Tawanan

Tawanan
Bab 15


__ADS_3

Banyu masuk keruang kerja Gerhana tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia lalu duduk dengan santainya di sofa sambil memainkan game di gawainya


Gerhana melirik sejenak kemudian fokusnya kembali menatap tumpukan dokumen di depannya


"Pria tua itu meneleponku!" Ucap Banyu tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya


Gerhana mengernyit "Siapa?" Tanyanya


"Guntoro!"


Seketika Gerhana menghentikan aktifitasnya dan menatap lekat sahabatnya itu


"Kenapa lo liatin gue begitu?" Tanya Banyu heran melihat tatapan tajam sahabatnya itu


"Ngomong apa dia?" Tanya Gerhana seperti biasanya 'dingin'


"Dia pengen ketemu lo!" Banyu berucap santai


"Kapan?"


"Nanti malam jam 7 di famous kafe !"


"Gue nggak sudi ketumu dia!" Ucap Gerhana tegas kemudian kembali memeriksa dokumen-dokumen diatas meja kerjanya


"Temuin dia! Nanti dia pasti mikir kalau lo pecundang!" Ucap Banyu serius


"Maksud Lo?"


"Dia udah tau siapa pelaku penempakan dia dan istrinya!"


"Sial*an!" Gerhana mengumpat


***


Tepat jam tujuh malam, mobil mewah keluaran terbaru berwarna black metalic sudah terparkir sempurna diparkiran famous kafe


Gerhana dan Banyu berjalan dengan elegan memasuki kafe tersebut, para pelayan menunduk hormat saat melihat kedatangan sang Tuan Muda dan sahabatnya


Salah satu dari mereka kemudian mengantarkan Gerhana dan Banyu keruang khusus VIP tempat Guntoro menunggu mereka


Setelah Gerhana dan Banyu masuk, pelayan tersebut kemudian meninggalkan mereka


Gerhana dan Banyu duduk dengan Elegan di depan Guntoro, didepannya sudah tersaji berbagai macam hidangan yang telah dipesan Guntoro terlebih dahulu


"Minumlah kopinya! Disini terkenal dengan kopi yang paling enak di ibu kota!" Ucap Guntoro basa basi


"Tidak usah berbasa basi!" Ucap Gerhana dingin "Crpat katakan apa tujuan anda meminta saya datang kemari?"


"Makan dan minumlah dulu, apa kau tidak merindukan Om?" Guntoro bertanya seraya tersenyum hangat


"Saya tidak suka berteke-tele! Saya sangat sibuk!"


"Ternyata Hendra dan Henny mendidikmu dengan baik, hingga menjadikanmu pria yang tangguh!" Ucap Guntoro sambil menatap hangat Gerhana

__ADS_1


Gerhana diam tak menjawab


"Om tau kamu dendam dengan, Om! Karena kamu mengira Om lah yang telah membunuh orang tuamu!" Guntoro berucap sambil terus menatap Gerhana lekat


"Kau sama seperti ayahmu, sangat tampan dan tangguh. Sifat dingin yang ayahmu punya juga menurun kepadamu!" Ucapnya tersenyum


Gerhana masih diam tak ingin menjawab


"Apakah mungkin seorang yang sudah bersahabat sejak kecil tega membunuh sahabatnya sendiri? Sedangkan ia tau kalau sahabatnya mempunyai pria kecil seumuran putranya?


"Om bahkan tidak tau menau kenapa semua ini terjadi! Seandainya akulah pembunuhnya, lalu alasan apa aku tega menghabisi sahabatku dan istrinya dengan keji?" Ungkap Guntoro


Ucapan Guntoro seolah membuka luka lama yang susah payah Gerhana kubur dalam-dalam


Guntoro lalu menceritakan semua yang sebenarnya


Flashback On


Pagi itu Guntoro dan Baratha (Daddy Gerhana) sudah berjanji akan bertemu saat makan siang untuk membahas perihal bisnis yang sedang mereka jalin


Guntoro, Hendra dan Baratha sudah bersahabat sejak kecil. Bahkan mereka sudah selayaknya saudara


Saat masih dikantornya Guntoro mendapat telpon dari istrinya, Lusi yang mengabarkan bahwa orang tua Guntoro yang ada di Surabaya terkena serangan jantung secara mendadak dan saat ini sedang terbaring lemah diruang ICU


Guntoro lalu menghubungi Bara untuk membatalkan pertemuan mereka


"Assalamu'alaikum" Guntoro menyapa


"Wa'alaikumsalam, ada apa, Gun?"


"Kenapa, Gun? " Tanya Bara


"Papaku masuk rumah sakit, Bar! Dia kena serangan jantung! Aku dan keluarga akan segera terbang ke Surabaya"


"Baiklah, tidak masalah, Gun! Yang terpenting Papamu segera sembuh dahulu" Ucap Bara dengan bijak


"Sekali lagi maaf, Bar!"


"Tidak masalah,Gun! Sampaikan salamku untuk Om dan tante"


"Baiklah, nanti akan ku sampaikan"


"Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumsalam" Kemudian Guntoro mematikan sambungan teleponnya


Guntoro segera meninggalkan kantor dan segera pulang, lalu ia, Lusi dan juga Abi pergi ke Surabaya


Malam harinya Guntoro mendapatkan telpon bahwa Bara dan Sekar meninggal akibat ditembak. Yang lebih mengejutkan lagi ditempat kejadian ada barang bukti berupa dompet berserta isinya milik Guntoro yang telah lama hilang


Keesokan paginya Guntoro terbang kembali ke Jakarta untuk memenuhi panggilan dari pihak kepolisian, meninggalkan Lusi dan Abi di Surabaya berdua untuk menjaga Papanya


Guntoro menghadirkan saksi dimana dia saat kejadian penembakan itu terjadi dan bukti pembatalan pertemuan yang dijelaskan oleh sekretaris Bara dan Guntoro

__ADS_1


Serta barang bukti berupa dompet beserta isinya, itu memang benar dompet dan identitas Guntoro yang telah lama hilang, Guntoro memberikan bukti saat dia membuat berita kehilangan dompet berserta isinya dan mengganti semuanya dengan yang baru


Setelah menjalani penyelidikan selama tiga hari tiga malam, Guntoro dibebaskan karena terbukti tidak bersalah


Polisi masih mencari dalang penembakan tersebut hingga saat ini kasusnya belum ditutup


Flashback Off


Guntoro menjelaskan semua yang terjadi kepada Gerhana. Sedangkan Gerhana diam mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Guntoro


"Jika aku adalah pembunuhnya, apakah aku masih bisa menghirup udara bebas?" Guntoro bertanya dengan menatap Gerhana


"Kamu masih terlalu kecil untuk mengerti saat itu, kamu terlalu polos jadi dengan mudahnya menelan berita mentah-mentah" Ucap Guntoro


Benar yang dikatakan oleh Guntoro, dia masih terlalu kecil untuk mengerti! Ia masih terlalu polos karena termakan hasutan seseorang. Ya seseorang itu yang mengatakan bahwa Guntoro lah yang telah membunuh Daddy dan Mommy nya


Padahal selama ini Hendra dan Henny selalu mengatakan bahwa bukan Guntoro yang membunuh orang tuanya. Tapi karena sejak kecil dan masih polos gerhana sudah dicekoki berita bohong itu membuatnya tak mendengar ucapan Papa dan Mama angkatnya


"Jika bukan anda, lalu siapa? Kenapa hingga saat ini masih belum tertangkap?" Gerhana bertanya sambik menatap tajam lawan bicaranya


"Dia terlalu licik, untuk mudah tertangkap! Bahkan orang-orangku sampai saat ini belum menemukan titik terang" Terang Guntoro


Gerhana diam berfikir "Kerahkan orang-orangbkita untuk menyelidiki kasus ini dan minta keterangan kepada semua pelayan dirumah dulu" Ucapnya melirik Banyu disebelahnya


Banyu mengangguk kemudian dia mulai mengetik perintah untuk melakukan pertemuan dengan anak buahnya setelah ini


"Om tau kamu yang menculik Gendis! Om mohon bebaskan dia, Gerhana! Dia hanyalah gadi yatim piatu yang malang" Ucap Guntoro Sendu


"Sebelum pelaku yang sesungguhnya ketemu, jangan harap saya membebaskan gadis bisu itu!" Balas Gerhana kemudian bangkit dan meninggalkan Guntoro seorang diri


"Bagaimana caraku menyelamatkanmu, Nduk!" Guntoro berucap sendu


***


Banyu melajukan mobil yang ia kemudijan dengan kecepatan tinggi menuju markasnya. Setelah tiba ia dan Gerhana segera turun untuk memberikan tugas kepada anak buahnya


"Cari tau tentang semua kejadian penembakan 19 tahun yang lalu, kumpulkan semua bukti dan cari semua saksi untuk dimintai keterangan. Temukan segera pelakunya!" Ucap Gerhana dingin


"Baik, Tuan!" Ucap mereka kompak


"Kita lihat siapa yang lebih pintar,mungkin karena dulu gue masih kecil jadi nggak bisa cari tau tentang elo! Tapi gue pastikan sekarang elo bakal jadi mangsa para singa lapar!" Ucapnya dengan mengeratkan rahangnya


***


Ayo siapa yang bisa tebak siapa pembunuh orang tua Gerhana?


Yang jawabannya bener bakal Mawar kasih hadiah


Tapi nanti kalau jawabannya nggak ada yang tepat menurut Mawar, itu bukan karena Mawar nggak tepat Janji tapi karena memang cerita ini sudah Mawar susun jalan ceritanya, sama siapa aja penjahitnya


Eh penjahat maksud Mawar


Jawaban ditunggu sampai bab terungkap siapa sebenarnya, jadi setelah Mawar Up pelaku yang sebenarnya berarti main tebak-tebakannya udah ditutup

__ADS_1


Salam Sayang, jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2