran dengan suara mesumnya itu.
" Apa maksud kamu? Pergi! Aku tidak mau,"
Ara beranjak dari ranjang dan melangkah kaki pergi, namun belum sempat beberapa langkah Catran lebih dulu menarik tangan Ara dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
" Apa yang kau inginkan hah?" Teriak Ara
" Aku hanya menginginkan tubuhmu ini, kamu sangat menggiurkan _"
Plakkk
Satu tamparan mendarat di pipi Catran.
" Dasar pria bajingan!"
Plakkk
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Ara.
" Ouh tidak apa ini sakit?" Tanya Catran konyol
" Hah bahkan ini belum seberapa baby, ini hanyalah permulaan," Gumam Catran
" Pergi menjauh lah dariku brengsek!" Teriak Ara sambil mendorong tubuh Catran kasar.
" Aku akan pergi jika aku sudah bermain denganmu,"
" Tidak tolong!!! tolong!!!"
" Suttt jangan berteriak sampai kapanpun tidak akan ada yang mendengar nya, apa kamu lupa? Kamar ini kedap suara jadi sekeras apapun kamu berteriak semua itu percuma karna tidak akan ada yang akan mendengar nya,"
Oh ****!! Ara baru ingat kamar ini kedap suara jadi sekeras apapun ia berteriak meminta pertolongan tidak akan ada yang mendengar nya.
" Apa yang kau inginkan brengsek? Aku tidak mengenalmu dan aku tidak punya urusan denganmu!" Teriak Ara
" Kamu memang tidak punya urusan denganku, tapi setelah aku lihat-lihat, tubuhmu ini sangat menggiurkan. Ouh apa kamu sudah melakukan nya dengan kekasih mu itu hm? Hah tidak pernah ku bayangkan seberapa nikmat kekasihmu itu saat bermain panas denganmu,"
Tangan Ara meremas seprai itu ingin sekali Ara memukul mulut itu hingga ia tidak bisa berbicara dan mengatakan apapun lagi, Ara benar-benar jijik mendengar semua perkataan kotor yang keluar dari mulutnya.
" Berhenti membuang waktu. Ayok kita lakukan permainan panas ini," Bisiknya tersenyum mesum ke arahku.
" Jangan,"
Catran mencoba menyentuh Ara sedangkan Ara terus memberontak di bawahnya.
Bughhh
" Arghhhh," Teriak Catran kesakitan saat kala Ara menendang milik Catran keras.
Ara berlari ke arah pintu dan mencoba membukanya " Sial kenapa pintunya tidak bisa di buka?" Gumam Ara
.......
Di tempat lain!
" Huhh menurutmu apa mereka benar melakukannya disini?" Tanya Jackson kepada Gio
" Iya tuan! Setiap malam mereka selalu berkeliaran di tempat ini," sahutnya.
" Lalu kemana mereka? Sejak tadi saya tidak melihatnya,"
Drttt
__ADS_1
Earphone Gio
" Lakukan sekarang!" Suara di sebrang sana.
" Sebaiknya kita kembali ke tempat awal, disini tidak ada hal yang mencurigakan," Ujar Jackson
" Baik tuan!"
Jackson berbalik dan berjalan menuju tempat dimana awal ia bersama Chandra dan anak buahnya. Namun, saat di perjalanan tiba-tiba ada 3 orang berbaju hitam yang menghadang perjalanan Jackson.
" Tuan seperti nya itu mereka," Bisik Gio di telinga Jackson.
Jackson hanya diam. Netranya kini hanya terfokus ke wajah mereka, bagaimana tidak? Wajah mereka sangat mirip dengan dirinya.
" Akhirnya kalian muncul!" Seru Jackson menatap datar ke 3 orang itu.
" Hahhah kenapa? Apa kamu sudah tidak sabar menanti kematianmu itu Jackson?" Ucap salah-satu pria itu.
" Kalian bertiga berniat ingin membunuhku? Hm apa dulu kita pernah bertemu? Atau apa kita punya masalah bisnis?"
" Hahahah siapa yang tidak kenal dengan orang Psychopat seperti mu hm? Semua orang mengenalmu,"
" Saya tidak ingin membuang waktu berbicara dengan orang yang tidak penting seperti kalian. Panggil Bosmu itu biar dia langsung yang berhadapan dengan saya, jangan seperti orang pengecut yang hanya bisa mengandalkan anak buahnya untuk membunuhku," Tandas Jackson
" Apa kau bilang? Haish kamu akan menyesal karna sudah mengeluarkan kata-kata itu!" Ancamnya
3 orang itu tiba-tiba langsung menyerang Jackson sekaligus. Dengan sebuah pisau yang mereka jadikan senjatanya, serangan demi serangan telah ia lakukan namun untung saja Jackson bisa mengelaknya.
Bughhh
" Arghhhh," Teriak salah satu pria itu saat kala Jackson berhasil menusukan pisau tajam itu ke perutnya.
" Beraninya kau?!!!!" Teriak salah-satu pria itu dengan menatap tajam ke arah Jackson.
Kedua pria itu menyerang Jackson tanpa henti, kini Jackson bisa mengugurkan satu dengan sebuah hunjatan saja. Kini tersisa hanya satu orang lagi, pria itu terus menyerang Jackson tanpa memberikan jeda sedikit pun.
Prankkk
Suara pisau milik pria itu terjatuh. Jackson menyerang pria itu tanpa henti, membuat pria itu kewalahan dan akhirnya tumbang di tangan Jackson. Jackson mencengkeram kerah baju pria itu kasar " Katakan siapa bosmu itu!" Tanya Jackson dengan penuh penekanan
" Hm sampai kapanpun saya tidak akan pernah memberitahu mu, walaupun saya harus mati!"
Bughhh
Jackson memukul rahang pria itu keras " Apa kau benar-benar ingin mati hah?" Bentak Jackson kehilangan kesabaran
" Hahah jika saya harus mati sekarang maka lakukan lah," pria itu tertawa seperti orang gila di hadapan Jackson.
" Cih baiklah saya akan melakukan nya, bersiaplah untuk mati!"
" Arghhhh,"
Jackson menghentikan aksi nya saat kala Gio menjerit, refleks Jackson menoleh ke arah belakang dan terkejut saat melihat Gio sudah berumuran darah di sana dengan banyak orang yang berdiri disana.
" Gio?"
Bughhh
" Arghhh," Jackson terjongkok lemas saat kala pria yang di bawahnya itu memukul pundak Jackson.
.......
" Berhenti jangan mendekat. Tolong siapapun tolong aku!!!" Teriak Ara mengebrak-ngebrak pintu itu.
" Bimo tolong aku!! Tolong!!!"
" Hahaha apa yang kau andalkan dari dia hm? Dia hanyalah seorang bodyguard lemah buktinya dia tidak bisa menolong mu dari ku," Sahut Catran tersenyum smrikk
" Tolong!!! Bimo tolong aku_aku mohon buka pintunya!!" Teriak Ara dengan terus menggedor-ngedor pintu.
" Arghh berisik!" Catran menarik Ara kasar dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang kasar.
Catran membuka jaket dan bajunya dan melemparkan nya ke sebrang arah. Catran menindihi tubuh Ara yang terus memberontak.
" Jangan aku mohon pergi!" Teriak Ara terus memberontak.
" Ayolah baby!"
" Tidak!"
Duarr
Suara petir dari langit tiba-tiba mengema di seluruh ruangan. Cahaya kilat dari luar menembus ke dalam kamar dan hal itu membuat kamar Ara sedikit bercahaya.
" Siapa kamu? Lepaskan aku!" Teriak Ara dengan Air mata yang sedari tadi terus menetes
Catran tidak menggubris teriakan Ara, ia terus mencoba menyentuh Ara yang terus memberontak di bawahnya.
Duarr!
Suara kilatan itu terus mengema di telinga Ara. Cahaya kilatan itu membuat kamar itu sedikit bercahaya dan hal itu membuat Ara bisa melihat siapa pria yang ada di atasnya. Ara benar-benar terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang!
" Catran?"
Satu kata yang keluar dari mulut Ara berhasil menghentikan aksi gila Catran. Catran menatap Ara di bawahnya.
Cahaya kilatan itu muncul lagi membuat Ara bisa melihat dengan jelas siapa pria di atasnya.
" Catran?!!!"
Plakkk
" Kau benar-benar brengsek Catran!" Teriak Ara di depan wajah Catran.
" Ara_" bukannya menghentikan aksi nya Catran malah semakin menjadi-jadi, Catran mencoba menyentuh Ara bruntal.
Srettt
Sobekan baju telah Catran lakukan.
"Hentikan Catran!"
Plakk
Ara menampar wajah Catran lagi dan mendorong tubuh Catran kasar " Kamu benar-benar gila! Apa yang ingin kau lakukan hah?" Teriak Ara
" Aku tidak akan pernah tinggal diam setelah apa yang sudah kamu lakukan Catran. Aku akan mengatakan semuanya kepada Jackson," Ara bangkit dari ranjang dan bergegas mencari remot pintu yang sering Jackson gunakan saat mengunci dirinya di dalam kamar.
Catran yang tidak ingin semua itu terjadi mencoba menghalangi Ara yang mencoba keluar " Tidak Ara maafkan saya, saya benar-benar minta maaf." Ucapnya
__ADS_1
" Apa minta maaf? Setelah apa yang kamu lakukan kamu bilang minta maaf? Kamu benar-benar gila Catran," Sarkas Ara dan mencoba mengetik password pintu itu.
Pintu terbuka lebar cepat-cepat Ara keluar kamar dan bergegas turun mencari keberadaan Bimo.
" Sial bagaimana ini?" Umpat Catran
" Bimo kamu dimana?" Teriak Ara terus mencari-cari keberadaan Bimo dengan air mata yang terus menetes.
Tiba-tiba Catran menghimpit tubuh Ara ke dinding " Ahhh apa yang kau lakukan?"
" Ara saya mohon jangan katakan apapun,"
" Lalu aku peduli? Pertama kamu pernah mencoba melecehkan aku, tapi aku hanya diam saja karna aku tidak ingin persaudaraan kalian hancur karna aku. Tapi, sekarang kamu sudah keterlaluan aku tidak akan diam saja, aku akan mengatakan semuanya," Tandas Ara
" Ara saya mohon_"
" Minggir!"
Catran yang ketakutan tanpa berpikir panjang ia langsung memukul punggung Ara keras membuat Ara tak sadarkan diri.
" Ini akibatnya jika melawan ku!" Gumam Catran.
Catran mengangkat tubuh Ara ke kamar dan membaringkan nya hati-hati.
" Huhh sepertinya malam ini gagal. Tapi, lain kali aku harus berhasil. Ara kamu beruntung sekarang tapi lihat saja nanti aku tidak akan melepaskan mu," Gumam Catran dan pergi.
.......
" Jackson?! Kita bertemu lagi, dan saya lihat tadi kamu sangat begitu ingin bertemu denganku," Seru pria di depannya
" Siapa kamu? Apa saya mengenal mu?"
" Tentu saja, kau sangat mengenalku," jawabnya
" Apa yang kau inginkan?"
" Kematian mu!" Jawabnya dingin
" Hah kamu ingin kematianku? Dan membunuhku dengan mengeroyok saya seperti ini? Hah sangat pengecut, tapi aku akan menerimanya,"
" Pengecut? Aku akan menerimanya. Jackson asal kamu tau aku sangat mengagumi mu tapi kebencian ku lebih tinggi dari kekaguman ku kepadamu," serunya
" Cih saya tidak butuh kaguman dari siapa pun, apa yang kamu kagumkan dariku? Apa kekayaan? atau apa hm?"
" Segalanya! Semua yang kamu miliki adalah kekaguman ku, kekaguman yang tidak pernah aku miliki," Gumamnya
" Apa?"
" Haishh malam ini sangat dingin bukan? Huhh malam ingin akan menjadi malam yang mencengkamkan untuk mu Jackson,"
" Benarkah?"
" Berhenti berbicara! Ayok pokuslah kepada kematian mu sekarang. Kau hanya sendiri disini, dan kami_kami lebih banyak dari satu. Maka menyerahlah dan serahkan apa yang kau punya sekarang,"
Jackson terdiam mendengar ucapan pria di hadapannya.
" Sebelum saya mati di tanganmu. Tolong katakan satu hal dan jawab pertanyaan ku,"
Pria itu diam menunggu pertanyaan Jackson.
" Jawab pertanyaan ku apa kamu yang sudah membunuh istrinya Ferdy?"
Pria itu hanya tersenyum menanggapi jawaban Jackson.
" Kenapa kamu memberikan pertanyaan sulit kepadaku? Aku tidak mengenal mereka berdua, dan apa pedulimu? Bukannya kamu sangat membenci mereka?"
" Saya memang membenci mereka karna dia orang tua saya pergi. Tapi, saya tau di balik ini semua ada orang yang ingin mengopori ayah saya sehingga ayah saya di tuduh kalau dia yang sudah melakukan nya, tapi yang sebenarnya kalian lah yang melakukan nya!" Ucap Jackson dengan menekan kan kata di akhir kalimat.
" Hahah Jackson _jackson kenapa kamu menuduh kami yang melakukan nya? Kami tidak tau apa-apa,"
" Cihh pembohong! Sampai kapan kamu akan melemparkan kesalahan mu kepada orang lain? Kalian sudah membuat dia mati. Lalu apa yang kalian inginkan lagi hah?!!" Teriak Jackson kehilangan kesabaran.
" Kalian sudah menyebabkan dia mati. Saya tidak akan membiarkan kalian hidup," Tekan Jackson menatap tajam ke arah mereka.
Perlahan Jackson mengambil sebuah pistol di sakunya dan mencengkeram nya kuat " Bersiaplah untuk mati!"
Duarr!!!
Jackson mengarah kan bindikannya tepat. Salah-satu dari mereka tumbang karna tembakan tiba-tiba dari Jackson.
Mereka menyerang dan mengeroyok Jackson. Jangan di ragukan lagi Jackson sangat hebat dan handal dalam bermain Pistol seperti ini sehingga ia bisa mengimbangi permainan mereka.
Duarr_duarr.
Satu demi satu mereka tumbang di tangan Jackson hingga kini tersisa hanya beberapa orang saja dari sebanyak orang yang tumbang tadi.
" Sekarang giliran mu!" Gumam Jackson dengan langkah pelan mendekati pria yang jaraknya tidak terlalu jauh darinya.
" Brengsek dia bisa mengalahkan mereka?" Batin pria itu terkejut dengan apa yang ia lihat
Tanpa pikir panjang lagi Jackson langsung mengarahkan pistolnya ke arah pria di depannya. Kini pikiran Jackson benar-benar di liputi oleh kemarahan karna mengingat kematian kedua orangtuanya.
" Saya tidak akan memaafkan mu!" Gumam Jackson ingin membindik pistolnya ke arah pria itu.
Dorrrr!!!
Suara tembakan mengema di sana.
Pukkk!
Tiba-tiba Jackson terduduk lemas dengan kedua matanya yang memerah menahan sakit.
Sudut bibir pria itu tersenyum smrik saat melihat keadaan Jackson didepannya.
" Kerja mu sangat bagus," seru pria itu
Tap_tap_tap
Pria dari arah belakang Jackson berjalan menghampiri pria itu. ****!!! Jackson meratapi kebodohannya, kenapa ia begitu emosi sehingga dirinya tidak bisa berpikir kalau ada seseorang dari arah belakangnya.
Darah segar terus mengalir, Jackson terus mencoba menghentikan darah itu dengan cara menekan punggungnya sendiri mengunakan tangannya.
" Astaga! Jackson kau terluka?" pria itu berakting seakan ia terkejut melihat kondisi Jackson.
" Hahahah kau memang bodoh Jackson!" Tawa pria itu mengema di sana
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, AND FOLLOW!!!!!
__ADS_1
SEE YOU NEXT TIME!!!