
Satu minggu telah berlalu sejak kedatangan Carolina di kediaman Gerhana. Setelah menyelsaikan pekerjaannya Carolina memutuskan untuk kembali ke Inggris, ia sudah merasa harga dirinya hancur setelah melihat perlakuan Henny kepada dirinya
Merasa sudah tak ada dukungan, akhirnya ia menyerah dan lebih memilih untuk fokus mengejar impiannya menjadi model
***
Pagi yang indah dengan sinar hangat mentari yang menyapu bunga-bunga ditaman, gemericik air terdengar merdu dan menyejukkan indera pengelihatan. Cicit burung yang bersahutan menambah sahdu hati yang merindu
"Sayang, bangun!" Gendis menggoyang pelan bahu suaminya
"Hmmm" Hanya itu yang keluar dari mulut Gerhana
"Ayolah, ini sudah siang!"
Bukannya bangun, Gerhana malah menarik Gendis kedalam pelukannya. Gendis mencoba melepaskan diri dari pelukan hangat suaminya, namun tangan kekar Gerhana semakin erat memeluknya
"Sayang, ini sudah siang! Apa kamu nggak mau pergi bekerja?" Tanya Gendis yang masih didalam pelukan Gerhana
"Aku libur sehari ini, ya?" Ucap Gerhana manja, sungguh sepeeti anak kecil yang sedang bermalas-malasan pikir Gendis
"No!" Tegas Gendis, "kamu harus bekerja, aku tidak mau kalau punya suami yang pemalas!"
Dengan malas Gerhana bangkit dari ranjang, dan menggendong istrinya untuk mandi bersama
"Sayang, aku kan sudah mandi!" Gendis mencoba memberontak
"Istri harus menurut sama suami!" Tegas Gerhana
Gendis tak mampu berkata-kata lagi dan hanya bisa menuruti keinginan suaminya untuk mandi bersama
Setelah mandi, Gendis membantu menyiapkan pakaian suaminya. Ia juga membantu untuk mengancingkan kemeja Gerhana seperti biasanya
Tiba-tiba Gerhana memeluk pinggang istrinya dan menenggelamkan kepalanya diperut ramping sang istri. Gendis nampak bingung dengan apa yang terjadi dengan suaminya, ia membelai rambut Gerhana dengan lembut
"Ada apa?" Tanya Gendis dengan masih membelai rambut Gerhana
"Kamu inget sekarang hari apa?" Tanya Gerhana manja
"Hari selasa" Jawab Gendis santai
"Tanggal berapa sekarang? Bulan berapa?" Tanya Gerhana tak sabar
__ADS_1
"Sayang, apa kamu sudah benar-benar pikun?" Tanya Gendis tak paham maksud suaminya
"Sudahlah, pokoknya aku nggak mau kerja hari ini!" Kesal Gerhana, ia masih tetap memeluk pinggang istrinya
"Ya sudah kalau nggak mau berangkat kerja! Tapi nanti kalau kamu jatuh miskin, aku bakal cari laki-laki kaya lainnya!" Tegas Gendis kesal, akhir-akhir ini memang ia lebih sensitif dan gampang emosi walau hanya perihal masalah sepele
Tanpa menjawab ucapan istrinya, Gerhana segera bangkit dan mencium puncak kepala Gendis, lalu mengambil tas kerjanya dan lari tunggang langgang menuruni tangga untuk segera berangkat kerja, lebih baik ia mengalah dari pada membuat kucing manis berubah menjadi singa lapar
Banyu yang sudah menunggu sedari tadi pun hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajah Gerhana ketika keluar dari pintu. Tanpa banyak basa basi Jasson segera melajukan mobilnya menuju kantor
Setibanya dikantor, Gerhana terlihat sangat murung dan tidak bersemangat untuk bekerja. Jemarinya sedari tadi hanya bergantian mengetuk-ngetuk meja
Banyu semakin bingung melihat sahabatnya yang biasanya gila kerja kini terlihat sangat tidak bersemangat dan hanya membolak-balikkan dokumen tapi pikirannya melayang entah kemana
"Elo sakit, Ge?" Tanya Banyu berjalan mendekat
Gerhana hanya menggeleng sebagai jawaban
"Kalo nggak sakit, kenapa lo murung dan nggak semangat gitu?" Tanya Banyu serius, "kalo emang sakit, gue panggil Micko kesini!" Sambungnya, kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Micko
"Nggak usah, Nyu!" Ujar Gerhana lesu, "gue baik-baik aja, cuma hati gue yang nggak baik-baik aja!"
"Nah, itu harus segera ditangani, Ge! Jangan sampai terlambat!" Banyu semakin serius
"Aiiiih ngomong sama jomblo mana bisa ngerti!" Kesal Gerhana
Gerhana mengangguk dengan lesu
"Kenapa lagi? Apa dia marah-marah lagi?"
Gerhana mengangguk lagi sebagai jawaban
"Apa perlu kita bawa dia ke ustadz biar dirukiyah!" Banyu memberi saran dengan mimik wajah yang serius
"Emang lo pikir istri gue kesurupan?" Ujar Gerhana semakin kesal karena tak mendapat solusi malah menambah masalah
"Bukan gitu, Ge!" Tegas Banyu, "gue cuma rada aneh aja sama tingkah Gendis akhir-akhir ini, biasanya lembut lah sekarang udah kaya macan beranak!"
"Kayak pernah liat macan beranak aja lo!" Gerhana melempar pulpen yang ada ditangannya tepat mengenai kepala Banyu
"Lah elo nggak tau kalo gue ini dukun beranaknya!"
"Gue ini lagi serius, Banyu Samudera!" Geram Gerhana
__ADS_1
"Iya, iya!" Banyu mengalah, karena jika dilanjutkan pasti dia tidak akan bisa menang melawan Gerhana dalam berdebat. "Elo lupa kalau kemaren gue dimarahin abis-abisan gegara bunga mawar ditaman belakang nggak sengaja kesenggol! Abis marah-marah dia langsung nangis kejer sampe gue dipukuli Papa sama Mama!"
Gerhana tertawa lepas tatkala mengingat ketika banyu dipukuli dengan gagang sapu oleh Henny, karena dia dianggap mengusili Gendis hingga ia menangis tersedu
Mereka terus membicarakan tentang perubahan sikap Gendis yang cenderung kadang manja, namun sering galak dan marah-marah
"Jadi, apa sebenarnya kesalahan elo sampe Nyonya Gerhana marah? " Banyu mulai serius
Gerhana lalu menceritakan dari kejadian dia bangun pagi sampe ia berangkat kerja dengan berlarian seperti seorang atlet lari tingkat nasional
Banyu hanya mengangguk menanggapi ucapan saudara sekaligus sahabatnya itu
"Hari ini gue ulang tahun, tali dia bahkan nggak inget sama sekali!" Tutur Gerhana lesu
"Mungkin dia lupa karena kebanyakan marah-marah!" Ujar Banyu santai
"Tapi masa dia lupa sih!"
"Emang elo pernah ngomong tanggal lahir dan bulan elo?"
"Enggak!" Jawab Gerhana linglung, ia baru ingat kalau istrinya tidak pernah tau perihal tanggal lahirnya
"Itu sama aja elo ngarep dia jadi dukun biar bisa mahamin apapun yang elo mau tanpa ngomong!"
"Terus gue harus gimana?" Tanya Gerhana putus asa
"Nyebur aja kekali sana!"
Setelah Gerhana menceritakam masalahnya, Banyu segera kembali keruangannya untuk merampungkan pekerjaannya. Sedangkan Gerhana masih sibuk untuk memberitahu istrinya perihal ulang tahunnya
"Masa iya gue telpon langsung ngomong kalo hari ini gue ulang tahun, kam nggak lucu banget!"
Gerhana terus berfikir hingga waktunya pulang tiba, Setelah Banyu menyelsaikan pekerjannya, ia segera mengajak Gerhana untuk kembali kerumah
****
Kabarnya Gimana gaes? Sehat selalu kan?
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalannya, tetap jaga kesehatan dimusim pancaroba ini
Salam sayang dari Mawar, peluk cium via online
Oh i-a jangan lupa mampir :karya terbarunya Mawar, yang berjudul "Oh Baby"
__ADS_1
Novel ini menceritakan tentang suka duka tiga pemuda tanpa masa depan yang hobbynya Rebahan, ngegame dan jalan-jalan, harus mengurus bayi mungil yang diberi nama "Louis Vuitton"
Pengen tau kelanjutannya, silahkan mampir