Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku
Yuk, di bongkar saja!


__ADS_3

"Bagas, apa-apaan ini, apa maksud dari semua ini? Ingat, aku sedang mengandung anak mu, kau tak bisa mengusir ku seenaknya begini!" Dengan tergagap Kamila menghampiri Bagas yang berdiri di dampingi Panji saat itu.


"Menjauh dari ku, dan jangan lagi bawa-bawa anak dalam perut mu untuk kau jadikan senjata," Bagas mundur menjauh dari Kamila yang semakin berusaha untuk mendekat padanya.


"Bagas, apa kau gila? Kau mau lari dari tanggung jawab mu? Pria macam apa kau yang tega mengusir wanita yang sedang mengandung anaknya?" Teriak Kamila murka, namun Bagas malah menghampiri Dara dan mengapit tangan istrinya yang selama empat hari ini tak di jumpainya itu, dirinya sangat merindukan wanita bermanik coklat terang itu, tapi dia memang terpaksa harus pergi beberapa hari demi untuk kehidupan mereka selanjutnya di hari esok dan seterusnya.


"Drama kekacauan apa lagi, ini?" Dara menarik tangannya dari genggaman suaminya, dia sungguh benar-benar tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi di hadapannya sekarang ini, rumah ini dan seisinya selalu memberinya kejutan-kejutan yang sama sekali tak pernah bisa di tebaknya.


"Tidak ada drama, tidak ada kekacauan, tapi ini awal yang baik dan membahagiakan untuk kehidupan keluarga kecil kita." Ujar Bagas dengan senyuman dan tatapan teduhnya yang lembut.


"Bagas, kau di butakan oleh perempuan palsu itu, perempuan yang hanya menjadi bayang-bayang ku, bukan dia yang kau inginkan tapi aku, tapi kau kini malah terjebak dalam perasaan cinta semu denganya sampai kau tega mengusir aku dan anak mu, kau biadab!" Kamila sudah berlinangan air mata saat mengatakan semua itu pada Bagas, menanti dan berharap Bagas iba, luluh dan mengurungkan niat untuk mengusirnya dari rumah itu.


"Cukup, berhenti menipu diri mu sendiri, bukan aku yang biadab, tapi kau ibu yang licik dan tak tau diri, jangan pernah sekali kali mengatakan kalau bayi itu anak ku, dia terlalu suci untuk di ajak berkomplot untuk membuat kebohongan besar dengan mu, dengan cara menipu ku."


"Bagas,,, kau bahkan kini tak mau mengakui anak ini sebagai anak mu?" Kamila membelalak tak percaya.

__ADS_1


"Bukan hanya tak mengakui anak dalam perut mu, tapi aku juga yakin kalau di malam saat aku mabuk itu, aku tak pernah melakukan apapun dengan mu, aku tak akan bertanya pada mu ataupun mencari tau siapa ayah dari anak yang ada dalam perut mu itu, tapi aku yakin kau pasti tau kalau bukan aku ayah dari anak mu!"


Panji menyodorkan sebuah amplop coklat berlogo rumah sakit besar dan terkenal di Singapura, setelah Bagas melirik ke arahnya dan memberikan kode untuk segera memberikan amplop itu pada Kamila.


"Apa ini?" Tanya Kamila seraya membuka amplop berisi dua lembar kertas putih dengan bertuliskan bahasa Inggris yang tentu saja dapat dia mengerti maksudnya.


"Aku melakukan tes paternitas, dan hasilnya menyatakan kalau bayi mu tidak ada kesamaan ginetik sama sekali dengan ku!"


(*Tes Paternitas atau di kenal juga sebagai penyidikan ginetik/DNA yaitu pengujian forensik yang melibatkan teknik biologi,molekul untuk mendapatkan profil DNA sejumlah materi uji yang merupakan bahan biologis. Profil DNA ini biasa di sebut sebagai sidik jari DNA)


"Oh ayolah Kamila, kita hidup di zaman modern, zaman serba canggih, dunia kesehatan juga sudah berkembang pesat, sudah tak lagi seperti di zaman batu dimana pemeriksan tes DNA hanya bisa di lakukan saat bayi sudah lahir, itu terlalu lama! Ada yang namanya tes paternitas prenatal noninvasif, dimana bisa di lakukan pada kehamilan trimester pertama, kita hanya perlu menjaga kesehatan si ibu sebelum melakukan tes, dan menjaga emosinya agar tidak stress, setelah itu, kita sudah bisa melakukan tes tersebut!" Urai Bagas panjang lebar.


(*Tes Paternitas Prenatal noninvasif : yaitu tes untuk menganalisis DNA janin yang di temukan dalam darah ibu hamil selama trimester pertama, dimana seorang spesialis laboratorium akan membandingkan informasi DNA janin dengan DNA dari sampel sel bakal calon ayah)


"Apa itu berarti semua kebaikan mu selama ini, ada sangkut pautnya dengan tes ini? Kau selalu memperhatikan makanan dan asupan gizi ku, bersikap manis pada ku, hanya karena agar aku bisa sehat untuk melakukan semua tes sialan ini!" Teriak Kamila mulai histeris, dia bahkan meremas kertas hasil tes di tangannya dan melemparkannya ke arah Bagas.

__ADS_1


Sungguh Kamila tak menyangka di balik semua perhatian dan sikap manis Bagas padanya itu hanya karena dia mempunyai tujuan tersendiri untuk dirinya, sakit! Jelas rasanya sangat sakit, di bodohi dengan segala sikap manis Bagas rasanya seperti di beri sebongkah besar emas saat berenang di lautan, menyenangkan,, tapi ternyata mematikan, karena tanpa sadar dia di tenggelamkan ke dasar lautan dengan tipuan kebahagiaan.


"Kau yang memulai semua kebohongan ini, aku hanya berusaha untuk menjaga keutuhan rumah tangga ku, melindungi anak dan istri ku, meski dalam perjalannya istri ku ikut menanggung luka karena harus merelakan suaminya berbagi perhatian dengan wanita lain, sebenarnya bukan kebohongan mu tentang pengakuan mu bahawa aku adalah ayah dari bayi mu, yang membuat ku sangat marah san kini sangat membenci mu, namun rasa sakit yang harus di terima oleh istri ku karena kebohongan mu yang tak bisa aku maafkan dari perbuatan mu itu." Urai Bagas tak kalah marahnya.


"Dan satu lagi,,, jika kau kira aku mencintai istri ku itu karena dia mirip dengan mu dan mengira kalau istri ku hanya menjadi bayangan mu saja, itu salah besar! Aku mencintainya bukan karena kemiripan wajahnya dengan mu, karena aku tertarik dan jatuh cinta pada hal lain yang di miliki istri ku dan tidak ada padamu, sebelum aku akhirnya menyadari kalau ada kemiripan wajah di antara kalian, tolong jangan terlalu percaya diri kalau aku tak bisa mencintai wanita lain selain diri mu!" Pungkas Bagas yang semakin membuat Kamila kalah telak, tak bisa berkata-kata lagi selain hanya diam menahan semua marah dan sakit hati yang tak bisa dia ungkapkan karena Bagas sudah teramat sangat menghina dirinya dengan sangat dalam.


Anwar dan Yati sudah membawa dua koper besar yang berisi semua barang -barang milik Kamila dari kamarnya.


"Semua sudah di bereskan tuan!" Ujar Anwar, hatinya sangat bersemangat dan ikut merasa senang dan lega saat akhirnya tuannya mengusir wanita yang hanya selalu memberi masalah dan kesulitan pada tuannya itu.


"Suruh dia pergi dan pastikan dia tak boleh menginjakan kakinya di rumah ini lagi, sampai kapan pun!" Tegas Bagas, yang lantas di angguki oleh Anwar dan Panji yang membantu membawakan koper milik mantan nyonyanya yang sudah terusir bukan hanya dari rumah itu tapi sepertinya benar-benar terusir dari hati Bagas.


"Sayang, sudah tak ada lagi yang menjadi alasan untuk kita berpisah, tolong jangan tinggalkan aku, jangan pisahkan aku dari Kai, aku butuh kalian, hidup ku hanya untuk kalian, aku tak tau bagaimana aku menjalani hidup jika kalian pergi, aku mohon!" Tatapan Bagas begitu sayu dan mengiba.


Dara yang sejak tadi hanya bisa menjadi penonton dalam drama perpisahan Bagas dan Kamila masih merasa syok berat, banyak hal-hal yang membuat dirinya sangat merasa bersalah pada suaminya karena tuduhan dan ribuan prasangka buruk yang di tujukan dirinya untuk suaminya atas kelakuan Bagas selama ini yang selalu di nilainya plin plan, tak konsisten, tak punya pendirian, lemah, namun semua akhirnya terjawab sudah, kalau semua yang di lakukan Bagas semuanya semata untuk mencari kebenaran dan mempertahankan keluarga kecilnya.

__ADS_1


Ah betapa Dara kini merasa sangat jahat pada Bagas yang ternyata rela membakar dirinya hanya demi untuk menghangatkan anak dan istrinya agar tak kedinginan.


__ADS_2