
...Happy Reading...
Di dalam kelas Keisha hanya diam di kursinya sedangkan teman-teman nya melakukan aktivitas di saat jamkos. Aldren yang melihat itu langsung mendekati Keisha sontak hal itu mendapat perhatian semua orang, Aldren duduk di depan Keisha dengan ekspresi wajahnya yang sama persis seperti Aldres.
" Apa kau tidak jenuh di sini? Sedari tadi ku perhatikan kau hanya diam tidak berbicara. Apa Aldres melarangmu berbicara aku rasa tidak," Ucap Aldren dengan menyunggingkan senyuman nya.
Keisha tidak menjawab ucapan Aldren, yang ia pikirkan adalah Aldren dan Aldres adalah orang yang sama, yaitu sama-sama jahat! Aldren membuang nafas berat dan mengeluarkan ponselnya. Dapat Keisha lihat nama Aldres di layar ponsel itu tidak ingin mencari masalah cepat-cepat Keisha menghentikan tangan Aldren yang hendak menekan kontak itu. Aldren menatap Keisha sekilas tentu saja ia tau apa yang di pikirkan gadis di depannya, Aldren tersenyum tipis dan menepis tangan Keisha pelan. Aldren menekan nomor Aldres dan tak lama Aldres mengangkat nya.
" Ya?" Terdengar dengan jelas suara Aldres di sebrang sana. Keisha menelan salivanya susah payah, Aldren yang melihat wajah Keisha yang gugup dan ketakutan itu tersenyum puas.
" Kamu lagi dimana?" tanya Aldren dengan tatapannya tak lepas dari wajah Keisha.
" Di Kelas ada apa?" jawab Aldres di sebrang sana
" Pulang nanti mampir dulu ke Minimarket, Momy suruh kamu beli makanan kecil untuk di rumah," Mendengar ucapan Aldren seketika membuat Keisha bernafas lega, ia pikir Aldren akan berbicara yang tidak-tidak kepada Aldres tapi ternyata salah.
" Haish kenapa tidak kau saja?" gerutu Aldres kesal
" Hari ini aku akan pergi ke tempat Billiard. Ini keinginan Momy, apa susahnya sih,"
" Ok baiklah, sekarang apa yang di lakukan gadis itu?" tanya Aldres. Tatapan Keisha dan Aldren bertemu, Keisha mengerti tentang gadis itu yang tak lain adalah dirinya.
" Dia ada di depanku. Apa kau ingin bicara?"
" Berikan ponselnya," ujar Aldres. Aldren memberikan ponselnya kepada Keisha, ragu-ragu Keisha mengambil ponsel milik Aldren.
" Hallo sayang?"
Degh...
Kata sayang yang terlontar dari bibir Aldres benar-benar membuat Keisha bungkam dan gugup. Ini untuk kesekian kalinya Aldres mengeluarkan kata itu untuk memangilnya.
__ADS_1
" Sayang kenapa kamu tidak menjawab ku? Apa yang kamu pikirkan hm?" Ucap Aldres lagi. Keisha membuang nafas berat dan mencoba mengatur deru nafasnya. " Iya?"
Di sebrang sana Aldres sedikit tersenyum saat mendengar suara lembut Keisha. " Kamu dengar apa kata Aldren? Pulang nanti kita akan ke Minimarket dan pulang ke rumahku. Aku akan membawamu ke sana, jadi bersiap-siap lah disana kamu pasti bertemu ayah dan ibuku."
Degh...
Keisha tersentak kaget saat mendengar ucapan Aldres kalau dirinya akan bertemu dengan orang tua Al. Yang ada di pikiran Keisha saat ini hanyalah ketakutan karena jika putranya seorang psycho dan mafia apalagi orang tuanya? Habislah sudah jika nanti benar-benar akan bertemu dengan orang tua Al, hidupnya akan benar-benar berhenti di sana.
" Sayang kamu dengar?"
" Aldres aku..."
Tringg!!!
Ucapan Keisha terpotong saat suara bel ganti pelajaran berbunyi. Aldres memutuskan panggilan telpon sepihak, Keisha memberikan ponsel itu ke Aldren sesaat setelah sambungan telepon itu berakhir.
Skip Pulang Sekolah...
Saat bel berbunyi Aldres sudah berada di gerbang sekolah menunggu Keisha keluar. Semua pasang mata memperhatikan Keisha dan Aldres, sebenarnya Keisha malu seperti ini tapi mau gimana lagi. Keisha pergi bersama Aldres sesuai ucapan nya tadi Aldres berhenti di depan minimarket untuk permintaan Ara, Keisha ikut masuk mengikuti Aldres yang sedang berbelanja karena nyatanya Aldres tidak paham tentang hal itu.
Keisha mengambil kesempatan ini untuk membeli apapun yang ia mau untuk membuat Aldres bangkrut karena uangnya habis karena membuat belanjaan Keisha, Keisha membeli semua keperluan nya dan juga makanan yang ia suka. Aldres yang melihat itu sedikit menelan saliva susah payah saat melihat banyak barang yang di beli Keisha.
" Apa kamu serius memakan semua makanan ini Keisha?" tanya Aldres sedikit terkejut saat melihat banyak makanan yang Keisha beli. Keisha menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
" Yasudah terserah, jika sudah selesai bilang. Aku harus cepat-cepat pulang!" ujar Aldres sembari melirik arloji di tangannya. Keisha benar-benar bingung dengan sikap Aldres yang tidak marah ataupun kesal. " Apa dia tidak marah?Astaga sebenarnya siapa pria ini? Apa dia benar-benar seorang alien atau apa?" gumam Keisha dalam hati.
Beberapa menit kemudian Keisha dan Aldres selesai dengan belanjaan nya. Aldres langsung menancapkan gasnya ke kediaman Jackson, sesampainya di kediaman Jackson. Aldres dan Keisha masuk ke dalam rumah, betapa terkejutnya Keisha saat pertama kali melihat rumah sebesar dan semewah ini.
" Duduklah," ujar Aldres.
Keisha duduk di kursi panjang dan empuk itu. Tak lama seorang wanita berumur yang masih terlihat cantik dan muda itu datang dan mendekati Keisha yang sedang duduk di sofa panjang itu.
__ADS_1
" Wah ternyata rumah ini kedatangan tamu cantik," Ucap Ara yang menyadarkan Keisha. Keisha sedikit terkejut dan melempar senyum kearah Ara.
" Kamu teman Aldres?" tanya Ara yang di angguki Keisha. " Iya tante, nama aku Keisha. Aku teman sekelasnya Aldren."
" Aldren? Lalu kenapa kamu datang bersama Aldres?" tanya Ara penasaran yang membuat Keisha bingung harus jawab apa. Tapi, tiba-tiba Aldres datang dan menjawab ucapan Ara dengan simpel.
Keisha bernafas lega karena Aldres ia bisa bernafas.
" Kenapa kalian tidak memberitahu Mommy kalau kalian punya teman secantik Keisha?" tanya Ara kesal
" Untuk apa Mom? Lagi pula kita hanya teman. Dan Keisha datang kesini karena dia ada kerja kelompok sama Aldren," Keisha sedikit tersentak saat Aldres berbohong tentang kerja kelompok nya, jelas saja tidak ada kerja kelompok antar Aldren dan dirinya.
" Oh benarkah? Lalu dimana Aldren?"
" Dia sedang bermain Billiard, sebentar lagi juga pulang," jawab Aldres santai. Keisha benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Aldres, dia bilang dia sangat menyayangi ibunya tapi hanya masalah kecil dia sampai bisa berbohong.
Ara mengajak Keisha mengobrol dan makan bersama, hingga malam tiba Keisha masih berada di dalam rumah besar itu. Keisha benar-benar tidak enak hati berlama-lama di rumah itu, sedangkan Aldres sejak pulang sekolah dia terus berada di dalam kamar tidak pernah keluar meninggalkan Ara dan Keisha berdua di sana.
Tak lama, Jackson pulang dari kantor. Seperti biasa sepulang kerja Ara selalu membuatkan teh hijau kesukaan Jackson, begitupun sebaliknya sepulang kerja Jackson selalu mencium kening dan bibir Ara hingga tidak menyadari kalau disana ada seseorang yang melihat kemesraan mereka.
" Sayang siapa dia?" tanya Jackson saat menyadari keberadaan Keisha disana. Di sisi lain Keisha merasa takut saat melihat wajah Jackson yang tampan namun sangat menyeramkan.
" Dia teman Aldres dan Aldren. Aldres bilang mereka ingin mengerjakanr kerja kelompok, tapi sampai sekarang Aldren belum pulang juga," jawab Ara
Jackson mengangguk dan meminum teh hijau buatan Ara. " Dimana Aldres?" tanya Jackson saat tidak melihat Aldres di sana.
" Dia ada di kamar,"
Keisha benar-benar di buat gugup dan takut. Karna Keisha menyadari kalau dirinya sekarang berada di tengah-tengah orang-orang Psycho dan Mafia, namun semua ketakutan nya sirna saat melihat kebaikan tulus Ara kepadanya. Kebaikan Ara yang berhasil membuat sensasi takut itu menurun, Keisha benar-benar salah menilai tentang keluarga Jackson. " Aku salah, ternyata tidak semua orang jahat." gumam Keisha dalam hati.
...**Lanjut?...
__ADS_1
Jangan lupa Tinggalkan jejak kalian disini!
See You Next Time**...