Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku
awal dari semua 2


__ADS_3

malam itu pak rio tiba-tiba mengubungi ku lewat chat WhatsApp


"cici"


"iya pak"


"lagi apa?"


"lagi tiduran, pak rio lg apa?"


"lagi mikirin kamu" kadang hanya dengan kata-kata ini wanita jadi melayang tinggi padahal itu hanya gombalan laki2 saja tanpa tulus dr hati


"aah pak rio bisa aja"


" belum tidur kamu?"


"belum pak, bapak sendiri"


" sama, oh ya denger-denger kamu pacaran sama ardi kakak kelas kamu itu ya"


"aah nga pak itu cuma gosip aja"


"eeh nga baik nga ngakuin gitu"


" beneran pak nga pacaran kok"


"terus kamu sukanya sama siapa"


"kalo sama pak rio gimana heeehee"


lama aku menunggu berharap pak rio balas chat ku tapi ternyata pak rio tak membalasnya , malah hanya dibacanya saja aku kecewa lalu buru-buru ku hapus chat yang terakhir itu

__ADS_1


hari ini ada jam kelas pak rio,


aku yang baru dari kantor mengantarkan buku keruang wali kelasku berjalan hendak kekelas malah dipanggilnya untuk membawakan buku yang dia bawa, padahal dia sendiri pun bisa membawa buku-buku tersebut terpaksa aku membawanya dan kami berjalan beriringan disaat selah tak ada siswa/ guru yg lewat pak rio sedikit menolah ke belakang dan bertanya


" kenapa kok chat yg terakhir dihapus"


aku malu setengah mati rasanya ingin kabur saja tak ingin menjawabi pertanya tersebut


" eeeh anu pak itu kepencet"


"oh ya, malam ini chatan lg mau"


"hmmm terserah pak rio aja"


" tp jangan dihapus lagi ya"


"heeheeee"


aaah ini membuat ku makim salah tingkah


kedekatan kami terus berlanjut tp aku yg kurang percaya kepada teman-teman sekelas menutup diri dan tidak mengumbar hubungan kami


gosip aku dan kak ardi pun kian meredah


malam ini kami akan mengadakan kemah untuk pelantikan anak2 baru maka kami sangat sibuk sekali mempersiap hal tersebut, untung nya ada pak rio yang selalu membantu ku jika aku sedang kebingungan menentukan sesuatu


"kenapa ci ada yang kurang"


"aku lupa pak kalau kita juga harus mempersiapkan tempat untuk anak2 mencari setangannya (sebutan dasi pramuka) anak2 yang lain pada sibuk mendirikan tenda, deka juga kayaknya lg keluar mempersiapkan api unggun"


"ya udah kamu sama saya saja mencari lokasi nya mumpung masi sore nanti malam keburu gelap kita tidak bisa memilih lokasih"

__ADS_1


" makasih ya pak"


akhirnya kami agak masuk kedalam permukiman warga mencari lokasih yang pas untuk acara malam nanti bertemulah kami disalah satu kebun warga awalnya si bapak pemilik kebun tak mengizinkan tapi setelah negosiasi pak rio akhirnya bapak pemilik kebun memperbolehkan kami


aku gembira bukan main lokasih tersebut sesuai dengan apa yang ku harapkan


"tapi ini nga gratis ya"


"bapak juga mau tips"


" hmmm nanti saya kasih tau kamu harus bayar pakek apa"


"oke deh pak asalkan bukan yg macem2"


" maksudnya yg macem2 gimana ci"


"eeeh nga kok pak"


setelah acara pengambilan setangan hujan deras turun semua anggota dan anak2 berhamburan mencari tempat berteduh tak disangka pak rio dan aku berlari ketempat yg sama


setelah sadar hanya kami yg berada di tempat tersebut kami hanya tertawa menertawakan kejadian yg tak sama sekali kami duga,


hujan agak reda anak2 mulai melanjutkan perjalan menujuh tempat kemah aku dan pak rio memilih belakangan takut nanti ada yang tersesat


setelah memastikan semua telah melanjutkan perjalanan aku dan pak rio ikut menyusul


jalan yang kami lewati memang agak gelap dan sedikit masuk kedalam hutan


kami berjalan dan asik mengobrol tak disangka jalan yang kami lewati semakin sempit dan makin gelap lampu daru rumah warga kini tak terlihat lagi awalnya aku tak memperhatikan itu tapi setelah melihat ada air terjun akhirnya kami sadar kalau kami suda salah jalur


aku sedikit takut dan mulai mendekatkan diri kepada pak rio karna menyadari aku yg sedang ketakutan akhirnya dia menggenggam erat tanganku dan mengajak ku memutar arah jalan

__ADS_1


reader Jangan lupa beri lovenya ya dan komen


__ADS_2