Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.

Takdirku Di Tangan Seorang Psychopat.
Bab : 36 Awal Tumbuhnya Cinta


__ADS_3

PoV Ara


Tubuhku gemetar hebat tanganku kaku rasanya tak ingin melepaskan pelukan erat ke lututku.


Deghh


Tiba-tiba aku merasakanada seseorang yang memegang bagiku, aku meronta-ronta ketakutan karna aku tau siapa yang memegang nya saat ini.


" Jangan hiks aku mohon jangan sakiti aku!" Tangis Ara memberontak tak ingin di sentuh.


" Ara ini aku Jackson!"


" Tidak kamu jangan membohongi ku lagi, aku mohon jangan ganggu aku aku tidak tau siapa kamu hiks," Teriak Ara ketakutan


" Ara lihat aku ini aku Jackson,"


Ara mendongak melihat siapa yang ada di hadapannya.


Ara langsung memeluk erat tubuh kekar itu saat tau kalau itu benar Jackson.


" Jackson hiks aku takut dia orang jahat," Racau Ara ketakutan di dengkapan Jackson.


" Siapa?" Tanya Jackson berat


" Aku tidak tau hiks aku takut dia ingin menyakiti ku,"


Jackson melonggarkan pelukannya ." Bentar dia pasti masih ada di sini_"


" Jangan! Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku takut dia datang lagi hiks,"


Jackson yang tidak tega melihat Ara yang menangis ketakutan mengurungkan niatnya mencari pria itu dan langsung membawa Ara ke kamar.


.......


Kamar!


Jackson menelpon Bimo dan menyuruh dia datang ke rumah untuk mencari tau tentang siapa pria yang sudah berani menyelusup ke dalam rumah dan menganggu Ara.


Jackson berjalan ke arah ranjang yang disana sudah terdapat Ara yang masih ketakutan.


" Jika kamu membutuhkan sandaran kau boleh memelukku," Ucap Jackson sebagai tawaran.


Ara yang benar-benar takut langsung memeluk Jackson erat seakan tak ingin melepaskan, terlihat kedua susut bibir Jackson terangkat menampilkan senyuman tulus dari pria dingin itu.


Jackson merasakan tubuh Ara yang gemetaran, mungkin Ara benar-benar takut.


" Maafkan saya karna saya telat datang," Lirih Jackson


Ara mendongak menatap Jackson yang juga menatapnya.


" Tidak ini bukan salah kamu, dia memang berniat ingin melukai ku," Ucap Ara meyakini Jackson.


" Kenapa kamu bisa di ruangan sana?" Tanya Jackson dengan nada berat


" Aku haus makanya aku ke dapur buat ambil minum, tapi saat aku ingin balik ke kamar lagi tiba-tiba ada seseorang di depan ruangan itu. Huhh ini salahku sendiri kenapa aku malah mendekati nya," Lirih Ara membuang nafas berat.


" Kenapa kamu tidak membangunkan saya? Seharusnya kamu bangunkan saya sehingga tidak ada kejadian seperti ini!" Tandasnya


" Tadi aku lihat kamu sangat kelelahan dan tertidur pulas, makanya aku nggak berani membangun kan mu," Lirih Ara


Jackson membuang nafas berat, bisa-bisanya dirinya hampir emosi hanya karna seperti ini.

__ADS_1


" Apa kamu terluka?" Tanya Jackson lembut


Ara mendongak menatap Jackson, Ara tersenyum bahagia karna akhirnya Jackson mengkhawatirkan nya.


" Tidak! hanya saja pipiku masih sakit karna di tamparnya," Jawab Ara


Jackson terkejut dan tanpa dia sadari tangannya beralih mengelus pipi Ara. Ara yang terkejut karna tiba-tiba Jackson meraih wajahnya.


" Apa dia menamparmu?" Tanya Jackson menatap Ara


Ara melihat tatapan cemas dan khawatir dari mata elang itu.


" Umm tapi nggak papa kok ini udah biasa!" Ucap Ara


Terlihat dari samping wajah Jackson berubah menjadi datar. Ara mengerutkan dahi melihat nya.


" Kenapa kamu terus-terusan menyindir saya? Saya tau saya pernah menamparmu tapi tidak setiap hari bukan?" Tandasnya


" Aku tidak menyindir mu?"


" Sudahlah sebaiknya kamu tidur!" Suruhnya


" Nggak aku nggak bisa tidur, aku masih takut!"


" Kenapa harus takut? Ada aku disini!"


Mendengar ucapan nya Ara merasakan ke aman di setiap berada di sisi Jackson. Awalnya Ara merasa takut jika berada di sisi Jackson, tapi ntah kenapa sekarang berbeda kini Ara merasa aman saat berada di sampingnya mungkin dirinya sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya.


.....


Beberapa menit kemudian Ara tertidur pulas setelah lama menangis karna ketakutan. Jackson masih setia memberikan dada bidangnya untuk tempat penyangga Ara tertidur. Ntah malaikat apa yang mengerakan Jackson, kini tangan Jackson membelai lembut rambut dan wajah Ara.


Jackson menidurkan Ara hati-hati dan pergi keluar karna sedari tadi Bimo sudah menunggu nya di bawah.


" Bimo apa kamu sudah menemukan orang itu?" Tanya Jackson dingin


" Belum tuan sepertinya dia sudah melarikan diri," Jawab Bimo sambil membungkuk.


" Menurut kamu siapa yang sudah melakukan ini?" Tanya Jackson


" Saya pikir Ferdy!"


" Tidak! Sepertinya bukan Ferdy, Ferdy tidak mungkin menyakiti anaknya sendiri seperti ini,"


" Ouh apa jangan-jangan pria hitam itu?" Tebak Bimo


Jackson melirik Bimo dan berpikir ada benar juga. Tapi, apa yang di inginkan pria itu? Jika dia punya masalah dengan ku kenapa harus menganggu Ara?


" Kamu urus semua ini! Dan mulai sekarang kamu harus tinggal di sini untuk berjaga-jaga," Suruhnya.


" Baik tuan! Tapi gimana kondisi Ara? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Bimo


" Dia sedikit ketakutan. Dia terlalu lama menangis dan akhirnya tertidur," Jelas Jackson.


" Tuan apa saya boleh bertanya?"


" Katakan!"


" Saya lihat akhir-akhir ini tuan lebih bisa menahan emosi, sejak Ara datang tuan menjadi lebih romantis dan juga tidak suka marah-marah," Ucap Bimo hati-hati tak berani menatap tuannya.


" Kau benar! Saya juga tidak tau kenapa saya menjadi seperti ini, saya melihat dia seperti Tunangan saya sendiri bukan tunangan kontrak, tapi saya tidak tau apa dia juga merasakan hal yang sama seperti saya?" Gumam Jackson

__ADS_1


" Tuan Ara sangat baik jika tuan mengatakan kalau dia harus menjadi tunangan semestinya maka dia akan melakukannya seperti apa yang tuan perintahkan," Ucap Bimo.


" Perasaan apa ini? Apa benar aku sudah jatuh cinta? Tidak_ tidak boleh aku tidak mungkin jatuh cinta," Batin Jackson


.....


Pagi hari yang cerah terlihat seorang gadis cantik yang masih setia menemani bantal dan kasur dan memeluk nya nyaman, namun seketika gadis itu membuka mata saat sebuah pantulan cahaya matahari pagi itu menebus celah jendela dan mengusik tidur gadis itu.


" Eunghh," lenguhan Ara dengan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya pelan.


Ceklek


" Ahhhhkkk," Teriak Ara saat melihat sosok pria tampan yang baru keluar kamar mandi bertelanjang dada.


Ara bangkit berposisi duduk dan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. "Apa kau tidak bisa berpakaian di dalam kamar mandi? Apa kamu tidak sadar ada wanita di sini."


" Lalu? Untuk apa kamu menutupi wajahmu? Kamu sudah melihat semuanya bukan lagian aku lihat kamu sangat menikmati setiap sentuhan ku,"


Ara membulatkan mata mendengar ucapan mesum Jackson.


" Apa kamu gila? Aku tidak sama sekali merasakan nikmat melainkan rasa sakit karna ulah mu itu," Jawab Ara keras.


" Benarkah? Mari kita buktikan satu kali lagi agar aku tau seberapa nikmat saat kamu berada di bawah ku," Bisik Jackson dengan senyuman mesum di bibirnya.


Ara memukul Jackson dengan bantal berulang kali. "Dasar Psychopat mesum!"


" Saya memang mesum dan kamu tau Psychopat di depan mu ini bisa gila lebih dari mesum orang biasanya," Goda Jackson


Ara terus memukul tubuh Jackson dengan bantal berulang kali sampai-sampai Jackson kewalahan menghadapinya. "Arghh apa bisa kamu berhenti memukul ku?"


" Tidak aku nggak akan berhenti sebelum otak mesum mu keluar," Ucapan konyol keluar dari bibir Ara.


" Haish kau benar-benar gila bagaimana bisa otak ku keluar bodoh!" Tandas Jackson


" Apa kamu bilang bodoh?"


" Iyah kamu benar-benar wanita bodoh!" Tekan Jackson berlalu pergi.


Namun, langkah Jackson terhenti saat Ara menarik tangannya. Tapi, sayangnya tubuh Ara oleng dan terjatuh ke atas ranjang, tapi sialnya Ara malah menarik tangan kekar Jackson sehingga Jackson ikut terjatuh dan menindihi tubuh Ara.


Bugh


Suara beradu tubuh mereka.


Ara membulatkan matanya saar wajah Jackson tepat di depannya hanya beberapa cm jarak di antara mereka.


Suara jantung mereka berdetak tak normal, kadang mereka berpikir apa dia mendengar suara jantungku? Ara benar-benar terkejut rasanya saat ini dia benar-benar tidak bisa bernafas.


" Kenapa wajahnya begitu tampan? Astaga aku sesak di sini aku tidak bisa bernafas. Mata elangnya, hidung mancung nya, bibir seksi nya ahhkk dia begitu sempurna pantas saja banyak wanita di luaran sana yang terus mengejar dia," Batin Ara meronta-ronta


" Kenapa aku baru sadar kalau dia begitu sangat cantik, bahkan tanpa polesan make up saja dia sangat cantik. Bulu mata yang panjang alami, matanya yang indah, wajahnya yang lembut dan bibirnya yang ranum pink alami sangat membuat ku tergoda. Haish_ apa yang lo pikirkan Jackson? Kenapa lo seperti ini? Arghh bisa mati gue disini," Batin Jackson meronta-ronta.


....


" Uhhh apa kamu bisa minggir dari tubuhku?" Ucap Ara terdesak di bawah Jackson


Jackson tersadar dan langsung bangkit dari sana.


Kini keduanya sangat kikuk, tak ada yang berbicara sedikitpun. Keduanya di buat salting akan dirinya sendiri, Jackson bergegas bersiap-siap memakai pakaian sedangkan Ara berlari ke kamar mandi.


" Haishh Lo memang gila!" Gerutu Jackson

__ADS_1


__ADS_2