Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku
awal dari semua


__ADS_3

hari ini aku tak pergi kursus tubuhku panas, sepertinya aku demam, kedua orang tua ku tak pulang mereka hanya memberi tahu ku lewat WhatsApp, aku terbiasa seperti ini sendirian maka tak masalah bagi ku mereka pergi,


" assalamu'alaikum ci kamu dirumah" laki laki bertubuh tegap putih dan sedikit berisi itu


"waalaikumsalam iya yan"


" kamu ngak pergi kursus?"


"heeheee iya aku nga enak badan" jawab ku sambil memperlihatkan gigi ginsulku


"sekarang udah enakan?"


" udah ni, tadi minum obat masuk angin, yaa udah masuk yuk" iyan panggilan ku kepada nya agar lebih muda memanggilnya, aku mengajak iyan masuk kedalam kamar ku ya ku pikir itu tak masalah toh aku dan iyan memang suda lama kenal dan tidak masalah bagi ku membawa nya masuk kedalam kamar, tapi tibatiba iyan berhenti


" kamu sering ajak dia kekamar juga" tanya nya dengan penuh selidik


" ya ngak lah yan, gila kali bawah cowok lain kedalam kamar"


" terus aku boleh masuk kedalam kamar kamu?"


" kenapa? bukannya aku juga sering masuk kekamar kamu"


" kamu ngak takut aku apa-apain"

__ADS_1


" memangnya kamu mau ngapain, kalo kamu nga mau masuk ya udah"


" eeeh iya iya aku masuk"


kami lalu masuk kedalam kamar aku diatas kasur dan iyan hanya duduk dibawah sejenak kami terdiam lalu iyan mulai mencoba mengorek sesuatu


" kamu udah baikan"


" udah kok"


" kamu kenapa ngak cerita ke aku"


" semua berjalan cepat banget, aku juga tiba2 dapat kabar dan dia ngehubungi aku"


aku hanya tersenyum pura-pura tak masalah dengan apa yang ku alami


" gimana ceritanya" lanjut iyan


" jadiiiiiiiiii"


"ci liat tu guru baru" teriak teman ku nova dari depan kaca jendela


" ya tau" jawab ku singkat ya memang aku tidak tertarik sama sekali

__ADS_1


"keren juga ya, siapa ya namanya kepo ni aku"


" ya udah sana carik tau aja sendiri" ketus ku


" eeh ci dia kayaknya mau ngajar kekelas kita deh"


"hmmm"


dan benar dia masuk kedalam kelas kami ternyata dia guru b.ingris yang baru yg dibicarakan wali kelas kami kemarin


" selamat siang semua" suara laki-laki yang baru saja datang menyapa kami


"siang pak"


singkat cerita di memperkenalkan diri, kami pun ikut memperkenalkan diri tak ada yang aneh hanya saja dia lebih banyak melontarkan pertanyaan kepada ku dan sering bejalan-jalan kearah ku


aku menanggapi nya biasa dan tidak aneh sama sekali


satu bulan berlalu pak rio semakin dekat dengan anak2 didiknya tak terkecuali teman-teman ku yang mencari-cari cela perhatian pak rio


hingga pada waktu pelantikan pengurus pramuka yang baru aku terpilih menjadi ketua pramuka perempuan dan teman ku deka menjadi ketua pramuka laki-laki dan pembimbing kami yg baru yaitu pak rio, dari sinilah kedekatan kami bermula


semenjak aku menjadi pengurus dan pak rio menjadi pembimbing, kami menjadi semakin intens berkomunikasi bahkan kami suda mempunyai kontak satu sama lain, pak rio yang nota bene seorang bujangan dan aku gadis remaja yang suda mulai mengerti apa itu cinta akhirnya jatuh hati kepada nya, awalnya aku hanya menyimpan perasaan ini sendiri, karna ku pikir pak rio mana suka kepada gadis kecil seperti aku,

__ADS_1


hingga pada suatu waktu gosip kakak kelas kami ardi namanya menyatakan cinta kepada ku, gosip itu tersebar luas hingga terdengar oleh pak rio,


__ADS_2