Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Ep. 68 Aksi gila Aldren


__ADS_3

...AL2...


...~...


Di rumah serba mewah itu terlihat tiga pria tampan yang sedang duduk dengan tiga pasang mata itu saling beradu tajam satu sama lain. Ara yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya frustasi karna hampir setiap hari rumah itu di penuhi dengan suara-suara perdebatan anak dan ayah.


" Sayang apa yang mereka lakukan hari ini di sekolah?" Tanya Jackson dingin dengan tatapan matanya yang tak lepas dari wajah kedua putranya.


" Tentu saja mereka belajar apalagi?"


" Kalau mereka benar-benar belajar guru mereka tidak akan pernah menghubungi aku," seloroh Marvin dengan tatapan tajam menatap kedua putranya


" Mereka hubungi kamu mau ngapain?"


" Tentu saja karna mereka melakukan hal bodoh lagi," jawab Jackson dengan nada sedikit tinggi


" Apa?"


" Daddy sudah peringatkan kalian untuk serius belajar. Kalian masih anak sekolah tapi berani sekali kalian melecehkan adik kelas kalian huh?!" Jackson meremas kedua tangannya hingga mengepal sempurna menahan emosi yang sedari tadi ia tahan.


Sedangkan Ara ia benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan suaminya itu. " Aldres _Aldren apa yang di katakan Daddy itu benar? Kalian melecehkan seorang gadis?" Tanya Ara menyakinkan


" Tidak Mommy Aldren hanya ingin bermain-main dengan gadis itu. Aldren nggak ada niatan buat ngelecehin dia," ucap Aldren membela diri


" Tidak kamu bilang? Kalau bukan kalian siapa lagi. Kalian benar-benar membuat Daddy malu,"


" Kalau Daddy malu lalu kenapa Daddy malah buat kita? Kenapa nggak bunuh aja langsung saat kita lahir," sungut Aldren lagi tak ingin kalah debat dengan Jackson


" Kau ini benar-benar tidak tau terima kasih. Jika, saat itu Daddy tau kalian akan tumbuh seperti ini, maka sejak saat kalian masih di dalam kandungan Mommy kalian sudah Daddy bunuh saat itu juga,"


" Udah Stop!!!" Teriak Ara keras berhasil menghentikan perdebatan kecil ayah dan anak.


Aldres yang tidak suka terlalu banyak berbicara hanya diam saja mendengar ocehan-ocehan adiknya dan juga ayahnya.


" Kenapa setiap hari kalian selalu bertengkar? Nggak bisa apa satu hari aja kalian akur huh? Mommy benar-benar nggak ngerti dengan semua penghuni rumah' ini, kenapa anak dan ayah sama-sama seorang Psychopat,"


Ara pergi setelah mengatakan hal itu. Jackson yang melihat itu langsung menyusul istrinya ke dalam kamar untuk menenangkannya, sedangkan si kembar mereka hanya diam sembari memakan cemilan yang ada di atas meja.


Di dalam kamar Jackson melihat Ara yang menangis di bibir ranjang. Dengan langkah pelan Jackson menghampiri Ara dan duduk di sampingnya. " Sayang aku minta maaf..."


" Kamu nggak seharusnya ngomong kaya gitu ke anak-anak," seloroh Ara di sela-sela tangisan.


" Iya aku tau, aku minta maaf. Aku benar-benar nggak tau lagi harus ngelakuin apa supaya mereka bisa bersikap baik layaknya seorang siswa, tapi caraku tidak mempan. Maaf sayang karna membuat kamu harus menghadapi situasi seperti ini," gumam Jackson lirih


" Aku cuman mau kalian akur, aku nggak mau lihat kalian berantem terus,"


" Iya sayang aku janji ini nggak akan terulang lagi,"


" Udah jangan nangis lagi. Kamu kan tau aku paling nggak suka lihat kamu nangis kaya gini," Jackson menghapus air mata Ara dengan ibu jarinya.

__ADS_1


Ara memeluk Jackson erat dan Jackson membalas pelukannya, dari dulu hingga sekarang ketika sedang sedih atau marah pelukan Jackson adalah tempat yang paling nyaman dan ampuh untuk menenangkan dirinya.


Keesokan harinya di sekolah, Aldres dan Aldren berjalan beriringan. Banyak para cewek yang berteriak seperti kesetanan saat melihat pria tampan bak pangeran seperti Aldres dan Aldren, namun dua pria itu masih memasang wajah tak berekspresi sama sekali. Malah dalam hati mereka ingin sekali tangannya yang sudah gatal itu ia gunakan untuk merobek-robek bibir mereka yang membuatnya kebisingan karna teriakan-teriakan mereka.


Aldres dan Aldren mereka duduk di kelas yang berbeda. Aldres di kelas 12A dan Aldren di kelas 12F, perbandingan kelas yang sangat jauh bukan. Mereka sengaja di pisahkan oleh Jackson agar nanti Aldres dan Aldren tidak berbuat macam-macam, karna itu Jackson pisahkan mereka karna takut jika nanti anak kembar itu berulah jika di satukan.


Di dalam kelas IPS 12F, Aldren duduk di pojok sana dengan tangannya yang sibuk memainkan gawai miliknya. Di ruangan itu hanya ada Aldren seorang diri sesaat sebelum seorang gadis datang dan duduk di pojok yang berlawanan. Terlihat gadis itu yang tak lain adalah Keisha merasa takut saat melihat hanya ada mereka berdua di ruangan itu, tentu saja Keisha takut karna melihat aksi gila Aldren kemaren.


Aldren yang sadar dengan keanehan gadis itu langsung menghampiri Keisha dan menatap wajah Keisha tanpa ekspresi. " Ada apa? Apa disini ada setan?" Ucap Aldren dingin


Keisha yang sudah ketakutan hanya diam dengan kedua tangannya yang gemetar hebat di tambah mulutnya yang kaku. Aldren yang melihat itu hanya tersenyum smrik. " Dasar gadis aneh!" Umpat Aldren dan kembali ke tempat duduknya.


Disana Keisha bisa bernafas lega karna Aldren yang menjauhinya. Tidak tahan di dalam situasi itu cepat-cepat Keisha keluar dari kelas itu dan...


Bughh


Keisha menabrak seseorang lagi. Keisha mendongak menatap pria yang ia tabrak, kedua mata itu membulat sempurna saat melihat wajah pria yang sama dengan pria yang ada di dalam kelas.


" K_kamu..?" Ucap Keisha terbata-bata. Keisha melirik ke arah kelas dan melihat Aldren yang kini sedang menatapnya datar dan beralih menatap Aldres di depannya.


" K_kenapa ada du....,"


Bughh


Keisha jatuh tak sadarkan diri sebelum menyelesaikan ucapannya. Aldres memicingkan matanya tidak mengerti dengan gadis yang pingsan karna melihat mereka berdua.


Skip Ruang UKS.


Keisha merupakan siswi yang pendiam, tidak pernah bergaul dengan teman-temannya yang ada di sekolah bahkan teman sekelasnya saja tidak. Keisha selalu berdiam diri di dalam kelas, karna itu ia tidak tau kalau Aldren memiliki kembaran yaitu Aldres.


" Jadi kamu gadis yang melihat aksi ku kemarin hm?" Ucap Aldren membuat Keisha kembali ketakutan


" A_aku hanya lewat, aku nggak tau apa-apa,"


" Benarkah?"


" Kamu adalah saksi mata kejahatan ku. Apa mungkin kamu juga adalah orang yang mengadu ke guru tentang apa yang aku lakukan kemarin hm?"


Keisha menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus keluar. " A_aku nggak tau apa-apa, aku hanya lewat dan nggak sengaja lihat kamu dan gadis itu. Aku mohon jangan sakiti aku."


Aldren menarik rahang Keisha kasar dan menatapnya tajam. " Karna ulahmu itu Mommy aku menangis. Kamu harus bertanggung jawab!"


" A_aku minta maaf... Aku takut aku mohon jangan sakiti aku. Aku janji aku akan patuhi semua kemauan kamu, tapi aku mohon lepasin aku," ucap Keisha ketakutan


Derai air mata terus membasahi wajahnya cantiknya. Aldren menatap wajah Keisha serius. " Kamu yakin dengan ucapanmu gadis? Kamu yakin tidak akan menyesal?"


" Aku yakin a_aku nggak akan menyesal,"


" Kalau begitu lepas bajumu!"

__ADS_1


" Apa?" Keisha terkejut mendengar ucapan Aldren yang menyuruhnya membuka seragamnya.


" Apa rencananya?" Batin Aldres menatap Aldren serius


" Ayok lakukan!"


" A_aku nggak mau,"


" Kenapa? Bukannya kamu mau menuruti kemauan ku?"


" T_tapi....,"


Grepp


Aldren menarik kerah seragam Keisha kasar. " Berani kamu bercanda akan ku potong seluruh tubuhmu itu, hingga kamu tidak bisa terlihat cantik lagi."


Keisha menangis tanpa bersuara. Perlahan tangan Keisha terangkat, dengan penuh rasa malu Keisha membuka satu persatu kancing seragamnya. Aldren melirik kakaknya sekilas setelah itu pergi meninggalkan Aldres dan Keisha berdua di dalam UKS.


Seorang gadis berambut pendek itu, berjalan menyusuri koridor sekolah. Aldren berpapasan dengan gadis itu namun Aldren berjalan tanpa memperdulikan siapapun yang ada di sekitarnya, gadis itu menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kepergian Aldren diakhiri dengan senyuman smrik di bibirnya.


" Vera?" Panggil seseorang, refleks Vera menoleh ke arah sumber suara


" Hai?!"


" Kamu ngapain disini?"


" Aku mau cari toilet tapi malah nyasar ke sini hehe,"


" Hum kamu kan murid baru, kenapa nggak minta bantuan sama aku sih. Aku kan bisa antar kamu,"


" Aku nggak enak baru masuk sekolah aku udah ngerepotin kamu,"


" Ahh nggak, nggak repot kok. Ayok aku antar," gadis berbadan gendut itu mengantar Vera ke toilet.


Vera adalah siswi pindahan dari sekolah SMA Fogresia Jaya. Tidak ada yang tau kenapa Vera di pindahkan ke sekolah ternama itu, Vera terkenal pendiam di kelasnya namun di balik pendiamnya Vera di takuti oleh teman sekolahnya dulu. Penuh tanda tanya kenapa seorang Vera yang pendiam bisa di pindahkan dan di takuti oleh temen-temen sekolahnya dulu?!


............


...Keisha Zaviera...



...Syafira Vera'lose...



Gimana lanjut nggak?


Jangan lupa tinggalkan jejak seperti Vote, Komen and Follow makasih:)

__ADS_1


Ada yang penasaran tentang kelanjutan Keisha yang berduaan bersama Aldres di UKS? Apa ada yang penasaran tentang kronologi Vera? Ikuti terus ceritanya yah... Kalau suka boleh simpan cerita ini di daftar bacaan kalian.


__ADS_2