
semenjak hari itu kami semakin dekat, pak rio semakin sering berkunjung kerumah, entah itu hanya mampir membawakan ku makanan atau hanya mampir untuk mengobrol dengan ku, hingga gosip kedekatan aku dan pak rio akhirnya muncul aku lupa kalau hari itu teman kelas ku akan mengambil buku dirumah ku pak rio yg pada saat itu juga sedang ada dirumah ku
"assalamu'alaikum ci cici"
karna pintu memang ku buka, ria masuk dan memergoki pak rio ada disofa ruang tamu aku yg pada saat itu memang sedang berada didapur berlari untuk menyembunyikan pak rio tp apa boleh dibuat aku kalah cepet
"lah pak rio"
" eeeh ria"
aku gelagapan
"kalian berdua, waaaaa wajar saja pak rio tidak pernah absen kekelas, iiih kamu jahat ci nga bilang-bilang untung pak rio nga aku pepet haahaaa"
"apa sii ya, pak rio tu cuma mau bahas masalah pramuka aja"
pak rio hanya diam saja
"aaah masak, ya udah aku lg buru-buru, mau ambil buku ni yg tempo hari kamu pinjam"
"oh iya aku lupa, tunggu sebentar"
aku berlari kekamar ku segera mengambil buku ria
sedang di bawah pak rio akhirnya bersua
"ria kamu bisa dipercaya kan"
"eeeeh iyaiya pak tenang aja heehee"
jawab ria sambil garuk-garuk kepala nya tidak gatal
__ADS_1
setelah aku berikan buku ria segera pamit, aku yg masi pucat akhirnya agak legah sedikit
pak rio akhirnya berdiri dan menyuruh ku supaya tenang,
"kamu takut anak-anak disekolah tau?"
"hmmm"
"kenapa malu dekat sama saya"
"nga gitu pak"
"lalu"
"aku takut nanti ada gosip yg nga nga kalo kita dirumah berduaan"
"memangnya kita sekarang ngapain dirumah kamu"
"ya biarin toh saya nga merugikan mereka"
"kok egois gitu sii"
aku mulai kesal karna jawaban cuek dr pak rio
" yaa maaf, saya salah"
"tau aah"
"cici, kamu kalo ngambek jd makin imut"
" apa sii pak nga lucu tau "
__ADS_1
"maafin saya ya jangan ngambek lagi, kan udah terjadi juga, malah bagus dong kita nga usah sembunyi-sembunyi lg "
"sembunyi-sembunyi mksdnya"
"kamu serius nga ngerti?"
" iya , mksd bapak apa?"
"percuma dong saya deketin kamu terus, tp kamunya malah nga ngerti mksd saya"
"bapak yg jelas deh ngomongnya aku beneran nga ngerti"
"yakin mau sekarang saya bilangnya"
pak rio mulai mendekat kearah ku dan tiba-tiba dia memegang tangan ku
" ci saya nyaman sama kamu saya juga bahagia saat dekat kamu"
aku kaget dan cuma bisa salting pak rio masi memegang tangan ku
"kamu mau jalanin hubungan sama saya"
aku tersenyum lalu mengangguk tanda setujuh pak rio memeluk ku lalu berbisik
" terima kasih, saya lega, perasaan saya dibalas"
kini aku tak memanggil pak lagi tapi suda berganti dgn sebutan kakak, aku juga ternyata baru tau dibalik kakunya pak rio ternyata dia seseorang yg romantis
dia sering memberi ku kejutan yg membuat ku berbunga-bunga setiap saat, bahkan kesedihan karna sering diabaikan orang tua aku lupakan, hubungan kami akhirnya diketahui oleh semua siswa/i dan guru
disekolah tapi seolah menutup mata dan telinga aku tak menghiraukan cemoohan mereka
__ADS_1