Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku
awal dari semua 3


__ADS_3

"pak kita udah jalan jauh kok, kayaknya muter-muter terus ya"


"aaah perasaan kamu aja, bentar lagi kita sampe kok"


pak rio coba untuk menenang kan


"pak"


"ya"


"anak-anak gimana ya, apa mereka sadar kalau kita kesesat"


"kayaknya nga sadar de ci, mereka juga pasti lagi sibuk ngeringin baju masing-masing"


"iya juga ya"


"perasaan kita nga lewat sini deh pak, kok jalan kita makin nanjak, apa kita berenti aja pak dan lanjut jalan besok kalo udah terang"


" kamu bener juga, ya udah kita cari tempat yg aman, ci kamu bisa naik pohon"


"hmmm semoga aja bisa pak"


"ya udah kita carik pohon yang aman, takut nanti kalau kita lesehan ada binatang buas"


setelah melihat-lihat akhirnya kami menemukan pohon yg cocok, dan ternyata aku kesulitan untuk naik keatas pohon tersebut untung pak rio bersedia mengangkat tubuh ku dan membantu ku merai cabang pohon,


kami akhirnya bermalam diatas pohon disana dicabang yang sama kami menghabiskan waktu malam, tak lama aku mengantuk awalnya aku bersandar di batang pohon tp karna pak rio takut aku jatuh akhirnya dia memeluk ku,


jika aku bisa menghentikan waktu aku ingin menghentikan waktu untuk malam ini, agak sedikit konyol memang tersesat dan tertidur diatas pohon dengan orang yg disuka tp ini bagian yg aku suka


heeeheee


akhirnya malam berganti siang aku terbangun diposisi yg sama pak rio masi memeluk ku


"kamu udah bangun" aku menggeser sedikit tubuh ku untuk menjauh dr pak rio


"iya pak, bapak nga tidur ya"


"kalo saya tidur nanti kamu jatoh"


"iya juga ya, makasih ya pak saya udah dijagain"


"yaa udah kita turun yuk"


akhirnya kami turun dan melanjutkan perjalanan, ditengah perjalan kami bertemu dgn warga setempat dan menuntun jalan kami agar cepat sampai ke tempat tujuan


"kalian tidur dimana" tanya bapak itu


" kami tidur diatas pohon pak, takut ada binatang buas"

__ADS_1


" dihutan ini memang sedikit angker, saya juga pernah disesatkan penunggu hutan ini"


"memangnya kami salah apa ya pak"


" mungkin mereka tidak suka malam-malam ada dua anak manusia beda jenis dihutan mereka untungnya mereka tidak mencelakai kalian, karna diantara kalian ada yg menjaga mangkanya mereka tidak berani, dulu disini ada muda mudi yg melakukan perbuatan tidak senono akhirnya mereka mati ditimpah pohon saat sedang melakukan kegiatan itu"


"kok ngeri sii pak, memangnya siapa yg menjaga kami pak" jawab ku penasaran


"aaah jalannya suda ketemu kalian tinggal lurus nanti ketemu jalan setapak yg kalian kemarin lewati"


"kalo begitu terimakasih ya pak, kami pamit dulu


assalamu'alaikum"


"ya sama-sama, waalaikumsalam"


saat sampai di kemah kami sepakat untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada anak-anak yg lain takut menimbulkan fitnah


beberapa teman ku bertanya dr mana aku hanya menjawab aku ketiduran dipondok tenda adik kelas


agar mereka tidak banyak tanya


kemah berakhir semua acara telah usai akhirnya kami pulang kerumah masing-masing, aku suda meman ojek langganan untuk menjemputku tapi ternyata ojeknya berhalangan datang, anak-anak suda banyak yg pulang


pak rio melihat aku yg sedikit Panik akhirnya mendekatiku


"ojek langganan, ngak bisa jemput pak"


" ya udah ayo naik, kamu saya antar"


"aaah saya nga enak pak rumah kita beda arah"


" kamu nga mau pulang"


"eeeh mau pak"


"ya udah ayo naik"


aku segera naik kemotor pak rio dijalan kami tak besua hanya sesekali pak rio melirik ku lewat kaca spion


kami tiba di rumah ku, aku menawari pak rio untuk mampir sebentar, tidak disangka dia mau mampir


alasannya juga mau kekamar kecil


didalam rumah ternyata ada mama yg suda siap2 berangkat kerja lagi


"eeh ci udah pulang"


"iya" jawab ku malas

__ADS_1


" ini siapa ci"


"temen ku"


" maaf tante saya mampir sebentar mau numpang ke kamar kecil"


"oh yaya silahkan tante juga mau pergi kerja, kamu buat kan minum dulu tamunya ya ci jgn dijutekin nga baik"


" hmmm"


"ya udah mama pergi ya, daaa anak mama cantik"


aku tak berekspresi hanya melihat mama nya saja


"ayo pak masuk, kamar mandinya ada di dapur sana, saya ganti baju dulu ya pak"


"iya ci"


setelah berganti baju aku buru-buru membuat kan pak rio teh dan segera menyusulnya ke ruang tamu


"cuma ada teh pak"


" makasih ya, kamu kenapa jutek banget sama mama mu dosa loh begitu ke org tua"


aku hanya menanggapi dgn senyuman saja


"kamu memang sering sendiri ya"


"iya pak kebanyakan sendirian dirumah, mama papa sibuk kerja"


"ya udah nanti saya yg temani kamu dirumah"


"haahaaa bapak bisa aja"


"saya serius, saya boleh sering main kerumah kamu"


"boleh kok pak, tp nanti pacar bapak marah gimana dong"


"saya nga punya pacar cici"


"aah masak?" jawab ku tak percaya


"beneran, kamu nga percaya sama saya"


"percaya kok pak"


handphone pak rio lalu berbunyi dia buru-buru menjawab telpon tersebut dan berjalan menjauhi saya


setelah telpon dimatikan pak rio akhirnya pamit pulang, katanya yg telpon tadi mama nya suruh cepat pulang,aku percaya saja

__ADS_1


__ADS_2