Tawanan

Tawanan
Bab 41


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Gendis keluar kamar untuk sarapan bersama dengan suaminya. Ia melihat Samuel yang sudah sadarkan diri, kemudian Gendis berjalan mendekat


"Bagaimana keadaanmu, El?"


"Sudah lebih baik, Nda," jawabnya serasa tersenyum, "aiiiiish" ia mendesis tatkala luka dibibirnya terasa sakit saat tertarik untuk senyum


Gendis mengambilkan sarapan untuk suaminya dan ia mengambilkan bubur untuk Samuel


"Apa kamu tidak akan makan, Sayang?" Gerhana menatap istrinya yang tak mengambil sarapan


Ada yang perih tapi bukan luka, ada yang patah tapi bukan kayu, ada yang gugur tapi bukan bunga. Begitulah perasaan Samuel kala mendengar Gerhana memanggil istrinya, sakit tapi tidak berdarah, hancur tapi masih bersatu


Ada rasa sakit yang coba ia tutupi dengan senyuman, ia sudah belajar mengikhlaskan cintanya. Melihat Gerhana menyayangi Gendis, seharusnya ia ikut bahagia bukan malah terluka. Tapi Samuel adalah manusia biasa yang bisa merasakan sakit dan kecewa


Setelah sarapan, Gerhana berpamitan untuk segera kekantor. Ia berjanji akan segera kembali setelah pekerjaannya selesai. Tinggalah Gendis dan Samuel yang ada diruangan itu, tapi para bodyguard tetap stand by diluar ruangan


Gendis melihat mangkuk bubur Samuel yang belum tersentuh, jelas Samuel kesulitan untuk makan sendiri, Gendis kemudian mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke suaminya


My King


Sayang, bolehkah aku menyuapi Samuel? Kulihat dia sangat kesulitan untuk makan sendiri


Kemudian ia menekan icon 'send' dilayar ponselnya. Untuk nama Gerhana didalam ponsel Gendis, itu adalah perbuatan Gerhana sendiri bukan siempunya ponsel


Sementara Gerhana mencoba menetralkan amarahnya dengan menarik napas dalam saat membaca pesan dari istrinya. Walau pun Gendis sudah menjadi istrinya tapi tetap saja ia tidak rela saat Gendis berdekatan apalagi sampai menyuapi sahabatnya itu


Tapi Gerhana tetap mencoba sabar, ia tak ingin saat ia lepas kendali karena amarah akan membuat Gendis takut dan menjauh darinya, akhirnya dengan berat hati ia membiarkan istrinya untuk menyuapi Samuel


My Empress


Iya sayang


Tapi ingat hanya sekedar menyuapi, tidak lebih!


Gerhana mengirim pesan persetujuan sekaligus peringatan untuk istrinya


Gendis mencebik membaca pesan balasan suaminya, tapi ia tetap tersenyum karena diizinkan untuk membantu Samuel. Ia mengambil mangkuk berisi bubur diatas nakas kemudian menyendoknya dan menyodorkannya kearah Samuel


"Tidak usah, Nda." tolak Samuel, "aku bisa makan sendiri."


"Jangan menolakku, El! Cepat buka mulutmu!" ucap Gendis tegas


"Kamu sekarang sudah bersuami, tidak enak kalau sampai Kak Gerhana tau." Ucapnya sendu


"Aku sudah meminta izin, jangan khawatir."


Akhirnya Samuel menerima suapan dari gadis yang sangat ia cintai, walaupun sudah menikah tapi mereka tetap bisa sedekat ini, seperti janji mereka dahulu


Belajar untuk ikhlas itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi Samuel akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa ikhlas demi Gendis, gadis yang telah versemayam namanya didalam sanubari Samuel


Samuel dan Gendis saling berbagi cerita, tentang kuliah Samuel, tentang teman-teman baru Samuel, tetangga kosan dan masih banyak lagi. Walau sedang dirawat ia merasa senang karena ditemani oleh sahabatnya

__ADS_1


Sungguh Gendis sangat beruntung mendapatkan suami kaya raya dan sangat menyayanginya pikir Samuel.


Tok Tok Tok


Saat sedang asik bercengkrama tiba-tiba pintu diketuk dari luar, Gendis segera berjalan untuk membuka pintu. Ternyata sang penjaga yang mengetuknya


"Maaf, Nyonya. Ada teman Tuan Samuel ingin menjenguk?" ucapnya sopan


"Siapa, Pak?" Gendis mengernyit


"Dia bilang namanya Pricilia!"


Gendis mengangguk, "tunggu sebentar, Pak! Biar saya tanya Samuel dulu" ujarnya kemudian masuk untuk bertanya kepada Samuel


"El, apa kamu punya teman perempuan bernama Pricilia?"


Samuel mengernyit, "darimana dia tau aku disini?" batinnya


"El!" panggil Gendis sambil menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah Samuel


"Eh, Iya!" jawabnya kaget


"Boleh kusuruh dia masuk?"


"Terserah!" Jawabnya malas


Gendis kemudian berjalan kedepan untuk mempersilahkan Pricilia masuk. Setelah Pricilia masuk dan duduk, Gendis mengambilkan minuman yang ada dikulkas. Pricilia memandang takjub ruang rawat Samuel yang seperti hotel berbintang itu


Pricilia mengangguk dan tersenyum


"Nda, kenalin ini Pricilia, atau biasa dipanggil Cia dikampus!" Samuel memperkenalkan


Gendis tersenyum menyapa Cia. Begitupun Cia yang membalas senyum


"Lo kenapa bisa sampe kayak gini, Sam?" tanya Cia penasaran


"Ada yang nyegat gue pas pulang nganterin elo!"


"Siapa?"


"Mana gue tau!" jawabnya ketus, "untung ada suami Gendis yang nolongin gue!"


"Perasaan elo nggak punya musuh deh, Sam. Selama ini!" ujar Cia


Samuel hanya mengedikkan bahu, "elo tau gue disini dari siapa?"


"Dosen tampan kita yang ngasih tau semua kalau elo lagi dirawat!" jawabnya santai


"Dosen tampan siapa?"


"Pak Harris lah, Sam, Siapa lagi coba dosen paling tampan di kampus kita."

__ADS_1


Mereka terus mengobrolkan banyak hal. Tak terasa waktu sudah semakin sore, tapi Gerhana belum juga kembali. Mungkin belum selesai pikir Gendis


Tak berapa lama, Banyu, Harris dan juga Royyan datang untuk menjenguk Samuel. Sedangkan Micko masuk untuk memeriksa keadaan pasiennya


Pricilia mengangga melihat jajaran pria tampan masuk kedalam ruang rawat Samuel. Luar biasa sekali pikirnya


"Gimana keadaan kamu, Sam?" Tanya Harris


"Sudah lebih baik, Pak." Jawabnya sopan, "bapak tau darimana saya ada disini?"


"Dari Gue, Sam!" Sahut Banyu, "Harris ini sahabat gue sama Gerhana"


Samuel mengangguk tanda mengerti


Gendis celingak celinguk mencari keberadaan suaminya yang tak kunjung masuk kedalam. Ingin bertanya tapi dia malu, tidak bertanya penasaran, sungguh hati Gendis dibuat dilema olehnya


"Gerhana tadi lagi terima telpon dari mama," Ucap Banyu seolah tau kalau Gendis mencari suaminya


"Baru juga ditinggal sebentar," Harris mencibir


"Namamya juga penganten baru!" Micko menimpali


"Udah jangan diledekin, kasian tuh mukanya udah kayak kepiting rebus," sahut Royyan


Tak lama kemudian Gerhana masuk kedalam ruang rawat Samuel, Cia yang baru pertama kali melihat Gerhana dibuat semakin melongo. "Yang tadi sudah jajaran pria tampan dan mapan, lah ini yang barusan datang super duper tampan" batinnya


"Dicariin, Ge! Sama bini lo" ucap Harris


Cia terlonjak mengetahui bahwa Pria super duper tampan dihadapannya itu adalah suami Gendis.


Gerhana berjalan mendekati istrinya, "apa kamu mencariku?"


Gendis menggeleng, ia sangat malu karena kelakuan para sahabat suaminya itu


"Baiklah, aku pergi lagi kalau begitu," ujarnya seraya mencium singkat bibir Gendis


Semua mata memandang iri melihat keromantisan pasangan suami istri tersebut, hanya Samuel yang merasakan sakit luar biasa melihat kemesraan itu. Ia sudah bertekad untuk mengikhlaskan, bagaimanapun caranya asal Gendis bahagia


***


Mawar : Kok Mawar malah nyesek ya sama posisi Samuel, sungguh Gerhana ngg ada uhluck main mesra-mesraan didepan Semua orang


Detergen : Iri bilang, Bos!


Mawar : mana ada sejarahnya bos iri sama bawahan😎


Detegen : @$/""$'$


Jangan lupa tinggalkan jejak readersku sayang, biar Mawar tau yang baca itu manusia bukan Mbak Kunti sama Mas Wowo yang udah download aplikasi MT/NT


Salam Sayang dari Mawar, peluk cium via online🤗😘

__ADS_1


__ADS_2