
" kamu orang Indonesia"
"iya lah, ya suda ayo ikut aku "
" eeh bentar ya, aku udah nga percaya lagi sama orang disini nga nutup kemungkinan kan kamu bisa aja nipu aku"
"hmmm, kamu lapar nga, kalo nga mau aku kasih tau ya udah aku pergi"
aku bingung mau ngejar atau ngak dikejar aku takut nga dikejar aku lapar
ku pikir sudalah dr pada aku mati konyol dan ngak tau harus tidur dimana mungkin dia benar-benar orang baik
" eeh bentar aku laper banget ni bisa kasih tau aku tempat makan yang halal sekalian kos-kosan yang banyak orang indonesianya"
" ngak ada kosan disini adanya apartemen, ku kira kamu bener-bener nga mau ditolong"
"maaf ya "
"hmmm"
tibalah kami ditempat makan benar saja disana berlogokan halal dan rupanya ini adalah rumah makan padang
oh tuhan akhirnya lidahku nememukan tempatnya
aku bener-bener girang sambil melompat-lompat bahagia nya
dia yang disamping ku hanya menutup muka dan berjalan masuk kedalam rumah makan
aku sedari tadi yang kegirangan akhirnya memutuskan untuk ikut masuk agak malu juga ternyata ada beberapa pasang mata yang menatapku aneh
didalam dia suda duduk dan memainkan handphone
"suda pesan belum " tanya ku
" suda, rendangkan?"
"iya boleh-boleh"
tibalah makanan ku, disana ada dua piring lengkap beserta lauk pauk ternyata pelayannya bukan orang Indonesia jd aku tidak bisa menyapa
" ini pemilik nya orang Indonesia ?"
" iya "
" hmmm"
aku tak melanjutkan lagi pertanyaan mungkin dia tak suka aku banyak bicara atau dia hanya terpaksa menolongku mangkanya raut wajahnya dan cara bicaranya cuek
setelah beberapa menit piringku kosong makan ku telah pergi kedalam perut
aku kenyang bukan main, aku jadi ngantuk
ku lirik makan orang didepan ku juga hampir habis
saat ingin mengeluarkan dompet
" nga usah bayar td udah aku bayar"
" aah masak?" jawab ku
"hmmm, kamu curigaan " ketusnya
aku yang tak percaya hanya nyelonong dan pergi kekasir
"Excuse me how much I have to pay"
"No need to pay the bills lady "
__ADS_1
aku terkejut dan menoleh kebelakang orang itu masi duduk diam sambil memainkan handphone nya
aku kembali ke kursiku
"jadi berapa semuanya, biar aku ganti uang kamu"
"nga usah simpan aja uang kamu untuk apartemen"
"aku nga enak, udah ditolong ditraktir lagi"
"ya udah nanti kalo ketemu gantian kamu yang traktir aku"
"emang kita bakal ketemu lagi"
"kalo allah ngizinin kenapa nga"
"bener juga,
kamu orang sibuk ya, main hp terus"
" aku lagi nyarik apartemen sesuai pesanan kamu, yang banyak orang Indonesia"
"waaa kamu baik juga ya heeheee"
"hmmm"
"udah berapa lama tinggal disini" tanya ku
"mungkin 10 th"
"waa lama juga, kamu kerja apa kulia"
" aku kerja"
"kenapa, sekarang nga kerja"
ya udah ayo aku antar aku udah ketemu tempatnya"
"eeh iya-iya"
aku mengekor dibelakangnya saat melewati beberapa pelayan mereka menunduk memberi hormat
"mereka rama-rama ya"
dia tak menjawab dan masi fokus berjalan
"kita kemana?" tanya ku
"ke halte"
"eeh bentar aku belum ganti nomor telepon, aku mau ngabarin temenku"
"tapi bentar lagi bus nya sampe, kalo yang ini kelewati kita harus tunggu lagi beberajam bus yang rutenya sama"
"terus gimana dong"
aku mulai panik, masak harus rebahan dihalte kan nga lucu, badan ku pegel semua karna tidur yang nga bener di pelataran masjid tadi
"ya udah bentar aku beli dulu, jangan naik bus nya kalo aku belum sampe"
"ya hati hati ya"
dia lari sekuat tenaga kearah supermarket tadi,
saat dia keluar ternyata bus suda hampir sampai dihalte tempat kami menunggu, aku mulai panik
dia lari sekencang nya
__ADS_1
karna dihalte cuma ada aku akhirnya aku beraniin masuk ke delem bus
"Sir, Can you wait for my friend he wants to come up too"
"talar jag inte engelska"
"anjayyyy" aku spontan mengeluarkan bahasa sehari-hari dikampung
ternyata sopir ini tidak bisa bahasa Inggris
tiba-tiba bus berjalan aku panik dan hanya bisa bilang
"sir stop, stop"
untunglah sopir itu tau makna kata stop
aku hanya menunjuk-nunjuk kearah belakang
dia melihat laki-laki yang menolong ku berlari kearah bus
oh ya ampun bahkan aku nga tau siapa nama laki-laki itu
untunglah sopir yang baik hati itu sedikit memundurkan bus lalu laki-laki itu bisa naik lebih cepat kedalam bus
dia ngos-ngosan lalu duduk di kursi penumpang,
aku ikut duduk lalu mengibaskan-ngibaskan kedua tangan niat hati ingin mengipasinya karna ku rasa dia kepanasan juga
" ini ni kartunya nanti aku pasang kalo kita suda sampe"
"aduh makasih banget ya"
" ku bilang jangan naik kalo aku belum sampe"
" iya tadi aku cuma mau bilang kesopirnya buat tunggu kamu, eh dia nga tau b.ingris terus malah nyelonong gitu aja"
" hmmm" ku lihat raut wajah kesalnya masi ketara
" maaf ya aku ngerepotin kamu"
aku menunduk menahan air mata agar tak jatuh
bayangkan kalian suda ditolong orang yang nga kenal suda bikin dia susah lalu dia memperlihatkan wajah ketidak sukaanya terhadap kita padahal kita masi perlu bantuan dia
dia yang sadar atas perubahan mimik muka ku
" udah nga papa yang penting kamu aman, maaf aku cuma khawatir tadi"
" eeh aku yang minta maaf, kamu nga marah kan"
" ya udah nga papa"
"makasih ya"
" iya" sambil tersenyum kearah ku
gila ni cowok ganteng juga kalo senyum hatiku bergejolak melihat senyum itu
"kenapa"
iya mungkin dia heran karna sedari tadi aku senyum kearahnya tanpa berkedip
" eeeh nga papa kok" pipi ku merah merona ketahuan memperhatikan wajahnya
dia yang punya bola mata yang bulat alis yang tebal
hidung yang mancung bibir yang sedikit tebal berkumis dan sedikit berjenggot bulu mata yang lentik dan wajah yang sedikit oval kulitnya pun sawo mateng
__ADS_1
benar-benar ciri khas orang indonesia keturunan padang