Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku
belum tau siapa


__ADS_3

Setelah ketahuan memperhatikan wajahnya aku ngan bersuara lagi didalamm bus yang kami hanya diam hingga tiba dihalte entah yang keberapa dari tempat kami menunggu tadi dia mengajak ku turun


Dia sepertinya suda sangat hafal rute dikota ini, tak jauh dari halte ada café dia mengajak ku untuk duduk sambil menikmati secangkir coffe


“ kamu bisa minum kopi”


“nga usah kamu aja, aku nga biasa minum kopi”


Tak berbicara lagi dia malah masuk tak berselang lama dia kembali dan membawa dua cangkir


“ ini Cuma susu, minumlah mungkin kamu haus”


“eeh makasih ya” ternyata dia benar-benar orang baik gumam ku dalam hati


“kamu kesini mau kulia?”


“nga, Cuma mau jalan-jalan aja”


“kenapa carik apartemen?”


“ya mungkin aku bakal lama, mungkin juga aku mau cari kerja"


“kamu kabur ya?”


“nga kok Cuma mau cari suasana baru aja”


“ disini biaya hidup mahal, kamu bener-bener harus irit dan pilih-pilih berteman”


“hmm begitu ya,oh iya ini pusat kota ya?”


“bukan ini masi dipingirannya, kamu mau ke kota?”

__ADS_1


“ya aku mau keliling”


“susah jelasinnya yang pasti kamu harus ingat rute bus dan tempat kamu akan stop, kamu bisa pakek map, aah iya nomor mu belum aku aktifkan, mana sini handphone mu”


“oh iya aku hamper lupa”


Kami mengobrol bertukar cerita di café tersebut ternyata dia tak seperti ku bayangkan dia nyambung juga jika diajak ngobrol banyak pelajaran yang bisa aku ambil


Salah satunya tentang cara bertahan hidup dan gaya hidup orang-orang dinegara ini


Setelah berbincang-bincang kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ku piker kami berjalan akan sedikit jauh ternyata mungkin hanya beberapa meter apartemen yang dia sebutkan suda berada didepan mata, dia mengantarku untuk menemui pemiliknya dia sedikit fasi dalam berbahasa swedia entah apa yang dia kata kan dengan sipemilik tapi dia sempat bertanya


“berapa bulan kamu akan disini”


“tiga bulan mungkin” jawab ku


Sebenarnya aku tidak tau berapa bulan


Aku takut tak nyaman diapartemen tersebut jadi memtuskan hanya beberapa bulan


Sedikit kecil tapi mungkin aku akan nyaman didalam kamar hampir semua suda ada seperti kasur lemari meja kompor kursi tv kulkas dan yang lainnya


“nomor ku suda aku masukan jika kamu sedang butuh bantuan telpon saja aku”


“ oh ya makasih ya”


Jadi maksudnya aku harus ngehubungin dia duluan gitu aku mengerutuh dalam hati


“aku pamit dulu, kenalan ku yang tinggal disini sepertinya sedang pulang keindonesia, tapi nanti dia akan kembali kamu bisa kenalan sendiri”


“kamu nga mau masuk dulu, mungkin mau istirahat”

__ADS_1


“nga usah tadi udah istirahat di caffe”


“eeh iya juga ya”


Jadi alas an dia ngajak minum tea Cuma karna ngak mau bantu aku beres-beres lagi lagi aku berkata dalam hati


“Aku bakal memulai semuanya disini bersama apartemen ini mohon bantuannya ya


BISMILAH”


Aku suda seperti orang gila berbicara sendiri didalam apartemen kecil ini


Suda hamper 3 jam aku berkemas waa capek sekali aku tertidur entah suda beberapa jam


Aku terbangun karna cahaya matahari menyengat kulitku


Yaampun ini suda jam 9 pagi dan aku baru bangun tidur sangat lama aku tertidur sampai-sampai lupa waktu bahkan mandi makan malam pun aku lupa


Aku duduk dan merai ponsel ku kucari kontak dan menelponnya


“hallo”


“hai” jawab ku


“cici kamu kemana aja udah 3 hari baru ngabarin aku wa nga dibales”


“heehee maaf ian aku sedikit ada kendala disini “


“terus keadaan kamu gimana sekarang?”


“aku baik kok ian, ini udah tinggal diapartemen, nga besar si Cuma cukuplah buat aku”

__ADS_1


“alhamdulilah, syukurlah kalo gitu ci”


nga papa deh nga ada yg komen dan yg like cuma berapa biji mungkin someday bisa bejibut yg suka yang penting aku up terus heehee


__ADS_2