
Terdengar kicauan burung saling bersahutan, nampak mentari mulai menampakkan sinar hangatnya, bunga-bunga yang sedang bermekaran menambah wangi nuansa pagi
Gendis sedang duduk dibangku dengan kuas ditangan dan kanvas bertengger didepannya, ia mulai meliuk-liukkan kuas ditangannya menghasilkan polesan indah nan menawan
Dengan kaos oblong dan celana kolor sebatas lutut, serta sendal swallow yang menempel dikaki putihnya, anak rambut yang berjatuhan karena rambutnya hanya dicepol asal, menambah pesona natural yang terpancar dari dalam diri Gendis
Sepasang mata terus mengawasi Gendis sembari menyesap kopi ditangannya, tak bosan matanya memandang mahakarya Tuhan yang begitu luar biasa
Pagi ini Micko, Royyan, dan juga Harris sudah berencana untuk datang kerumah Gerhana, merekapun sudah membuat janji dengan Banyu.
Saat hendak masuk kedalam rumah, netra mereka menangkap sosok gadis cantik yang sedang melukis, mereka berdecak kagum memandang gadis tersebut
"Cantik," Ucap Harris
"Natural," balas Micko
"Sempurna." Sahut Royyan
Mereka terus memandang takjub Gendis yang masih belum menyadari keberadaan merek. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan membunuhnya
Drrt drrt drrt
Tiba-tiba ponsel Micko bergetar, ia segera melihat siapa yang telah mengganggu aktifitasnya memandang bidadari tak bersayap dengan sendal swallow dikaki mulusnya
Gerhana R.S.R
Calling.....
Ia terlonjak kaget melihat nama sipenelpon, segera ia menggeser icon hijau dilayar ponselnya sebelum terjadi hal yang mengerikan, namun ia memberi kode kepada teman-temannya agar jangan berisik dengan menunjukkan layar ponselnya
"Halo!" Micko menyapa dan menekan icon loudspeaker
"Lagi dimana?" tanya Gerhana dingin
"Eeem lagi ditaman," jawabnya sesantai mungkin
"Taman mana?" Tanya Gerhana, "coba liat keatas!" lanjutnya memberi perintah
Sontak mereka semua menengadahkan kepala melihat keatas
"Apa kalian sudah bosan memiliki mata?" Ucap Gerhana dingin
Mereka tercengir dan melambaikan tangan kearah Gerhana dan segera masuk kedalam
Gerhana turun kebawah dengan tampang dinginnya menatap tajam Micko, Harris dan juga Royyan
"Apa sudah tidak ada objek lain yang bisa dipandang selain istriku?"
"Jangan mengganggu kelinci kecil milik singa lapar!" sahut Banyu yang baru saja turun tangga
Mereka semua lantas berjalan menuju tempat favorit mereka
"Jadi, apa dia sudah mulai jadi bucin?" Tanya Micko setelah mereka sampai didalam minibar
__ADS_1
"Tentu saja!" jawab Banyu santai, "sebagai jomblo suci, mata gue sering ternodai dengan adegan romantis mereka."
"Makanya buruan nikah biar bisa romantis-romantisan sama yang halal." Cibir Gerhana
"Gue mau lah dicariin istri yang seperti Gendis!" Ungkap Harris
"Nggak usah mimpi." Ujar teman-temannya kompak
Mereka terus berbincang-bincang hingga waktu makan siang tiba. Gerhana keluar untuk mencari istrinya, ia menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya
Ternyata Gendis baru saja selesai mandi dan sedang menyisir rambutnya didepan meja rias. Gerhana masuk dan mencium aroma sabun mandi yang menyeruak memenuhi kamarnya. Ia mendekati sumber wangi tersebut kemudian melingkarkan tanganya diperut ramping sang istri
Gendis tersenyum menatap pantulan mereka dicermin. Ia lalu bangkit menatap manik tajam suaminya dan tersenyum, Gerhana selalu menggila saat sedekat ini dengan istrinya
Ia semakin mengikis jarak diantara mereka, sedangkan Gendis terus mundur hingga mentok dimeja rias. Gerhana memajukan wajahnya, dan
Cup
Gerhana mengecup bibir istrinya singkat, "Apa kamu mau lebih dari ini, Sayang?" bisiknya tepat ditelinga Gendis
Gendis mencubit perut suaminya dengan gemas
"A aaa aduuuh," Gerhana mengaduh, "ampun, Sayang."
Gendis melepaskan cubitannya dan mengusap lembut perut kotak-kota milik sang suami. Entah kenapa hanya seperti ini saja sudah membuat hati Gerhana menghangat
***
Sang surya telah digantikan dengan sang rembulan yang ditemani banyak bintang bertaburan, menambah keindahan malam kota Jakarta yang penuh dengan kelap kelip sebagai hiasan
Ckiiiit
Ia menghentikan laju motornya tepat didekat jembatan, suasana sepi dan hanya bercahayakan sang rembulan menambah kesan mengerikan didaerah sana
Ia segera menyetandarkan motornya dan berjalan kearah dekat jembatan, nampak seorang perempuan sedang terduduk dengan menekuk kakinya dan membenamkan wajahnya diantara paha, perempuan itu menangis tersedu-sedu
Pemuda tampan tersebut menepuk bahu perempuan itu pelan, dan perempuan itu seketika mendongak karena terkejut, ia bahkan tidak mendengar suara motor yang berhenti didepannya karena menangis
"Cia?" Ucap pemuda itu terkejut
"Samuel?" Ucap perempuan tersebut sama terkejutnya
"Lo ngapain disini malem-malem, Cia?" tanya Samuel heran, Pricilia atau akrab disapa Cia adalah teman satu kelas Samuel di kampus. Mereka sama-sama mahasiswa kedokteran
"Gue, gue, gue baru putus sama Robert, Sam!" Cia kembali menangis tersedu-sedu
"Udah, udah, ayo gue anterin balik!" Samuel menarik tangan Pricilia
Cia menggeleng, "gue harus gimana, Sam?"
Akhirnya Samuel mengajak Cia untuk mampir kewarung tenda, karena Cia masih belum ingin pulang. Mereka duduk lesehan dan saling berhadapan
"Elo nggak papa gue ajak makan disini?" tanya Samuel
__ADS_1
Cia menggeleng, "makasih karena udah mau ngajak gue kesini!"
"Elo kenapa kayak orang nggak waras, nangis dipinggir jembatan, malem-malem gini lagi?" cerocos Samuel
"Gue abis putus, Sam," Cia kembali menangis, "gue kurang apa sama dia selama ini?"
Samuel diam mendengarkan cerita Cia
"Padahal kita udah sama-sama dari SMA," Cia kembali melanjutkan ceritanya, "tapi kenapa dia malah selingkuh sama Wilda?" air mata Cia bak anak sungai yang terus mengalir
"Bagus, dong! Berarti Tuhan masih sayang sama, elo, " balas Samuel, "Tuhan nunjukin seperti apa sikap buruknya sebelum kalian kebih jauh lagi,"
"Tapi kenapa harus Wilda, sahabat gue sendiri, Sam?"
"Gue jadi inget kata temen gue," Samuel tersenyum mengingat ucapan Gendis, "laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, begitupun sebaliknya. Jika kamu tidak mendapatkan laki-laki yang baik berarti kamu belum menjadi orang yang baik. Karena sejatinya jodoh itu cerminan diri"
Pricilia mencerna setiap kata yang Samuel ucapkan, benar adanya semua yang Samuel katakan yang tak lain adalah 'seorang penghianat hanya pantas bersanding dengan penghianat pula'
"Tapi gue masih nggak rela, Sam," balas Cia, "empat tahun yang gue jalani sama dia dibalas dengan penghianatan."
"Baru juga empat tahun, Cia." Ucap Samuel santai seperti tak punya beban
"Cuma lo bilang?" Cia mulai emosi, "Elo nggak akan tau gimana rasanya mencintai seseorang dalam waktu yang lama tapi berakhir tragis, karena elo jomblo abadi"
"Ha ha ha," Samuel tertawa menanggapi, "elo bilang gue nggak pernah mencintai seseorang dalam waktu yang lama?"
Cia mengangguk
"Elo salah, Cia!" Ucap Samuel, "gue bahkan mencintai dia selama belasan tahun, gue mencintai dia melebihi gue cinta sama diri gue sendiri, gue sayang sama dia melebihi apapun dan siapapun, gue bakal ngelakuin apa aja asal dia bahagia termasuk mengikhlaskan dia bersama orang lain."
Cia menatap mata Samuel yang berubah sendu, selama ini ia hanya melihat sisi jutek Samuel dan baru kali ini ia melihat sisi rapuh dalam diri Samuel
"Setragis itu kisah cinta elo, Sam?"
Samuel mengangguk
"Apakah dia buta hingga nggak bisa liat seberapa besar ketulusan elo?" Cia malah emosi
"Dia pun sama terlukanya dengan gue," Samuel menjeda kata-katanya, ia menarik napas dalam dan mengeluarkannya perlahan, "gue adalah lelaki kedua yang mendapatkan cintanya setelah kakeknya."
"Kalok kalian saling cinta kenapa mesti memilih saling melukai dengan tidak bersama?"
"Ha ha ha" Samuel tertawa sengau, "karena kami berbeda, gue inget kata-katanya 'untuk apa menjalin hubungan jika tidak mungkin berakhir dipernikahan' dan akhirnya gue milih mengikhlaskan dia dengan pria lain"
Cia terharu mendengar penuturan Samuel, terkadang memang takdir sebercanda itu. Kita di pertemukan dengan dia, tapi dia disatukan dengan orang lain
***
Halo gaes! Udah senyum belum hari ini?
Kalau belum, senyum gih jangan pelit senyum nanti cepet tua🤣
Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes, biar Mawar makin semangat up nya
__ADS_1
Salam sayang dari Mawar, peluk cium via online🤗😘