Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku
Dimana Dara


__ADS_3

"Sayang, sudahlah jangan terlalu di pikrkan terus, aku rasa dia pergi bersama kekasihnya, lagi pula bukannya kamu bilang kita datang ke sini untuk berbulan madu, eh, malah ngurusin madu kumal yang hilang pergi entah bersama siapa," cerocos Kamila.


Ini hari ke lima semenjak hilangnya Dara, semenjak Bagas pulang dari kantor polisi dan rumah sakit, Bagas jadi sering terdiam dan tak banyak bicara, mereka juka masih bertahan di villa, menunggu barangkali ada kabar baik dari pihak kepolisian yang juga belum menemukan keberadaan Dara sat ini.


Panji sang asisten juga tak luput dari imbasnya, karena permasalahan yang sedang di hadapi oleh tuannya itu, dia harus bolak balik ke Bali tempat kini Bagas berada dan juga harus menghandle semua urusan pekerjaan di Jakarta, karena Bagas belum juga mau kembali bekerja.


Ah, sungguh ini sama sekali bukan Bagas, dimana biasanya apapun permaslahannya, sebesar apapun masalah yang di hadapinya bagi Bagas pekerjaan adalah nomor satu dalam hidupnya, dia tak pernah mau kehilangan setiap sen dari keuntungan perusaannya, dia harus mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya karena dia pernah terhina saat menjadi orang yang tak mempunyai banyak harta, sehingga membuat Kamila berpaling darinya hanya karena dirinya yang di nilai tak cukup punya banyak uang.


"Diamlah, tutup mulut mu kalau kata-kata yang di ucapkan oleh mu hanya ucapan yang tak berguna, aku sudah bilang, kau boleh pulang ke Jakarta jika kau tak mampu membuat ku merasa tenang." ketus Bagas.


Oh iya, satu lagi,,, Sikap Bagas pada Kamila pun kini seperti terkesan ketus dan dingin, selain menyalahkan dirinya sendiri yang tak terlambat menemui Dara di rumah sakit, dia juga menyalahkan Kamila yang mencegahnya untuk melapor ke kantor polisi malam itu, andai saja malam itu dia mendatangi kantor polisi, mungkin dia masih bisa bertemu dan membawa istrinya itu pulang.


"Apa kau akan terus terpuruk memikirkan keberadaan istri mu yang entah masih hidup atau bahkan sudah mati,? Kau lupa kalau kau juga punya istri lain, aku juga istri mu, apa sebenarnya yang sangat kau bewratkan dengan istri kumal mu itu? Bukankah kau menikahinya hanya karena dia berwajah mirip dengan ku, lantas kalau ada wajah yang asli di hadapan mu ini, untuk apa kau masih memikirkan wanita tiruan itu, apa yang membuat mu sangat tergila-gila pada wanita itu sampai kau tak pernah menyentuh ku semenjak kita menikah?" Kamila akhirnya memuntahkan semua perasaan yang mengganjal di dalam dadanya yang selama ini dia tahan dan pendam, rasanya sakit sekali menjadi istri yang seolah tak di anggap keberadaannya, setiap hari, setiap saat yang ada di pikiran Bagas hanya Dara saja, seolah dunia Bagas hanya berputar di sekitar Dara yang bahkan sampai saat ini tak di ketahui kemana rimbanya itu.


"Panji, bawa dia pulang ke Jakarta sekarang juga, dan jangan ada yang mengganggu ku, aku ingin sendiri!" teriak Bagas.


Sungguh dia tak ingin berdebat dengan Kamila, karena jujur saja, apa yang di katakan Kamila itu beberapa ada benarnya juga, dirinya menikahi Dara hanya karena wajahnya yang mirip dengan Kamila, selain itu dia tak punya alasan lain untuk menikahinya, lantas tentang apa yang kini dirasakannya, dia pun tak tau apa penyebabnya sampai dia bisa se terpuruk ini saat istri kw nya itu menghilang begitu saja.

__ADS_1


"Maaf tuan, ada hal penting yang harus saya sampaikan pada anda," ucap Panji saat datang menemui Bagas karena teriakan bosnya itu.


"Saya sudah menemukan orang itu!" ucap Panji.


Deg,


Kamila yang berada di ruangan itu dan juga mendengar ucapan Panji merasa sangat kaget dan ketakutan, dia menebak-nebak siapa orang yang Panji maksud itu.


"Kerja bagus, dimana dia?" mata Bagas tiba-tiba berbinar.


Saat melakukan investigasi atas menghilangnya salah satu istri tuannya itu, Panji menemukan rekaman cctv dari pelabuhan, kalau Dara mendatangi pelabuhan itu dengan di bonceng sepeda motor, dan kini si pengendara sepeda motor itu sudah berhasil Panji temukan keberadaannya setelah selama berhari-hari mencarinya.


Bagas melihatnya dengan seksama, menyamakan wajahnya dengan wajah yang pernah dia lihat di rekaman cctv yang sepertinya sudah ribuan kali di putarnya demi melihat wajah Dara yang tak dapat dia lihat lagi.


Wajah pria itu memang benar-benar sama dengan pria yang berada di video.


"Siapa nama mu?" tanya Bagas terdengar dingin dan datar.

__ADS_1


"Wayan, tuan."


"Kenapa saat itu kau bersama istri ku ke pelabuhan?" bibir Bagas sepertinya saat ini sudah sangat terbiasa fasih saat menyebut Dara dengan sebutan istri ku.


Pria yang mengaku bernama Wayan itu melirik Kamila dengan ujung matanya, dia menyungginggkan senyum samar yang hampir tak dapat terbaca, tampat wajah Kamila yang saat ini sedang di liputi ketakutan yang amat kentara, namun mata wanita itu seraya menyampaikan sebuah permohonan terhadap pria bernama Wayan itu.


"Saya hanya tukang ojek tuan, saya akan mengantarkan siapapun yang meminta jasa saya, selama itu di bayar!" Kalimat terakhir pria itu seakan sengaja di ucapkan penuh penekanan, dan sejatinya kalimat itu dia tujukan untuk Kamila yang ikut mendengarkan semua percakapan orang-orang di dalam ruangan itu.


"Apa istri ku mengatakan sesuatu, aku lihat di rekaman cctv kalian seperti mengobrol sesaat setelah kalian sampai di pelabuhan, sebelum akhirnya istri ku pergi masuk ke pelabuhan." cecar Bagas seolah dia polisi yang sedang menginterogasi tersangka.


"Dia hanya mengatakan kalau dia hendak menemui seseorang di sebuah kapal, dan saya yang di tanya tentang kapal yang dimaksudnya mengatakan tidak tahu, lalu saya menyuruhnya untuk mencarinya ke dalam pelabuhan, itu saja. Setelah itu istri anda membayar ongkosnya dan saya pergi." urainya terdengar sangat tertata dan menguatkan kalau dirinya memang tak ada hubungan nya dan tak tahu menahu perihal kasus hilangnya Dara, selain dirinya yang hanya sebatas sebagai tukang ojek yang mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan.


"Shiiiiit!" pekik Bagas, dia mengusap kasar wajahnya, keterangan pria bernama Wayan itu sama sekali tak membantunya sama sekali dalam menemukan titik terang tentang kemana hilangnya Dara, atau paling tidak, menemukan alasan ada urusan apa Dara sampai mendatangi pelabuhan.


Sementara mengenai rekaman cctv ke arah mana atau ke kapal mana Dara masuk, dirinya maupun Panji tak dapat menemukannya, sehingga kini masih menjadi tanda tanya besar, siapa orang yang Dara temui di pelabuhan itu.


Lain halnya dengan Kamila, mendengar semua uraian yang di sampaikan pria bernama Wayan itu membuat hatinya sedikit lega dan darahnya kini bisa mengalir dengan normal kembali.

__ADS_1


"Tak ada bantuan gratis lagi setelah ini, bos menitip pesan agar anda segera membayar uang tutup mulut segera, atau masalah ini akan segera terbongkar!" bisik pria yang mengaku bernama Wayan itu pada Kamila, saat Bagas dan Panji sibuk berdiskusi.


__ADS_2