Tawanan

Tawanan
Bab 52


__ADS_3

Jangan pernah memberikan penilaian hanya berdasarkan penampilan luarnya


Walau berwajah malaikat, tentu ada sisi iblis terselip dalam dirinya


Begitupun sebaliknya, walau berkelakuan hina, tentu masih ada sedikit sisi baik dalam dirinya


Mahen terbangun dari tidur panjangnya, bagaimana tidak panjang jika ia tidur dari sebelum jam sembilan malam dan bangun pukul dua belas siang


Matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya, matanya menyusuri seluruh bagian kamar itu


"Ini bukan kamarku!" Gumamnya dan ia ingat ini adalah kamarnya dirumah orang tuanya


Segera Mahen bangkit dan berjalan ke kamar mandi, ia mencoba untuk mengingat-ingat kejadian semalam, yang ia ingat hanya ketika ia dan Dian berada dimobil saat hendak mengantarkan Dian kembali kerumahnya setelah itu ia tak ingat apapun lagi


Setelah membasuh wajahnya, ia segera menuruni tangga dan melesat menggunakan mobilnya yang terparkir digarasi


Sesampainya dirumah ia lihat pintu rumah terkunci, padahal tidak biasanya Anggi pergi sendiri, segera ia membuka kunci dan masuk kedalam


Ia berjalan menuju kamarnya, "Kemana dia, tidak biasanya pergi sendiri" Gumamnya


Namun netranya menangkap beberapa lembar foto tercecer dilantai, ia segera berjongkok dan memunguti foto tersebut. Netranya membulat sempurna saat melihat siapa yang ada didalam lembaran kertas tersebut


Ia melihat ada kertas diatas meja rias Anggi, ia segera membuka dan membacanya perlahan. Air matanya jatuh bercucuran saat membaca surat dari istrinya


*Untukmu suamiku tersayang....


Maafkan aku yang tidak bisa menjadi istri yang sempurna untukmu


Maafkan aku yang terlalu mencintaimu, hingga hatiku terlalu sakit memikirkan akan berbagi hati dengan perempuan yang lain


Mungkin saat kau membaca ini aku sudah pergi jauh, membawa kenangan kita bersamaku


Biarlah ini menjadi cerita hidupku


Mungkin memang garis takdir kita seperti ini, jodoh kita hanya cukup sampai disini


Terimakasih karena sudah menjadi suami yang terbaik selama ini


Izinkan aku untuk terus mencintaimu dan mengenangmu sampai ujung napasku


Jaga dirimu baik-baik, jangan lupa ibadah, jangan sampai telat makan dan ingat jangan menaruh baju kotor disembarang tempat


Terkadang, seseorang memikih pergi bukan karena cintanya yang telah dahulu pergi


Namun terkadang, keadaanlah yang memaksanya menjauh


^^^Istrimu, yang akan selalu menyayangimu^^^


Mahen terduduk lemas membaca surat istrinya, hatinya ikut hancur bersama cintanya yang telah pergi


"Maafkan aku, ini semua salah paham, aku dijebak, Sayang!" Lirihnya dengan bulir bening yang terus meluncur bebas


Setelah bisa mengendalikan dirinya, Mahen segera menyambar kunci mobil dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju kediaman keluarga Dian

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Mahen telah terparkir sempurna dihalaman rumah mewah milik keluarga Dian. Mahen segera turun dari mobilnya dengan tergesa


"DIAN!" Teriak Mahen, sebelumnya ia tak pernah semarah ini kepada siapapun. Namun hari ini kesabaranya benar-benar diuji oleh Dian, hingga tak bisa lagi mengontrol emosinya. Bukan tentang dirinya, tapi ini tentang istrinya


Para pelayan berhamburan keluar untuk menemui Mahen, mereka benar-benar ketakutan saat melihat Mahen yang biasanya lembut dan hangat kini terliihat begitu menakutkan


"KELUAR KAU DIAN!" Mahen kembali berteriak, wajahnya sudah merah padam karena amarah


Dian menuruni tangga, wajahnya sudah berubah pucat pasi melihat pria yang dicintainya berubah menjadi sosok yang berbeda


"Jelaskan apa maksud semua ini, Dian!" Mahen melemparkan foto ditangannya tepat diwajah Dian


Dian memunguti foto-foto tersebut yang jatuh berserakan, ia tidak menduga jika Mahen akan mengetahui perihal foto tersebut


"Jelaskan, Dian!" Geram Mahen penuh penekanan


"I iii itu, a aa anu, a aaku ti tidak tau, Mahen!" Jawabnya terbata, tubuhnya sudah gemetaran


"Cepat katakan, atau aku bisa berbuat sesuatu yang tidak pernah terpikir olehmu!" Ancamnya penuh penekanan


Air mata Dian sudah tidak bisa dibendung lagi


"Jangan oernah tunjukkan air mata buayamu itu didepanku!" Mahen sudah benar benar kehilangan kesabarannya


"Ada apa ini, Mahen, Merry?" tanya Baratha yang baru pulang dari kantor


Jika dikeluarganya, Dian lebih akrab disapa Merry


Baratha menatap tajam adik satu-satunya itu, "jelaskan, Merry!" Tegasnya


Dian lalu menceritakan semuanya kepada Mahen dan Baratha kalau semua rencana jahat ini adalah ide Ratri yang tak lain adalah ibu kandung Mahen


"Aku hanya mengikuti saran Tante Ratri, Kak," ujarnya terisak


Mahen tak habis pikir dengan kelakuan Mamanya, setelah mendengar semua penuturan Dian, ia pergi meninggalkan kediaman Baratha dan melaju menuju rumah orang tuanya


Kemarahan Baratha benar-benar memuncak, ia tak menyangka adik kandungnya bisa berbuat sekeji itu karena cinta


Plaakk


Ia menampar Dian dengan keras, dadanya naik turun karena emosi yang membuncah


"Sekarang kemasi baju-bajumu dan pergi dari sini!" Teriak Baratha


"Aku tidak sudi mempunyai adik jalang sepertimu!"


Baratha langsung memanggil Hendra yang tak lain adalah sahabat sekaligus asistennya


"Tarik semua fasilitas Merry, ambil semua kartu debit dan kreditnya, mobil, handphone, dan semua baeang berharga yang melekat di dirinya!" Tegas Baratha


Hendra menurut dan mengambil semua fasilitas Dian dan mengusirnya dengan tidak hormat, Baratha melakukan semua ini agar Dian bisa menyadari kesalahanya dan bisa berfikir dewasa serta menurunkan egonya


Dian berjalan tertatih tak tentu arah dengan air mata yang terus mengalir, ia berjanji akan membalas semua yang sudah dilakukan Baratha dan Mahen padanya

__ADS_1


***


Mahen memarkirkan mobilnya dihalaman rumah orang tuanya, ia segera turun dan mencari Mamanya. ternyata Mama dan Papanya serta sibungsu sedang duduk diruang keluarga


Mahen berjalan tergesa menghampiri Mamanya. Ia menatap tajam wanita yang telah melahirkannya itu


"Apa yang sudah mama lakukan padaku dan istriku?" Tanya Mahen penuh penekanan


Wajah Ratri seketika pias, ia tak menyangka putranya akan semarah ini


"Jawab, Ma!" Mahen membentak Ratri


"Mahen, jaga ucapanmu, dia itu ibumu!" Sela Teguh


"Apa papa tau dengan yang sudah dilakukan wanita ini?" Tanya Mahen dengan sendu, Mahen lalu menceritakan semuanya kepada Papanya


"Benar yang dikatakan Mahen, Ma?" Tanya Teguh menatap tajam istrinya


Ratri hanya bisa mengangguk dengan lelehan air mata yang menganak sungai


"Mulai sekarang, jangan pernah menganggapku anak!" Ucap Mahen penuh penekanan, "Mahenmu telah mati bersama Anggi yang pergi!" lanjutnya hendak melangkah pergi


Langkah Mahen terhenti kala suara jeritan adik bungsunya memanggil Papanya


"Papa!" Teriak sibungsu


Mahen berlari menghampiri papanya yang pingsan, dengan segera ia membawa papanya menuju rumah sakit. Ia terpaksa harus menunda untuk mencari Anggi dikarenakan merawat Papanya selama dirumah sakit


***


Dian menemui sahabatnya yang tak lain adalah seorang g*rmo, ia terpaksa harus menjual diri agar bisa bertahan hidup. Awalnya sang sahabat menolak dengan tegas namun setelah Dian menceritakan semuanya, akhirnya ia mwngiyakan permintaan Dian


Dian pergi ke kampung halaman Anggi, bukan untuk meminta maaf tapi malah semakin membuat lubang besar jarak antara Mahen dan Anggi


"Aku akan segera menikah dengan Mahen, dan ku harap kau sadar diri untuk pergi sejauh mungkin dari kehidupan Mahen!" Ucapnya dengan wajah sinis dihadapan Anggi


Anggi hanya bisa menangis mendengar kabar bahwa laki-laki yang paling ia sayangi setelah ayahnya akan menikah lagi


"Kami saling mencintai, dan kuharap kau bisa sadar diri!"


Sungguh ucapan Dian bagai bongkahan batu yang menghantam dadanya, hatinya terasa sakit, sakit yang teramat dalam, dadanya terasa sesak. Air matanya sudah tak terbendung lagi


"Dan anak yang ada didalam kandunganmu itu, akan Mahen ambil setelah lahir," ucapnya dengan seringai iblisnya, "kau tau bagaimana kejamnya ibu tiri?" Lanjutnya menakuti Anggi


Anggi menunduk menatap perut ratanya, ia tak akan rela jika anaknya harus dibawa dan diurus oleh wanita iblis seperti Dian


Dan darimana Dian tau kalau Anggi sedang hamil, jawabannya adalah ia hanya asal menebak. Dan dari raut wajah yang ditunjukkan Anggi, bahwa benar ia sedang hamil


***


Jangan lupa jejak ya readers biar Mawar tambah semangat up nya


Salam sayang untuk kalen semua, peluk ciun via online🤗😘

__ADS_1


__ADS_2