Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku
Terimakasih!


__ADS_3

Hampir semua orang yang berada di bibir pantai hanya bisa terdiam tanpa berkata apapun, sungguh itu suatu kejadian yang sangat mengerikan, kapal itu terbakar habis di depan mata mereka yang menatap ke arah lautan di bawah guyuran hujan deras, sampai akhirnya kapal itu karam dan tak terlihat lagi di permukaan air.


Sudah tiga hari semenjak kejadian itu, tak ada kabar mengenai Kamila, pihak kepolisian memastikan kalau semua awak kapal itu tewas terbakar dan tak ada satupun yang selamat di antara mereka dan hasil investigasi mengatakan kalau kebakaran kapal itu terjadi akibat konsleting kelistrikan mesinnya, jadi semua itu murni kecelakaan.


"Aku masih tak bisa melupakan kejadian itu, semua masih terbayang jelas di mata ku, apa kita benar-benar telah sangat jahat pada Kamila, aku merasa kalau aku telah menjadi seorang pembunuh." Ujar Dara malam itu di sela-sela obrolannya sebelum tidur dengan Bagas.


"Sudahlah sayang, itu mungkin memang sudah jalan takdir hidup Kamila, kamu jangan terlalu banyak berpikir, pihak kepolisian bahkan sudah mengatakan kalau itu memang kecelakaan, berarti bukan kita yang menyebabkan tewasnya mereka." Kata Bagas sambil terus mengusap-usap kepala Dara, memberikan istrinya itu ketenangan


Semenjak kejadian meledaknya kapal itu, Dara memang menjadi sering melamun dan berpikir, dia juga selalu mengatakan kalau dirinya sangat merasa bersalah pada Kamila dan ketiga orang lainnya, dia sering di hantui rasa bersalah itu hampir setiap saat.

__ADS_1


Setahun, dua tahun, tiga tahun, semua kehidupan berjalan seperti bisanya, mereka menjalani hidup dengan bahagia dan sepakat untuk melupkan semua kenangan buruk yang terjadi pada kehidupan mereka sebelumnya, bersama putra mereka satu-satunya, Bagas dan Dara menongsong kehidupan dengan bahagia dan damai.


Dara sungguh menikmati hidupnya yang tak hanya bergelimang harta dan kemewahan, namun juga bergelimang kasih sayang dan kebahagiaan dari Bagas, apalagi putra mereka tumbuh dengan sehat dan sempurna, tmpan mewarisi garis wajah ayahnya, dan bermatacoklat muda mewarisi manik ibunya, anak mereka pun selalu di manjakan dengan berbagai kemewahan dan fasilitas yang lebih dari teman-temannya.


"Mas, sebaiknya kamu jangan terlalu memanjakan Kai, dia anak laki-laki, dia akan menjadi kepala keluarga nantinya, kamu juga harus mengajarka bagaimana cara mengelola perusahaan sejak sekarang, karena kelak, dia yang akan menjalankan semua urusan bisnis mu ini, dia sudah kuliah sekarang, tapi lihatlah, dia tak pernah serius dalam pelajarannya semenjak SMU, kita sudah tak muda lagi mas,sudah saatnya dia beljar bekerja." Protes Dara pada Bagas yang selalu saja memanjakan anak mereka, padahal usia putra mereka kini sudah menginjak 20 tahun.


"Siapa bilang kita sudah tua, kita masih muda, kamu saja masih terlihat cantik seperti ini, kita masih akan hidup beberapa ratus tahun lagi," canda Bagas yang rambutnya mulai memutih karena di makan usia itu, pria gagah itu usianya kini sudah hampir 54 tahun, tapi dia selalu merasa kalau dirinya masih muda, sementara Dara kini usianya sudah 39 tahun dan dia masih terlihat sangat cantik, membuat Bagas kadang sering cemburu jika ada pria yang lebih muda darinya melihat istrinya dengan tatapan yang mengagumi, karea memang wajah Dara masih terlihat awet muda.


Bagas yang terlalu memanjakan putra mereka,membuat Kai menadi sosok anak yang senang hiburan, foya-foya dan tak berminat sedikit pun dengan urusan perusahaan, selama ayahnya memberinya uang dengan cukup dia berpikir untuk menikmati harta kekayaan orang tuanya tanpa harus cape-cape bekerja.

__ADS_1


Sampai pa suatu hari, siang itu seperti kiamat bagi Dara maupun Kaisar, karena pihak kepolisia dan rumah sakit meneleponnya memberi kabar kalau Bagas terlibat kecelakaan dan meninggal di tempat, seketika dunia Dara dan Kai hancur, mereka seakan tak tau arah dan tujuan di tinggal Bagas yang selalu menjaga mereka, menyayangi, dan mendampingi mereka.


Kehilangan sosok Bagas memang suatu pukulan berat tersendiri, namun bukankah hidup harus tetap berjalan? Dara mencoba bangkit dan melanjutkan hidup, mulai mencoba belajar menjalankan perusahan yang di tinggalkan suaminya, demi anaknya, dia akan melakukan apapun demi Kaisar, dan Dara yakin kalau Bagas pun akan sangat bersedih di alam sana jika diriya terlalu lama terpuruk dalam kesedihan, karena waktu terus berjalan, dan hidup pun harus tetap berjalan.


Jika sebelumnya Dara mampu melewati semua ujian dan rintangan hidup yang tak bisa di katakan mudah, maka dia yakin jika di pun akan bisa menghadapi semua cobaan hidup kedepannya, meski dia harus menghdapinya sendirian, tanpa Bagas, tanpa belahan jiwanya yang tak bisa berjuang bersamanya lagi.


"Terimakasih mas, atas semua luka dan bahagi yang sudah kamu berikan pada ku, aku sangat bahagia pernah menjadi bagian hidup mu, aku bahagia pernah mempunyai partner hidup sehebat mu, tunggu aku di sana, kamu telah menyelesaikan tugas mu di dunia ini dengan sangat baik, aku akan menyelesaikan tugas ku dan menemui mu pada akhirnya, kita akan kembali bersama lagi, aku mencintai mu, mas." Gumam Dara di samping pusara suaminya yang tak pernah absen dia datangi setiap minggunya untuk dia kirimi bunga dan doa terindah.


***

__ADS_1


Terimakash semuanya sudah mengikuti ceriita ini sampai akhir, dan untuk cerita tentang Kaisar bisa di lanjut baca di cerita SANG BINTANG PENTAS, yuks mampir ke sana.


---END--


__ADS_2