
Exel mengemudikan mobil selayaknya pembalap F1, Gerhana sudah sangat gusar sedari tadi, pikirannya kacau memikirkan hal yang tidak-tidak.
"Stop, Xel!" teriak Banyu
Ciiiit
Seketika Exel menghentikan laju mobilnya, membuat Gerhana terpentok jok didepannya
"Itu mobil yang dikemudikan Max!" ucap Banyu
Gerhana segera turun disusul oleh Exel dan Banyu, Gerhana berlari mendekati mobil tersebut. Seketika ia mematung saat hampir mencapai mobil yang dikemudikan Max, wajahnya berubah pacat pasi menyaksikan mobil yang ditumpangi istrinya menabrak pohon
Sama halnya dengan Gerhana, Exel dan Banyu pun sama terkejutnya, namun Exel bisa segera mengatasi rasa terkejutnya. Exel segera mendekati mobil tersebut dan...
"Maaaax!" Teriak Exel, ia benar-benar tak percaya melihat kondisi sahabatnya itu
Teriakan Exel menyadarkan Gerhana dan Banyu, segera mereka berlari mendekat. Hati mereka seketika menciut melihat kondisi Max dan Mela, mereka terkapar ditanah dengan darah segar menggenang disekitarnya
Gerhana segera memeriksa mobil untuk mencari istrinya, namun tak ia temui disana. Pikirannya semakin kacau saat melihat kaca jendela bagian penumpang yang hancur, tapi bukan karena kecelakaan
Ia segera menghampiri Max, "cepat panggil ambulance!" teriaknya
Banyu yang sedari tadi seperti orang linglung dengan gemetaran segera menelpon ambulan
"Tidak ada waktu untuk menunggu ambulan, sekarang ayo kita bawa mereka!" ucap Banyu panik
Saat akan dibopong oleh Banyu, tiba-tiba jemari Mela bergerak, "mereka membawa Nyonya Muda!" ucapnya kemudian kembali tak sadarkan diri
Exel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit terdekat. Banyu sedari tadi menghubungi para pengawal untuk mencari keberadaan Nyonya Muda.
***
Dilain tempat, Hendra dan Henny sedang makan malam bersama dengan Guntoro dan Lusi, tidak bisa dipungkiri bahwa mereka semua bersahabat termasuk dengan Daddy dan Mommy Gerhana
Mereka bercakap-cakap membicarakan banyak hal, termasuk membahas masalah Gerhana dan Banyu yang sempat hendak membunuh Guntoro dan Lusi kala itu
"Aku benar-benar menyesal karena mereka melakukan hal itu kepada kalian!" ucap Hendra dengan mimik wajah yang sendu
"Benar, kami sungguh tidak menyangka jika putra kami sampai tega melakukan itu kepada kalian." Henny menimpali
"Sudahlah," balas Lusi, "toh kami juga tidak apa-apa, ya kan Pa?" Lanjutnya seraya melirik Guntoro
__ADS_1
"Iya, kami sudah melupakannya," tukas Guntoro, "yang kami sesalkan adalah dia tetap tidak membebaskan Gendis, yang notabene nya adalah bukan siapa-siapa."
Guntoro dan Lusi belum mengetahui perihal pernikahan Gerhana dan Gendis, karena memang Gerhana masih belum mengumumkannya didepan publik, bukan karena malu, tetapi lebih ke keselamatan Gendis sendiri
Setahu keluarga Guntoro, Gendis masih menjadi tawanan Gerhana. Keluarga guntoro hingga saat ini masih terus menyelidiki perihal kematian sahabatnya yang tak lain adalah orang tua Gerhana, namun hasilnya masih sangat nihil
Abimana masih terus mencaritahu tentang kejadian 19 tahun silam, yang menimpa orang tua Gerhana. Dengan harapan jika pelaku yang sebenarnya telah ditemukan, maka Gendis bisa dibebaskan
Hendra dan Henny saling melirik, mereka masih belum tahu jika Guntoro dan Lusi belum mengetahui jika sekarang Gendis adalah Nyonya Gerhana
"Gendis itu hanya seorang yatim piatu," timpal Lusi sendu, "dia gadis yang baik dan penurut." Lanjutnya menerawang, mengingat betapa Gendis adalah seorang gadis yang malang
"Agaknya kalian belum tau sesuatu," sela Henny
Guntoro dan Lusi menatap Henny meminta penjelasan
"Gerhana sudah menikahi Gendis," ucap Hendra
Sontak jawaban Hendra membuat Lusi dan suaminya semakin melotot tak percaya
"Sudah lebih dari empat bulan mereka menikah." Ujar Henny
"Gerhana memperlakukan Gendis dengan sangat baik," ujar Henny, "seiring berjalannya waktu, cinta itu tumbuh dan bersemi diantara mereka."
Lusi masih serasa tak percaya dengan penuturan sahabatnya itu
"Jangan karena dia adalah putramu lalu kamu menyembunyikan suatu kebenaran." Selidik Lusi dengan memincingkan matanya
"Sungguh," jawab Henny serius menatap Lusi, "aku melihat cinta yang begitu besar dimata putraku."
"Kami tidak akan menyembunyikan apapun, karena memang putra kami sangat mencintai Gendis." Hendra ikut membenarkan
Saat tengah berbincang, tiba-tiba ponsel Hendra berdering. Ia segera menggeser icon hijau dilayar ponselnya setelah melihat kalau Banyu yang sedang menelponya
"Assalamu'alaikum" sapa Hendra
"Wa'alaikumsalam," jawab Banyu dengan suara bergetar, "Pa, Gendis diculik!"
Hendra menjatuhkan ponselnya karena terkejut
"Pa, ada apa?" tanya Henny seraya memungut ponsel suaminya
__ADS_1
Henny mendengar jika sambungan telponnya belum diakhiri, ia segera melihat layar ponsel suaminya lalu mendekatkan ponsel tersebut ketelinganya
"Halo, ada apa Banyu?" tanya Henny
"Gendis diculik, Ma!" suara Banyu benar-benar panik
"Mana mungkin!" tegas Henny tak percaya, "Mama dan Papa sudah menyiapkan makan malam romantis untuk Gendis dan Gerhana, dan sekarang kamu bilang kalau Gendis diculik! Jangan bercanda!"
"Ini serius, Ma!" tegas Banyu, "sekarang Max dan Mela sedang ditangani di ruang UGD, karena menderita luka tusuk yang cukup serius."
Dunia Henny seketika hancur kala mendengar menantunya diculik, semua yang telah dia siapkan dengan matang kenapa malah jadi seperti ini. Makan malam romantis kenapa berubah menjadi malam berdarah
Henny memutuskan sambungan telponnya, ia segera bangkit dan menarik suaminya agar mengikutinya. Guntoro dan Lusi nampak bingung melihat perubahan mimik wajah kedua sahabatnya itu
"Kami harus pulang," pamit Henny, "menantu kami diculik!" Lanjutnya dengan mata berkaca-kaca
Lusi segera bangkit dan memeluk Henny untuk sedikit memberi ketenangan, Henny menangis tersedu dipelukan Lusi, yang ia pikirkan adalah nasib malang putra dan menantunya, baru akan berbahagia kenapa sudah harus diberi ujian seberat ini
Lusi dan Guntoro memutuskan untuk ikut mencari Gendis, namun langkah mereka terhenti karena kehadiran Abimana
"Aku sudah tau siapa pelakunya!" Ucap Abimana mantap
***
Gerhana dan Banyu telah mengumpulkan para pengawal untuk mencari keberadaan Gendis, ia juga menyuruh Jason untuk memeriksa CCTV yang dipasang secara rahasia disekitar rumah mereka
Mereka menduga ada musuh didalam selimut hingga bisa tepat sasaran saat Gendis keluar hanya bertiga lalu mereka beraksi. Rasanya mustahil jika tidak ada orang dalam, para penculik itu tau tempat tujuan Gendis
Jason dan Exel memeriksa CCTV biasa, namun tidak ada hal yang mencurigakan, segera ia mengubah settingan ke CCTV rahasia yang tidak ada yang tau kecuali, Exel, Jasson, Gerhana dan Banyu
Saat sedang melihat gerak gerik para pelayan dan pengawal, tiba-tiba ponsel Gerhana bergetar, ada pesan masuk dari nomer tidak dikenal
+628.....
Angkat telponku, tapi sebelum itu menjauhlah dari semua orang. Jika kau ingin kucing kecilmu selamat!
***
Duuuh Mawar gemes iiih pengen nyentil ginjalnya si penjahit
Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes, peluk cium via online untuk kalian readers tercintaaa🤗🤗🤗😘
__ADS_1