Tawanan

Tawanan
Bab 54


__ADS_3

Gerhana merasakan basah ditelapak tangannya, kemudian ia angkat dan betapa terkejutnya ia ketika darah segar mengalir dari punggung istrinya


Gendis memuntahkan darah segar dari mulutnya ke baju sang suami yang sedang memeluknya, kemudian ia kehilangan kesadarannya


"Gendiiiis!" Teriak Gerhana


"Ha ha ha, sekali dayung dua pulau terlampaui!" Merry tertawa penuh kemenangan


Gerhana sudah membalik posisi saat ia tau ada yang akan menembak istrinya dari belakang, namun siapa sangka Merry pun membawa senjata dan sengaja ia arahkan kepunggung Gendis, sedangkan laki-laki yang hendak menembak Gendis diberi kode agar biarlah Merry yang melakukannya


Tiga kali tembakan membuat tiga timah panas bersarang dipunggung Gendis. Darah segar terus saja mengalir dari luka tembak tersebut


"Kita telat satu menit!" Ucap Banyu yang baru saja datang bersama, Abimana, Guntoro, Hendra beserta para bodyguard


"Cepat bawa Gendis kerumah sakit, Ge!" ujar Banyu panik, "biar iblis ini kami yang urus!"


Segera Gerhana membopong istrinya yang sudah tak sadarkan diri dan berjalan menuju tempat mobilnya berada, Exel dengan sigap membukakan pintu dan melesat membelah malam yang sudah hampir pagi setelah Gerhana duduk dikursi penumpang


***


Flashback On


Banyu, Jason dan Exel yang tengah memeriksa CCTV tak menyadari kepergian Gerhana, mereka tetus memantau gerak gerik mencurigakan dari salah satu pelayan yang mengangkat telepon dengan sembunyi-sembunyi dan raut wajahnya menunjukkan ke khawatiran


"Panggil dia kemari!" ujar Banyu dingin


Jason segera memanggil pelayan tersebut dan memintanya keruang kerja Gerhana


Setibanya disana, wajah pelayan tersebut sudah berubah pucat pasi karena ketakutan. Ia bahkan tidak berani menatap mata elang Banyu yang sedang menatapnya


"Siapa namamu?" Tanya Banyu dingin


"Na Nana, Tuan!" Jawabnya gugup


Ia adalah Nana, pelayan pribadi Gerhana kala sebelum bertemu dengan Gendis


"Jelaskan semua ini!" Regas Banyu dengan menunjukkan rekaman Nana yang sedang menelpon seseorang dengan ketakutan


'Kenapa Tuan Banyu bisa tau, habislah riwayatku!' Batin Nana ketakutan


"Jawab!" Sentak Banyu


"Sa saya ha hanya mengangkat telepon dari ii ibu saya, Tuan!" Jawabnya semakin gugup, keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhnya


"Masih tidak mengaku?" Bentak Banyu, "Jasson, bawa dia kekandang buaya yang ada diruang bawah tanah!" Lanjutnya menggertak


Jasson segera menarik tangan Nana dengan kasar hendak membawanya keruang bawah tanah


"Maafkan saya, Tuan!" ucapnya menunduk sebelum benar-benar keluar ruang kerja Gerhana, "Saya hanya disuruh, dia mengancam akan membunuh ibu dan adik-adik saya jika saya tidak mau melakukan perintahnya." Lanjutnya dengan air mata yang mulai berjatuhan


"Siapa yang menyuruhmu!" Sentak Banyu, emosinya sudah hampir meluap


Nana kemudian menceritakan semuanya kepada Banyu,tentang bagaimana ia bisa bertemu Merry dan bagaimana Merry mengancam dirinya berserta keluarganya

__ADS_1


"Saya mohon maafkan saya, Tuan!" Ucap Nana dengan bersimpuh dikaki Banyu


"Semua keputusan ada ditangan Tuan Muda!" Tegasnya, "bawa dia ketempat biasa!" lanjutnya berbicara dengan Exel


Banyu mencari Gerhana untuk membicarakan perihal Nana, namun ia tak menemukan dimana Gerhana. Ia sudah berkeliling disetiap sudut untuk menemukan sahabatnya itu


"Apa kau melihat Tuan Muda?" Tanya Banyu saat bertemu pengawal yang berjaga


"Tadi Tuan Muda pergi, Tuan!" Jawabnya sopan


"Kemana?"


"Saya tidak tau, karena ia tadi pergi dengan tergesa-gesa!"


Banyu segera mengumpulkan para bodyguards hendak pergi menyusul Gerhana. Namun sebelum berangkat, orang tuanya datang beserta dengan Abimana dan orang tuanya


Banyu tersenyum kikuk saat bertemu dengan Abi dan orang tuanya, ada rasa sesal didalam hatinya namun gengsi saat hendak mengakui dan meminta maaf


"Mana Gerhana?" tanya Hendra menatap putranya


"Dia pergi, Pa!" Jawab Banyu


"Kenapa kamu yidak ikut?" Sela Henny, "bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya, wanita itu pasti sedang menyiapkan jebakan untuk Gerhana." Henny terduduk lemas dengan air mata yang meleleh


Lusi berjalan mendekati Henny dan mengusap pundaknya lembut, "tenanglah!" tuturnya, "mereka pasti bisa menemukan anak dan menantumu."


"Dia bahkan pergi saat kami sedang mengecek CCTV, ternyata benar, ada musuh didalam selimut." Jelas Banyu


"Ayo sekarang kita cari mereka!" Sahut Abi, "sebelum sesuatu yang buruk terjadi." Lanjutnya, ia tau betul bagaimana karakter buruk Merry dari cerita sahabatnya yang sudah menolongnya namun malah dikhianatinya


Banyu segera melacak keberadaan Gerhana melalui Gps yang dipasang disetiap mobil milik Gerhana


Setelah cukup lama berputar-putar akhirnya mereka tiba disebuah gedung usang, tempat Gendis disekap


Flashback off


Exel menghentikan laju mobilnya didepan rumah sakit terdekat, Gerhana segera membawa istrinya masuk keruang UGD, namun dokter tak mampu menangani Gendis karena keterbatasan peralatan yang ada disana


"Bagaimana mungkin dirumah sakit bisa tidak mempunyai alat-alat untuk menolong korban!" Teriak Gerhana didepan dokter yang sedang menjelaskan tentang keterbatasan alat medis yang ada disana


"Maafkan kami, Tuan! Ini rumah sakit kecil bukan rumah sakit umum yang terletak ditengah kota," terang dokter dengan sabar, "Sebaiknya, Anda segera membawa Nyonya kerumah sakit yang lebih besar, karena kondisinya sudah sangat kritis."


Tanpa mengucap sepatah katapun Gerhana segera membopong Gendis masuk kedalam mobil kembali yang diikuti Exel dibelakangnya. Exel segera melajukan mobilnya mencari rumah sakit yang lebih besar


Darah segar masih terus mengalir dari punggung Gendis, wajahnya semakin pucat, Gerhana terus mendekap istrinya. Pikirannya kacau, ia benar-benar takut jika sesuatu yang buruk terjadi. Tanpa terasa buliran bening meluncur bebas dari netra tajam Gerhana


Mereka berhenti kembali dirumah sakit yang lebih besar, namun masih dengan alasan yang sama, Gendis masih belum mendapatkan pertolongan sedikitpun. Sebenarnya mereka tidak mau mengambil tindakan karena melihat kondisi Gendis yang sudah sangat kritis


Mereka tidak ingin mengambil resiko jika gagal menyelamatkan Gendis maka bisa dipastikan Tuan Muda akan menuntut mereka, bahkan menutup rumah sakit tersebut


Gerhana kembali mengamuk didepan dokter yang menjelaskan, namun ucapan Exel mampu membungkam Gerhana dan segera membawa Gendis ke klinik milik keluarga Micko


"Tuan, kondisi Nyonya Muda sudah sangat kritis, biarlah mereka nanti Tuan Banyu yang mengurus. Sekarang yang terpenting keselamatan Nyonya Muda!"

__ADS_1


Gerhana kembali membawa istrinya, sungguh malang nasib yang dialami Gendis, hingga ditolak beberapa rumah sakit karena kondisinya yang tidak mungkin bisa diselamatkan lagi


Setibanya di Klinik, Gerhana segera membawa istrinya keruang ICU. Micko segera memeriksa kondisi Gendis yang sudah sangat lemah. Suster segera mengecek golonga darah Gendis, karena ia kehilangan banyak darah


Suster memberitahu Micko bahwa golongan darah Gendis sangat langka, dan jelas stok darah di bank darah klinik Micko tidak ada. Bahkan bisa dipastikan jika di bank darah PMI pun tidak ada


Ternyata Banyu dan yang lainnya sudah berkumpul didepan ruang ICU, sedangkan Merry sudah diamankan dan tinggal menunggu keputusan Gerhana akan memberi pelajaran atau memenjarakan Merry


Gerhana begitu gusar menunggu Micko keluar dari dalam ruangan, Ia sudah tidak sabar, sebentar berdiri sebentar duduk, seolah waktu berjalan dengan sangat lambat


Gerhana segera menghampiri Micko, ketika ia baru keluar dari ruangan


"Bagaimana, Ko?" Tanya Gerhana tidak sabar


Micko menghela napas sebelum menjawab, "ini sangat sulit, Ge!" ujar Micko menunduk, "tim dokter tidak mungkin melakukan tindakan, karena banyak faktor, terutama Gendis kehilangan banyak darah dan harus segera mendapatkan transfusi tapi Gendis memiliki golongan darah yang langka, yang biasa disebut Golden Blood* dan golongan darah tersebut sangat sulit didapat


"Tidak sampai ratusan orang didunia ini yang memiliki golongan darah seperti Gendis. Bank darah di klinik ini tidak memiliki golongan darah tersebut, dan di bank darah PMI pun kemungkinan besar tidak ada


"Faktor yang kedua letak pelurunya sangat sulit untuk kami melakukan pencabutan karena besar kemungkinan itu bisa mengenai organ vitalnya, dan akan berakibat fatal bagi Gendis." Terang Micko penuh sesal


Banyu segera keluar klinik untuk mencari pemilik golongan darah yang sama dengan Gendis tanpa menunggu Micko selesai menjelaskan kondisi Gendis


Banyu sudah membuat pengumuman di laman perusahaan untuk mencari pemilik golongan darah langka dengan imbalan yang tidak sedikit jika ia bersedia mendonorkan darahnya


Banyu juga menghubungi para koleganya untuk mencari si pemilik golden blood itu, tak lupa ia meminta orang-orangnya agar segera bertindak mencari diseluruh bank darah rumah sakit yang ada di Jakarta


Banyu mengusap wajahnya kasar karena masih belum ada satu pun kabar baik, ia bersandar dimobilnya yang terparkir di rumah sakit. Tiba-tiba suara seseorang mengejutkanya


"Lo ngapain di sini, Nyu?" tanya Royyan yang baru keluar dari mobilnya dan diikuti Abangnya dibelakang


"Elo sendiri ngapain disini, siapa yang sakit?" Bukanya menjawab, Banyu malah balik bertanya


"Abang gue yang sakit, sejak semalam dadanya sakit. Gue takut kalo Bang Dion kena serangan jantung." Jelas Royyan


"Kamu ngapain disini, Nyu?" Sahut Bang Dion


"Gendis tertembak dan kehilangan banyak darah, Micko nggak bisa melakukan tindakan karena Gendis belum mendapatkan pendonor," ujar Banyu lesu


"Memang apa golongan darah Gendis, Nyu?" tanya Royyan


"Golongan darah yang langka, yang hanya dimiliki kurang dari seratus orang didunia."


"Golden blood?" sela Bang Dion


Banyu mengangguk


"Abang juga memiliki golongan darah yang langka, biar abang yang jadi pendonornya!"


***


Catatan : Darah dikategorikan sebagai Rh-null jika tak memiliki 61 jenis antigen yang ada di sistem Rh dalam darah. Tak hanya membuatnya langka, namun jenis darah ini juga hanya bisa menerima transfusi darah dengan sistem Rh yang sama langkanya. Inilah sebabnya Rh-null dianggap sebagai "golden blood"


Jangan lupa jejak ya gaes, salam sayang dari Mawar

__ADS_1


Peluk cium via online🤗😘


__ADS_2