Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 50 Perampok Berlian


__ADS_3

PoV Author


Sepasang kekasih itu berjalan-jalan mengelilingi mansion besar yang di penuhi dengan barang-barang antik. Ara terus di buat kagum dengan semua barang yang ada disana, ingin sekali Ara mengambil dan membawa semua barang yang ada disana namun sialnya dirinya tidak mempunyai cukup uang untuk membeli nya.


Saat sedang melihat-lihat Ara terkagum dan teringin memiliki sebuah benda yang mengkilap itu.


Jackson yang melihat Ara sedang melihat sesuatu mengikuti arah mata itu "Apa yang sedang kamu lihat?" Tanya Jackson ingin mendengar jawaban Ara


" Bukannya disini tempat pameran khusus barang-barang antik yah? Tapi kok kenapa di sana ada berlian?" Tanya Ara bingung saat melihat sebuah  berlian yang mengkilap yang tertutup rapat oleh sebuah kaca dan di lapisi lagi dengan sebuah besi disana dan di sekelilingnya terdapat beberapa penjaga bersenjata yang menjaganya.


Jackson terdiam mendengar ucapan Ara, ada benarnya juga. Tapi, Jackson tidak memperdulikan hal itu, Jackson meraih tangan Ara un pergi ke tempat lain. Namun, tiba-tiba Ara menatap Jackson sendu dengan tangannya yang mengelus-elus perut nya itu. Jackson yang mengerti hanya membuang nafas berat karna tidak mungkin berlian itu di jual.


Tapi, disisi lain Jackson tidak ingin jika anaknya ileran, dengan berat hati Jackson berjalan ke arah pria berbaju hitam bersenjata itu dan bertanya.


" Maaf disini pameran khusus untuk barang antik bukan?. Lalu kenapa disini ada berlian? Apa kalian menjualnya?"


" Jika kalian menjualnya saya ingin membelinya berapapun harganya saya jaminkan," Ucap Jackson


" Maaf pak berlian ini kami tidak perjualkan," jawabnya


" Ouh begitu. lalu kenapa berlian ini ada disini? Terlihat berlian ini sangat mahal. Apa kalian tidak takut di curi?"


" Justru karna itu. Akhir-akhir ini banyak yang memburu berlian ini, kami tidak mempunyai tempat yang aman untuk berlian ini. Karna itu kami pindahkan berlian ini ke tempat ini, karna disini penjagaannya sangat ketat. Jadi, tidak akan ada pencuri yang berani mengambilnya," Jelas pria itu


Mendengar penuturan nya Jackson yakin jika berlian itu tidak akan pernah di jual kepadanya, bahkan jika Jackson menawarkan harga yang fantastis sekalipun. Jackson menghampiri Ara dan meyakinkan nya kalau berlian itu tidak bisa di jual karna berlian itu hanya untuk sebuah pameran saja.


Terlihat wajah Ara kecewa tapi Ara juga menyingkirkan egonya, Ara mengangguk pelan dan membuat dirinya agar tidak tergoda lagi.


" Kamu tidak papa kan? Baby kita tidak akan ileran kan kalau aku tidak mengabulkan keinginannya?" Tanya Jackson khawatir jika nanti baby-nya akan ileran karna tidak mengabulkan keinginannya.


Ara yang mendengar itu hanya terkekeh kecil " Haha nggak lah. Baby-nya juga pasti mengerti jika benda itu sangat mahal. Jadi nggak papa baby kita nggak akan ileran."


" Yasudah sekarang kamu mau apa?" Tanya Jackson


" Eumm aku mau barang antik itu," Ara menunjuk sebuah benda antik berukuran kecil untuk pajangan yang berbentuk ayunan bayi berbahan kayu itu.


" Baiklah tapi kamu tetap disini jangan kemana-mana. Kamu sudah melakukan aktivitas jalan terus, aku takut kenapa-kenapa dengan kandungan kamu," Ujarnya


Ara mengangguk dan duduk di kursi yang sempat Jackson berikan saat sebelum pergi mengambil barang antik yang Ara inginkan.


" Sayang Mommy rasa perhatian daddy mu berubah saat kehadiran mu. Semoga saja Daddy selalu bersikap  seperti ini sama Mommy  dan sama kamu juga," Ara terus bergumam sambil mengelus perutnya itu.


Dorrrr!!


" Ahhhhh," Teriakan semua orang.


Ara terkejut saat mendengar sebuah  tembakan yang mengema di seluruh sudut ruangan. Teriakan semua orang terus menggema di telingaku, semua orang berlarian ketakutan tak tau arah.


Jackson yang masih melakukan pembayaran terkejut saat mendengar sebuah tembakan disana. Jackson melihat banyak orang yang lalu-lalang berlarian sambil berteriak menjerit ketakutan untuk mencari jalan keluar.


" Ara?!" Jackson teringat dengan Ara yang masih berada di dalam pameran itu karna posisinya Jackson sedang berada di depan pintu keluar.


Jackson yang benar-benar khawatir langsung berlari ke dalam sana, menerobos semua orang yang berhamburan keluar. Sampai barang antik ayunan bayi yang baru saja ia beli pun tak sengaja terlepas dari tangannya dan terjatuh hancur karna injakan dari pengunjung yang berlarian keluar.


Disisi lain Ara ketakutan karna ia tidak tau apa yang terjadi, Ara terus memegang perutnya erat karna tidak ingin terjadi apa-apa dengan kandungannya.


" Jackson kamu dimana?"


Dorrrr!!


" Ahhhhkk," Teriakku keras saat sebuah tembakan tepat mengenai kaca besar yang berada di sampingku.


Mataku berkaca-kaca dengan kedua tanganku yang memegang perutku erat saat melihat 3 orang  pria bersenjata dengan sebagian wajahnya tertutup kain. Ara bisa langsung menebak jika orang-orang itu adalah seorang perampok.


Dorrr!!


" Ahhhhkk," Teriak semua orang saat salah-satu perampok itu menembakkan peluru nya ke atas udara.


" Berhenti menjerit dan berteriak!! Disini tidak ada yang bisa menolong kalian. Hahahah apa kalian tidak lihat beberapa mayat yang ada di hadapan kalian? mereka memang memiliki senjata tapi mereka tidak handal dalam melakukan nya," Ucap pria itu seperti orang gila


Semua pengunjung yang ada di pameran ini berjongkok ketakutan. Ara yang tidak ingin mengambil resiko ia pun ikut berjongkok dengan tangannya yang terus memeluk perutnya erat.


" Jackson kamu dimana? Aku sangat takut. Aku takut mereka menyakiti anak ku hiks," Batin Ara menahan tangisan.


Di tempat lain!


" Ara!" Teriak Jackson di luar tidak bisa masuk ke dalam karna di halang petugas.


" Minggir saya harus masuk. Istri saya ada di dalam," Teriak Jackson menatap tajam petugas itu


" Maaf tuan tapi kondisi di dalam sangat membahayakan, jika tuan bersikeras masuk yang saya takutkan mereka akan melakukan hal yang tidak di inginkan, disana banyak nyawa orang harus kami selamatkan tuan," Ucap petugas itu menenangkan dan meyakinkan Jackson.


" Terus? Apa yang harus saya lakukan hah? Apa saya harus diam diri disini sedangkan istri saya dan anak saya di dalam begitu maksud mu?" Gubris Jackson menatap tajam petugas itu


" Maaf tuan saya mengerti dengan perasaan tuan tapi_"


" SAYA TIDAK BUTUH DI MENGERTI!" SELOROH JACKSON


" YANG SAYA BUTUHKAN ANDA MINGGIR. JANGAN HALANGIN SAYA MASUK MENYELAMATKAN ISTRI SAYA!  KAU TULI ATAU BAGAIMANA HAH?!" BENTAK JACKSON KEHILANGAN KESABARAN DAN BERSIKERAS MASUK KE DALAM RUANGAN


" Tuan jika tuan bersikeras masuk mereka akan melakukan di luar kendalinya. Dan itu juga bisa membahayakan istri tuan, tolong kami mohon tuan mengerti dengan posisi kami. Kami sudah menghubungi petugas polisi biar mereka yang menangani hal ini," Ucap petugas itu


Kedua tangannya mengepal dan wajahnya yang memerah menahan amarah. Ingin sekali Jackson membunuh pria di hadapannya saat ini hingga membuat dia sadar dengan siapa ia berhadapan.


" Arghhh!" Teriak Jackson frustasi.


......



PoV Ara


" Kono kōkana daiyamondo wa, watashi no te ni nai baai wa zan'nendesu,"


(Berlian mahal ini sayang jika tidak berada di tanganku) Gumam pria itu


"Kono bokkusukōdo wa nanidesu ka?"

__ADS_1


(Katakan apa kode kotak ini?) Tanya pria itu kepada semua orang.


Dia benar-benar gila, dia bertanya kepada orang yang tidak tau apa-apa.


" Anata wa nani o fukaku shitte imasu ka! Kono bokkusu no kōdo wa nanidesu ka? Anzen ni gaishutsu shitai baai wa, kōdo ga nandearu ka o itte kudasai. Kono daiyamondo o teniireta-ra, dete ikemasu',"


(APA KALIAN TULI HAH! SAYA BERTANYA APA KODE KOTAK INI? JIKA KALIAN INGIN KELUAR DENGAN SELAMAT MAKA KATAKAN APA KODENYA. SETELAH AKU MENDAPATKAN BERLIAN INI KALIAN BOLEH KELUAR) UCAP PRIA ITU


Semua orang hanya saling memandang satu sama lain. Tentu saja mereka tidak tau dengan kode itu.


" Ā, anata-tachi wa watashi o nintai-ryoku o tsukaihatashi sasemasu!"


( Arghhh kalian membuat saya kehabisan kesabaran!) Teriak Pria itu marah karna dari kami tidak ada satupun yang menjawab, bukan tidak ada melainkan tidak tau.


Sedangkan aku_aku hanya diam tidak mengerti apa maksud dari semua ucapannya itu.


" Do you know the code?" Ucap salah-satu pengunjung bule Inggris itu.


Aku sedikit mengerti dengan bahasa Inggris, jadi sejak tadi mereka sedang bertanya tentang kode?


" We don't know what the code is. So, it's useless for you to ask and shout because we won't answer it!"


( Kami tidak tau apa kodenya. Jadi, kalian percuma saja bertanya dan berteriak karna kami tidak akan menjawab nya!) Teriakku memberanikan menjawab pertanyaan nya. Hal itu berhasil membuat pria_pria bertopeng itu mengalihkan pandangannya ke arahku.


Pria itu menghampiri ku dan berjongkok di depanku. Walaupun aku takut tapi ku beranikan menatapnya.


" I didn't think that there was a beautiful woman trapped here,"


(Saya tidak menyangka kalau disini ada seorang wanita cantik yang terperangkap) Gumamnya tersenyum smrik ke arahku


Jantung ku berdetak kencang saat melihat sebuah Senyuman smrik di bibirnya itu. Aku mengeratkan pelukan tanganku di perutku.


" Cantik bagaimana bisa kamu terperangkap disini hm?"


" Saya pastikan kamu tidak akan bisa keluar dari sini dan lepas dariku," Bisiknya di tepat di telingaku


Aku membulatkan mata saat mendengar bisikan dari pria itu. Ketakutan ku semakin menjadi-jadi, apa maksud dari ucapannya itu? Pria itu pergi ke tempat dimana berlian itu ada.


Saat aku merasa ketakutan tiba-tiba sebuah tangan yang sedikit kasar memegang bajuku, refleks aku melirik menatapnya.


Terlihat seorang pria dan wanita yang berumur  berada di sampingku melihat ke arahku, mereka tersenyum ke arahku seakan mengisyaratkan untuk aku tenang tidak akan terjadi apa-apa dengaku.


" Apa kamu sedang hamil?" Tanya pria tua itu


Aku mengangguk pelan menangapi pertanyaan nya. Untung saja dia bertanya dengan bahasa Inggris sehingga aku lebih mengerti dengan ucapannya.


" Kamu akan baik-baik saja. Yakinlah suamimu akan selalu menjagamu," Ucapnya lagi


Air mataku jatuh tepat dihadapannya. Aku tidak bisa lagi menahan air mata ini, aku tau mereka juga pasti sangat takut. Tapi, mereka_mereka masih bisa menenangkan orang lain dan memberiku semangat untuk tetap yakin jika aku akan baik-baik saja.


" Jackson aku benar-benar takut. Kamu dimana? Apa kamu akan datang menolongku?" Batin Ara ketakutan mengharapkan Jackson datang menolongnya.


......


Di luar Jackson tidak bisa diam tenang, dia terus saja khawatir dengan keadaan Ara. Karna bisa saja para perampok itu kehabisan kesabaran dan menyakitkan orang-orang di dalam. Jackson berpikir keras untuk mencari tau bagaimana caranya agar dia bisa masuk ke dalam tanpa petugas itu mengetahui nya. Dan tiba-tiba Jackson mendapat ide, Jackson pergi dari sana dan berlari ke arah belakang, Jackson mencari-cari jalan untuk dirinya masuk. Tapi, nihil semua pintu terkunci rapat.


___________


" Kalian semua tidak berguna!" Teriaknya


" Apa tidak ada satupun dari kalian yang tau kode ini hah?" Ucapnya lagi


Tiba-tiba mata tajam itu menatap ke arahku. Aku yang di tatap ketakutan berusaha mengalihkan pandanganku untuk mengurangi ketakutan ku. Pria itu berjalan ke arahku dan berjongkok di depanku.


" Sayang kamu pasti tau apa kode itu bukan?" Tanyanya lembut kepada ku.


" Ti_tidak aku tidak tau sama sekali," jawabku


" Benarkah? Hum sepertinya kau bukan dari negara ini. Dari mana asalmu sayang," Tanyanya


Aku hanya diam tak ingin menjawab pertanyaan nya.


" Kau benar-benar sangat cantik,"  


Ku palingkan wajahku saat dia mencoba memegang wajahku.


" Katakan apa kodenya? Jangan membuat saya marah disini!" Tegasnya menatap ku tajam


" Aku bilang aku tidak tau. Aku hanyalah pengunjung jangan memaksa ku menjawab semua pertanyaan yang tidak aku ketahui_"


Bughhh


" Kalian benar-benar tidak berguna!" Teriaknya


Ara menangis saat kala pria itu memukul wajahnya dengan pistol yang dia pegang. Darah segar mengalir di bibir Ara hingga membekas disana.


" Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya wanita tua itu


Aku hanya menggeleng tak sanggup menjawab ucapan nya.


PoV Author


Para perampok itu belum berhasil juga membobol password itu. Suara mobil polisi terdengar keras di telinga kami, namun sayang nya polisi itu tidak bisa masuk, mereka harus menyusun strategi untuk menjebak si perampok.


Di sisilain Jackson melihat Ara dari kejauhan, Jackson merasa bersalah karna sudah meninggalkan nya sendirian. Jackson bisa lihat bagaimana Ara takut saat ini, saat melihat matanya yang lembab karna menangis.


" Ara aku tidak akan membiarkan mu terluka. Bertahanlah aku akan membawamu keluar dari sini,"  Gumamnya dalam hati.


PoV Author End


______________________


PoV ARA


" Bos polisi sudah datang, kita harus cepat-cepat pergi dari sini," Ucap salah-satu pria itu


" Oke tapi sebelum itu kita harus mengambil berlian itu setelah itu kita pikirkan rencana untuk keluar dari sini," Ucapnya

__ADS_1


Lagi dan lagi pria itu berjalan mendekati ku, aku yang benar-benar takut setelah apa yang dia lakukan kepadaku tadi.


" Sayang ayok ikut denganku! Aku akan memberikan semua yang kamu mau, asalkan kamu mau menuruti semua perintah ku,"


" Jangan pernah berani menyentuh ku brengsek!" Tandasku mengepis tangannya saat kala dia mencoba menyentuh ku


" Ouh kau berani kepadaku hah!"


" Jangan sakiti dia lagi! Dia sedang hamil," Sergah wanita tua itu saat kala pria itu ingin memukulku


" Minggir kau wanita tua!"


" Ahkkk," Teriak wanita itu saat pria itu mendorong nya kasar


" Tante! Tante tidak papa?" Tanya ku khawatir


" Kemari kau!"


" Ahhh sakit!" Ringisku saat pria itu mencengkeram lenganku kasar


" Jadi kau sudah bersuami hah? Hah siapa suamimu itu dia sangat beruntung sekali mendapatkan wanita secantik dan seberani kamu, tapi sepertinya kamu tidak beruntung mendapatkan nya," Gubrisnya


Tangan Jackson mengepal dan wajahnya pun memerah karna amarah. Aliran panas seakan mengalir dan bergejolak di dalam tubuh Jackson, Jackson benar-benar tidak bia mengendalikan emosinya lagi.


" Ahhhss sakit lepaskan!" Lirihku menatap sayup pria itu


Tiba-tiba netraku jatuh ke arah belakang pojok sana.


" Jackson?!" Tangisku pecah saat melihat Jackson yang berada di sana.


Jackson menempelkan jarinya di depan bibirnya mengisyaratkan ku untuk tetap diam.


" Jackson aku tau kamu pasti akan datang menolongku," Batin Ara menatap sendu ke arah Jackson.


Jackson yang benar-benar sudah tidak tahan melihat Ara menangis menatapnya, langsung mencari cara agar dirinya bisa mengalihkan perhatiannya dan mengambil senjata yang tergeletak di lantai sana.


" Polisi sudah datang dan mereka sudah bersiap untuk menangkap kalian semua," Tandas Ara


" Hum kami tidak takut!" Gubrisnya


Greppp


" Jangan mendekat!" Aku membulatkan mata terkejut saat tiba-tiba Pria itu menarik ku dan mengarahkan pistolnya itu tepat di kepalaku.


Tubuhku lemas dan kaku, seakan tak bisa di gerakan.


" Jangan lakukan itu! Lepaskan istri saya," Ucap Jackson penuh penekanan.


" Hah anda pikir saya bodoh membiarkan istri anda bebas begitu saja,"


" Jackson a_aku tau kamu pasti akan datang," Gumamku lirih dengan wajah berkaca-kaca.


PoV Ara End


Jackson menatap Ara sayup. Tapi, tiba-tiba amarah Jackson semakin memuncak saat melihat luka di bibir Ara " Kau memukulnya hah!"


Teriak Jackson menatap penuh amarah ke arah pria itu.


" Saya hanya memberinya tanda agar dia selalu mengingat ku," Ucap pria itu


" Brengsek!" Jackson mengarahkan pistol yang sempat berhasil ia ambil itu ke arah pria itu.


Namun, Jackson menghentikan niatnya saat Pistol yang pria itu pegang tepat di kepala Ara.


" Jangan berani menyentuhnya jika anda tidak ingin menyesal dengan apa yang anda lakukan sekarang!" Jackson terus mencoba menahan amarahnya untuk berbicara baik-baik dengan perampok itu, tapi sialnya perampok itu tidak merasa takut sama sekali, bahkan dengan polisi sekalipun.


" Ahahah ancaman pria lemah seperti anda tidak akan pernah mempan kepadaku," Tandasnya


" Kau membuatku kehilangan kesabaran. Akan ku buat kau tunduk dan menyesal karna sudah berani bermain-main denganku!" Tekan Jackson penuh penekanan.


Jackson mengarahkan bindikannya tepat ke bahu pria itu yang berada tepat di belakang Ara, kali ini Jackson tidak main-main lagi. Dia benar-benar sudah kehilangan kesabaran dan ingin melepas pelurunya.


" Jackson jangan aku mohon jangan," Ara berteriak meminta agar Jackson tidak menembaknya. Karna Jackson tidak tau kalau saat ini pria di balik tubuh Ara memegang pisau dan pisau itu berada tetap di perutnya.


" Apa yang kamu katakan?! Aku harus menembaknya," Sarkas Jackson penuh amarah


Jackson tidak peduli dengan teriakan Ara, saat ini Jackson benar-benar sangat tidak terkendali. Jackson bersiap untuk melepaskan pelurunya dengan satu lepasan.


" Jackson aku mohon jangan dia menaruh pisau di perutku!"


PRANKKK


" Ahhhk," Jeritan Ara mengema di seluruh sudut ruangan saat Jackson menembakkan pelurunya tepat ke sebuah tempat dimana berlian itu berada.


"Apa?"


Kaca tebal yang menutupi berlian itu pecah karna tembakan yang di lakukan Jackson, Jackson menembakkan pelurunya asal setelah mendengar teriakan Ara kalau saat ini perampok itu sedang menaruh pisaunya tepat di perut yang berisi janin anaknya.


" Hah kamu membuat pekerjaan saya menjadi lebih mudah tuan,"


" Brengsek!"


" Jauhkan pisau itu dari tubuh istri saya!" Teriak Jackson penuh amarah


" Saya akan melepaskan nya, tapi sebelum itu dia harus membantu ku keluar dari tempat ini," Ucapnya pria itu menyuruh perampok lainnya untuk mengambil berlian itu dan pergi dengan Ara menjadi tahanan si peranpok.


Tapi, tiba-tiba _


Brakkkk


!???


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Typo sudah biasa mohon di maklumi🙏


Jika suka boleh Vote, komen, dan followannya. Jika tidak suka semoga suka sekian terima kasih:)

__ADS_1


__ADS_2