
Gerhana dan Banyu sudah bersiap akan berangkat kekantor setelah sarapan. Tak lupa Gerhana untuk berpamitan terlebih dahulu pada istrinya
"Sayang, aku kekantor dulu, ya," ujarnya lalu mengecup kening Gendis, "ingat jangan kemana-mana!"
Gendis mengangguk lalu mencium tangan suaminya
"Udah buruan, Ge!" ujar Banyu kesal, "please lah, nggak usah selalu menodai mata jumblo gue dengan adegan romantis" cibir Banyu
Gendis tersenyum menanggapi, sedangkan Gerhana melirik tajam sahabatnya yang berubah menjadi super cerewet dan sirik itu
Gerhana segera masuk kedalam mobil dan disusul Banyu dibelakangnya, Exel segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Eh gue lupa, kalau kita dapet undangan ke pesta ulang tahun putri Tuan Regatra" Ujar Banyu ditengah perjalanan
"Kapan undangannya dateng?" Gerhana melirik Banyu dari pantulan kaca spion tengah
"Pas kita di England itu!" Tukas Banyu
Gerhana hanya mengangguk sebagai jawaban
"Jadi mau dateng nggak?" Ujarnya seraya menengok Gerhana, "kalau nggak dateng, nggak enak sama Tuan Regatra!"
"Kapan ulang tahunnya?" tanya Gerhana dengan malas, ia sangat malas untuk bertemu dengan Alice yang tak lain adalah putri Tuan Regatra
"Nanti malem," jawab Banyu santai
"Telpon Rico dan Yolanda," ujar Gerhana dingin, "suruh mereka datang kerumah dan makeover Gendis untuk nanti malam."
"Lo serius mau ngajak dia?" Banyu sedikit tak yakin dengan pria yang duduk dibelakangnya itu
"Iya, sekalian gue kenalin publik!" jawabnya mantap
Tanpa banyak komentar Banyu segera menelpon Rico dan Yolanda yang merupakan hair and fashion stylist Gerhana dan meminta mereka untuk segera datang
***
Setelah mendapatkan telpon dari Banyu, Rico dan Yolanda segera datang kerumah Gerhana dengan membawa beberapa asisten. Mereka bisa membayangkan bagaimana kejamnya Gerhana walau hanya telat satu menit
Mereka langsung dipersilahkan untuk kekamar Nyonya Muda, karena sebelumnya Banyu juga telah menelpon Bibi Keke untuk bersiap
Tok Tok Tok
Bibi Keke mengetuk pintu kamar Gerhana, tak lama kemudian seorang gadis menyembul dari balik pintu
Gendis mengernyit menatap dua orang asing yang berdiri dihadapannya
__ADS_1
"Nyonya, mereka adalah hair and fashion stylist yang akan mendandani anda," ucap Bibi Keke dengan sopan
Gendis bingung ada apa ini pikirnya
"Tuan Muda yang meminta mereka melakukan perawatan untuk anda, Nyonya"
Gendis mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk masuk, namun Bibi Keke mengajak Gendis untuk keruangan khusus SPA dilantai tiga, lantai yang bahkan belum pernah Gendis kunjungi
Gendis melakukan serangkaian perawatan, mulai dari massage, scrubs, masker seluruh tubuh, mandi susu, ratus, dan ear candles untuk tubuhnya, lalu berlanjut keperawatan wajah dari massage, facial, scrubs, masker dan merapikan alis
Setelah itu perawatan untuk mempercantik kukunya, berlanjut kerambutnya, sungguh jadi istrinya sultan itu luar biasa ribet pikir Gendis
Rico sedang asik menata rambut Gendis, ia buat sedemikian rupa agar terlihat manis seperti wajah Gendis
Sedangkan Yolanda sedang sibuk menyiapkan gaun yang cocok untuk Gendis kenakan, ia sudah diwanti-wanti oleh Gerhana agar tidak memilihkan baju yang terbuka, dengan alasan takut istrinya akan kedinginan, padahal ia tidak ingin keindahan tubuh Gendis dinikmati mata orang lain
Akhirnya pilihan Yolanda jatuh pada gaun berbahan brokat warna silver yang kontras dengan kulit Gendis yang berwarna putih
Setelah perawatan dan didandani selama berjam-jam akhirnya tepat pukul enam, Gendis sudah terlihat sangat sempurna bahkan bisa dipastikan jika ia akan lebih cantik dari pada siempunya ulang tahun
Exel telah memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Gerhana dengan sempurna, Gerhana turun disusul Banyu mengekor dibelakangnya. Ia segera menaiki tangga untuk bertemu istrinya
"Udah, lo mending mandi dulu, habis itu ganti sekalian gue tata rambut lo,"
"Gue mau liat istri gue bentar," tolak Gerhana
"Sabar!" Ujar Rico
"Sekarang, Ko!" ucapnya lalu nyelonong masuk kedalam
"Sejak kapan Gerhana bisa sedikit bersabar, Ko?" Banyu pun tiba-tiba nyelonong melewati Rico yang berdiri didepan pintu
Rico hanya bisa melongo menatap dua orang itu, "permisi dulu kek, apa kek! Bukan main nyelonong aja, dikira gue orang-orangan sawah kali!" Gumam Rico kesal
Rico segera masuk keruang ganti dan mengajak Gendis keluar bersama Yolanda yang menuntunnya karena Gendis agak kerepotan memakai sepatu hak
Baik Gerhana maupun Banyu hanya melongo karena terhipnotis dengan mahakarya Tuhan yang luar biasa didepan matanya. Rico melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Gerhana dan Banyu untuk menyadarkan mereka
"Gimana mahakarya gue dan Yolanda beserta team?" tanya Rico sambil mengedip-ngedipkan matanya
"Luar biasa!" ucap Banyu
__ADS_1
"Gimana, Ge?" Ucap Rico
"Kalian keluarlah sebentar!" ucap Gerhana setelah sadar dari keterkejutannya
"Jangan lo rusak dandanan yang udah gue bikin susah payah!" Tukas Rico memperingati
"Buruan!" Gerhana sedikit berteriak
Akhirnya mereka semua meninggalkan kamar Gerhana dan bersiap mengurus Banyu
Gerhana melangkah mendekati Gendis, semakin mengikis jarak diantara mereka. Membuat jantung Gendis hendak keluar dari tempatnya
Gerhana memeluk istrinya dan menikmati aroma tubuhnya yang terasa lebih wangi dari biasanya, aroma yang selalu membuatnya candu dan seolah ingin menerkam Gendis saat itu juga. Tapi Gerhana cukup bisa menahan diri agar tak melukai istri kecilnya
Ia selalu berusaha mengabaikan haknya sebagai suami, bukan tak ingin, ia hanya ingin membuat Gendis nyaman terlebih dahulu, selebihnya biarlah waktu yang akan menjawabnya
"Kamu wangi sekali, Sayang!" Ucap Gerhana setelah melepaskan pelukannya
Gendis tersenyum, "kita akan kemana, kenapa aku didandani seperti ini?" tulis Gendis mengungkapkan pertanyaan yang sedari tadi mengganjal dipikirannya
"Pesta ulang tahun, putri rekan bisnisku, Nyonya!" balas Gerhana
"Kenapa harus mengajakku, kamu pergilah sendiri! Aku tak ingin membuatmu malu" Tulisnya
"Tuan Muda tidak akan pergi kemanapun tanpa Nyonya Muda!" tegas Gerhana, "aku tidak akan merasa malu karena memilikimu, tapi aku sangat bersyukur bisa selalu ada disamping mu."
"Aku hanya takut mereka akan mengejekmu, Tuan!" Tulisnya, mimik wajah Gendis nampak sendu
"Dengarkan aku, Nyonya," Gerhana memegang pundak istrinya dan menatap matanya tajam, "mereka tidak akan berani mengejekku, dan jika ada yang mengejekmu, aku lah orang pertama yang akan membuat mereka menyesali perbuatannya seumur hidup."
Gendis diam tak menjawab, ia hanya takut jika nanti Gerhana akan dipermalukan karena memiliki istri yang cacat sepertinya.
"Janjiku pada Samuel akan menjaga dan melindungimu, menggantikan tugasnya selama ini," Gerhana menatap dalam manik hitam istrinya, "tidak akan ada yang berani menyentuhmu atau menyakitimu, percayalah"
Gendis akhirnya mengangguk, Gerhana segera mandi dan ganti didandani oleh Rico, sedangkan Yolanda sibuk memilih Jas yang senada dengan gaun istrinya
***
Halo gaes! Gimana kabar hari ini? Sehat?
Gimana udah ada yang bisa nebak siapa oenjahit yang sebenarnya belum? Clue nya itu masih berhubungan dengan masalalu Gendis.
Tak lelah Mawar selalu ngingetin untuk readers tercinta meninggalkan jejak, alasannya kenapa?
Karena yang pertama biar Mawar tambah semangat
__ADS_1
Yang kedua biar Mawar tau kalau yang baca itu manusia, bukan mb Kunti atau Mas Wowo yang sekarang punya android terus download apk MT/NT. Kan ngeri kalau mereka baca cerita Mawar yang kadang bikin nangis kadang bikin ketawa
Salam sayang dan peluk cium via online ya Gaes