
Jangan pernah memberikan penilaian hanya berdasarkan penampilan luarnya
Walau berwajah malaikat, tentu ada sisi iblis terselip dalam dirinya
Begitupun sebaliknya, walau berkelakuan hina, tentu masih ada sedikit sisi baik dalam dirinya
Mahen terbangun dari tidur panjangnya, bagaimana tidak panjang jika ia tidur dari sebelum jam sembilan malam dan bangun pukul dua belas siang
Matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya, matanya menyusuri seluruh bagian kamar itu
"Ini bukan kamarku!" Gumamnya dan ia ingat ini adalah kamarnya dirumah orang tuanya
Segera Mahen bangkit dan berjalan ke kamar mandi, ia mencoba untuk mengingat-ingat kejadian semalam, yang ia ingat hanya ketika ia dan Dian berada dimobil saat hendak mengantarkan Dian kembali kerumahnya setelah itu ia tak ingat apapun lagi
Setelah membasuh wajahnya, ia segera menuruni tangga dan melesat menggunakan mobilnya yang terparkir digarasi
Sesampainya dirumah ia lihat pintu rumah terkunci, padahal tidak biasanya Anggi pergi sendiri, segera ia membuka kunci dan masuk kedalam
Ia berjalan menuju kamarnya, "Kemana dia, tidak biasanya pergi sendiri" Gumamnya
Namun netranya menangkap beberapa lembar foto tercecer dilantai, ia segera berjongkok dan memunguti foto tersebut. Netranya membulat sempurna saat melihat siapa yang ada didalam lembaran kertas tersebut
Ia melihat ada kertas diatas meja rias Anggi, ia segera membuka dan membacanya perlahan. Air matanya jatuh bercucuran saat membaca surat dari istrinya
*Untukmu suamiku tersayang....
Maafkan aku yang tidak bisa menjadi istri yang sempurna untukmu
Maafkan aku yang terlalu mencintaimu, hingga hatiku terlalu sakit memikirkan akan berbagi hati dengan perempuan yang lain
Mungkin saat kau membaca ini aku sudah pergi jauh, membawa kenangan kita bersamaku
Biarlah ini menjadi cerita hidupku
Mungkin memang garis takdir kita seperti ini, jodoh kita hanya cukup sampai disini
Terimakasih karena sudah menjadi suami yang terbaik selama ini
Izinkan aku untuk terus mencintaimu dan mengenangmu sampai ujung napasku
Jaga dirimu baik-baik, jangan lupa ibadah, jangan sampai telat makan dan ingat jangan menaruh baju kotor disembarang tempat
Terkadang, seseorang memikih pergi bukan karena cintanya yang telah dahulu pergi
Namun terkadang, keadaanlah yang memaksanya menjauh
^^^Istrimu, yang akan selalu menyayangimu^^^
Mahen terduduk lemas membaca surat istrinya, hatinya ikut hancur bersama cintanya yang telah pergi
"Maafkan aku, ini semua salah paham, aku dijebak, Sayang!" Lirihnya dengan bulir bening yang terus meluncur bebas
Setelah bisa mengendalikan dirinya, Mahen segera menyambar kunci mobil dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju kediaman keluarga Dian
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Mahen telah terparkir sempurna dihalaman rumah mewah milik keluarga Dian. Mahen segera turun dari mobilnya dengan tergesa
"DIAN!" Teriak Mahen, sebelumnya ia tak pernah semarah ini kepada siapapun. Namun hari ini kesabaranya benar-benar diuji oleh Dian, hingga tak bisa lagi mengontrol emosinya. Bukan tentang dirinya, tapi ini tentang istrinya
Para pelayan berhamburan keluar untuk menemui Mahen, mereka benar-benar ketakutan saat melihat Mahen yang biasanya lembut dan hangat kini terliihat begitu menakutkan
"KELUAR KAU DIAN!" Mahen kembali berteriak, wajahnya sudah merah padam karena amarah
Dian menuruni tangga, wajahnya sudah berubah pucat pasi melihat pria yang dicintainya berubah menjadi sosok yang berbeda
"Jelaskan apa maksud semua ini, Dian!" Mahen melemparkan foto ditangannya tepat diwajah Dian
Dian memunguti foto-foto tersebut yang jatuh berserakan, ia tidak menduga jika Mahen akan mengetahui perihal foto tersebut
"Jelaskan, Dian!" Geram Mahen penuh penekanan
"I iii itu, a aa anu, a aaku ti tidak tau, Mahen!" Jawabnya terbata, tubuhnya sudah gemetaran
"Cepat katakan, atau aku bisa berbuat sesuatu yang tidak pernah terpikir olehmu!" Ancamnya penuh penekanan
Air mata Dian sudah tidak bisa dibendung lagi
"Jangan oernah tunjukkan air mata buayamu itu didepanku!" Mahen sudah benar benar kehilangan kesabarannya
"Ada apa ini, Mahen, Merry?" tanya Baratha yang baru pulang dari kantor
Jika dikeluarganya, Dian lebih akrab disapa Merry
Baratha menatap tajam adik satu-satunya itu, "jelaskan, Merry!" Tegasnya
Dian lalu menceritakan semuanya kepada Mahen dan Baratha kalau semua rencana jahat ini adalah ide Ratri yang tak lain adalah ibu kandung Mahen
"Aku hanya mengikuti saran Tante Ratri, Kak," ujarnya terisak
Mahen tak habis pikir dengan kelakuan Mamanya, setelah mendengar semua penuturan Dian, ia pergi meninggalkan kediaman Baratha dan melaju menuju rumah orang tuanya
Kemarahan Baratha benar-benar memuncak, ia tak menyangka adik kandungnya bisa berbuat sekeji itu karena cinta
Plaakk
Ia menampar Dian dengan keras, dadanya naik turun karena emosi yang membuncah
"Sekarang kemasi baju-bajumu dan pergi dari sini!" Teriak Baratha
"Aku tidak sudi mempunyai adik jalang sepertimu!"
Baratha langsung memanggil Hendra yang tak lain adalah sahabat sekaligus asistennya
"Tarik semua fasilitas Merry, ambil semua kartu debit dan kreditnya, mobil, handphone, dan semua baeang berharga yang melekat di dirinya!" Tegas Baratha
Hendra menurut dan mengambil semua fasilitas Dian dan mengusirnya dengan tidak hormat, Baratha melakukan semua ini agar Dian bisa menyadari kesalahanya dan bisa berfikir dewasa serta menurunkan egonya
Dian berjalan tertatih tak tentu arah dengan air mata yang terus mengalir, ia berjanji akan membalas semua yang sudah dilakukan Baratha dan Mahen padanya
__ADS_1
***
Mahen memarkirkan mobilnya dihalaman rumah orang tuanya, ia segera turun dan mencari Mamanya. ternyata Mama dan Papanya serta sibungsu sedang duduk diruang keluarga
Mahen berjalan tergesa menghampiri Mamanya. Ia menatap tajam wanita yang telah melahirkannya itu
"Apa yang sudah mama lakukan padaku dan istriku?" Tanya Mahen penuh penekanan
Wajah Ratri seketika pias, ia tak menyangka putranya akan semarah ini
"Jawab, Ma!" Mahen membentak Ratri
"Mahen, jaga ucapanmu, dia itu ibumu!" Sela Teguh
"Apa papa tau dengan yang sudah dilakukan wanita ini?" Tanya Mahen dengan sendu, Mahen lalu menceritakan semuanya kepada Papanya
"Benar yang dikatakan Mahen, Ma?" Tanya Teguh menatap tajam istrinya
Ratri hanya bisa mengangguk dengan lelehan air mata yang menganak sungai
"Mulai sekarang, jangan pernah menganggapku anak!" Ucap Mahen penuh penekanan, "Mahenmu telah mati bersama Anggi yang pergi!" lanjutnya hendak melangkah pergi
Langkah Mahen terhenti kala suara jeritan adik bungsunya memanggil Papanya
"Papa!" Teriak sibungsu
Mahen berlari menghampiri papanya yang pingsan, dengan segera ia membawa papanya menuju rumah sakit. Ia terpaksa harus menunda untuk mencari Anggi dikarenakan merawat Papanya selama dirumah sakit
***
Dian menemui sahabatnya yang tak lain adalah seorang g*rmo, ia terpaksa harus menjual diri agar bisa bertahan hidup. Awalnya sang sahabat menolak dengan tegas namun setelah Dian menceritakan semuanya, akhirnya ia mwngiyakan permintaan Dian
Dian pergi ke kampung halaman Anggi, bukan untuk meminta maaf tapi malah semakin membuat lubang besar jarak antara Mahen dan Anggi
"Aku akan segera menikah dengan Mahen, dan ku harap kau sadar diri untuk pergi sejauh mungkin dari kehidupan Mahen!" Ucapnya dengan wajah sinis dihadapan Anggi
Anggi hanya bisa menangis mendengar kabar bahwa laki-laki yang paling ia sayangi setelah ayahnya akan menikah lagi
"Kami saling mencintai, dan kuharap kau bisa sadar diri!"
Sungguh ucapan Dian bagai bongkahan batu yang menghantam dadanya, hatinya terasa sakit, sakit yang teramat dalam, dadanya terasa sesak. Air matanya sudah tak terbendung lagi
"Dan anak yang ada didalam kandunganmu itu, akan Mahen ambil setelah lahir," ucapnya dengan seringai iblisnya, "kau tau bagaimana kejamnya ibu tiri?" Lanjutnya menakuti Anggi
Anggi menunduk menatap perut ratanya, ia tak akan rela jika anaknya harus dibawa dan diurus oleh wanita iblis seperti Dian
Dan darimana Dian tau kalau Anggi sedang hamil, jawabannya adalah ia hanya asal menebak. Dan dari raut wajah yang ditunjukkan Anggi, bahwa benar ia sedang hamil
***
Jangan lupa jejak ya readers biar Mawar tambah semangat up nya
Salam sayang untuk kalen semua, peluk ciun via online🤗😘
__ADS_1