
dr. RANIA ALATAS & RIO ASTRA, SP.d
aku langsung jatuh terduduk tau dari mana wanita itu tentang aku mengapa dia bisa kenal aku
banyak pertanyaan muncul di kepala ku
satu hal yg akhirnya aku simpulkan ternyata aku suda di permainkan oleh pak rio
hubungan ku dan pak rio tak pernah kami umbar di media sosial mana pun dr mana wanita itu tau tentang diri ku kalau bukan pak rio sendiri yg mengungkapkan nya
"ci kamu dimana, ini nasi gorengnya udah selesai"
telingaku menuli aku tak lg mendengar suara iyan yg memanggil2 dr tadi
" cici ngapain duduk di sini"
aku tak merespon panggilan iyan
aku masi saja tertunduk menangis tak bersuara rasanya tak sanggup menerima kenyataan yg bertubi-tubi ini aku suda di bodohi org yg paling ku percayai
iyan yg melihat aku tak merespon ikut duduk dan mengangkat dagu ku
iya kaget saat melihat wajah ku yg ternyata suda basah dengan air mata
" ci kamu kenapa" saat ditanya kenapa mendadak suara ku keluar aku menangis sejadi-jadinya
__ADS_1
iyan yg panik malah ikut kebingungan dan memeluk ku
"udah udah kamu kenapa sii siapa yg datang apa jangan-jangan laki-laki itu?" hardik iyan
aku masi tak menjawab dgn sedikit mengangkat tubuh ku iyan menuntunku ke arah sofa
"jawab ci kamu kenapa"
aku hanya memberikan undangan tersebut
" siapa yg ngasih ini"
" wa... wanita iiitu" jawab ku
" enga usah yan, udah aku udah tau aku paham dia emang dr awal nga mungkin milih aku, aku cuma pelampiasan sesaat dia, mungkin dia terpaksa sama aku"
"kamu jangan nangis lagi sakit tau nga aku lihatnya"
aku malah semakin menangis dan memeluk iyan sekitar 10 menitan akhirnya aku lelah menangis
"udah nangisnya" tanya iyan
"hmmm" jawab ku sembari mengelap air di hidung
"kamu janji sama aku ini yg terakhir kalinya kamu nangisin dia aku nga mau lihat atau pun dengar lg, oke"
__ADS_1
"iya aku janji, makasih ya udah nemenin aku"
" ya sama-sama yuk makan nasi goreng kamu udah jadi"
" pas banget aku jg udah laper banget"
dimeja makan kami tak berbicara apa pun, ku habiskan nasi goreng tersebut lalu setelah selesai iyan pamit pulang karna mamanya menelpon
aku tiba-tiba ingat lagi akan undangan itu ku ambil undangan yg ditaruh iyan di meja depan
buru-buru ku foto lalu ku buka kontak pak rio disana tertulis "sayangku rio" aku membacanya jijik benar benar jijik segera ku ganti dgn tulisan "pengkhianat" setelah ku save lalu ku kirimkan foto undangan yg barusan ku foto
lalu ku tulis pesan
"tak pernah ada yg abadi seperti cinta kita ku pikir cinta kita akan abadi hingga kita menua tapi ternyata aku salah, bagaimana akan abadi jika ternyata hanya aku saja yg cinta tapi kamu tidak, terimakasih kamu telah menyadarkan aku bahwa org yg terlihat baik pun belum tentu baik sama seperti kamu org yg terlihat mencintai ku pun belum tentu mencintai ku hanya terlihat tak membuktikan apa-apa, see you dihari pernikahan kamu. aku pasti akan datang"
segera ku tekan tombol send
aku tak berharap iya membalas nya cukup iya baca pun aku suda puas
tak disangka 10 menit kemudian pak rio menelpon ku aku ragu diangkat atau tidak
lalu
"hallo"
__ADS_1