
Cicit burung terdengar syahdu bagi mereka yang tengah asik memadu, sang surya enggan datang menyapa karena tertutup awan hitam yang sudah siap menitikan buliran bening untuk menyejukan bumi yang terasa gersang
Sepasang suami istri tengah asik terlelap dibalik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka, rasanya tak bosan semalaman menikmati tubuh indah istrinya yang selalu membuat kewarasannya menghilang entah kemana
Selepas sholat subuh, mereka kembali menyatukan rindu. Kerinduan yang telah lama menjadi candu bagi seorang Gerhana Rafardhan Shakeel. Mungkin karena terlalu lama menahan diri hingga saat ini ia menjadi lupa diri
Rintik hujan mulai berjatuhan menyambut pagi yang begitu indah. Gerhana menggeliat lalu membuka matanya dan menatap sang istri yang masih terlelap dalam dekapan hangatnya. Ia semakin mengeratkan pelukannya dan menciumi setiap inci wajah sang dewi
"Terima kasih!" ucapnya lalu mengecup mesra kening sang istri
Ia melihat jam terpasang rapi di atas nakas, ternyata waktu berlalu begitu cepat berlalu. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, namun ia dan istrinya masih berselimut tebal menghalau dingin AC yang meyentuh permukaan kulitnya
Gerhana bangkit dan segera membersihkan diri, setelah berganti pakaian santai ia turun kebawah untuk mengambil sarapan, Bibi Keke yang melihat pun nampak heran, tidak biasanya Tuan dan Nyonya Mudanya bangun selambat ini
Ia membuat satu gelas susu dan mengoles beberapa lembar roti dengan selai yang berbeda. Setelah piringnya penuh, ia segera membawanya naik keatas, Bibi Keke yang melihat pun tak enak hati kala melihat Tuan Mudanya membawa piring sendiri
"Biar saya bawakan, Tuan" tawar Bibi Keke sopan
"Tidak usah!" jawabnya kemudian melanjutkan langkahnya
Cklek
Ia memutar handle pintu perlahan agar tak membangunkan Nyonya Muda yang masih terlelap. Ia letakkan nampan yang dibawanya diatas nakas. Kemudian ia berjalan mendekati istrinya
Gerhana kembali menciumi wajah istrinya, Gendis menggeliat merasa terganggu, ia membuka mata dan tersenyum melihat Gerhana yang sedang menatapnya
"Selamat siang, Nyonya Gerhana." sapanya seraya mengecup singkat bibir Gendis
Gendis tersenyum manis, pipinya bersemu karena ulah sang suami
"Apakah Nyonya masih lelah?" Gerhana bertanya seraya mengusap rambut istrinya yang berantakan
"Iya" Gendis menjawab lesu
"Kalau begitu biarkan Tuan Muda yang membantu Nyonya mandi!" ucapnya tersenyum nakal
"Modus!" Ujarnya seraya mencubit pipi suaminya gemas,
"Lekaslah mandi, ini sudah sangat siang untuk sarapan."
Gendis hendak bangkit, namun bagian pangkalnya masih teramat sakit. Ia menyengir kesakitan
"Apakah masih sangat sakit?"
"Tentu saja,"
Tanpa meminta persetujuan istrinya, Gerhana segera membopong tubuh Gendis dan membawanya kekamar mandi. dengan telaten Gerhana menggosok setiap inci bagian tubuh istrinya. Sebenarnya Gendis menolak, ia malu jika Gerhana membantunya mandi. Tapi bukan Gerhana namanya jika bisa menerima bantahan
Setelah selesai Gerhana membopong kembali tubuh istrinya lalu ia letakkan diatas ranjang, kemudian ia mengambilkan baju ganti untuk Gendis
"Aku bisa melakukannya sendiri, Sayang!" tolak Gendis
__ADS_1
"Tidak menerima bantahan, sekecil apapun, Nyonya!" Tegasnya
Gendis hanya bisa pasrah jika Tuan Muda sudah berbicara seperti itu. Gerhana membantu semua yang Gendis perlukan, ia dengan lembut mengeringkan rambut istrinya. Setelah semuanya selesai mereka sarapan bersama, entah sarapan atau makan siang ketika sudah jam sebelas
"Hari ini bukankah jadwalku melukis, Sayang?" ucapnya setelah menengguk habis susu buatan suaminya
"Hari ini libur, aku sudah menelpon Leon!" jawabnya santai
"Tapi.... "
"Apa kamu mau semua orang melihat tanda kepemilikanku, Sayang?" Ucapnya memotong kalimat Gendis
"Ini semua gara-gara kamu!" balasnya kesal
Gerhana malah tertawa, "apa kamu mau mengulanginya satu kali lagi, Sayang?" godanya
Gendis mencubit pinggang suaminya dengan gemas, ia sangat heran dengan pria yang duduk disampingnya ini. Dulu ia sangat dingin dan menyeramkan, tapi sekarang sangat menyebalkan
Tok tok tok
Terdengar suara pintu diketuk, Gerhana segera berjalan untuk membuka pintu. Ternyata Bibi Keke lah yang ada diluar
"Ada apa?" tanya Gerhana seperti biasanya, dingin seperti kutub utara
"Di bawah ada teman-teman anda, Tuan." Balasnya sopan
Gerhana mengernyit, kenapa mereka mesti datang kemari pikirnya, padahal ia masih ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya. Sangat menyebalkan pikirnya
"Tuan Banyu ada, tapi mereka meminta anda untuk menemuinya," ujarnya sopan, "katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan, Tuan." Lanjutnya
"Baiklah, katakan pada mereka aku akan segera turun." Ujarnya dingin kemudian masuk dan menutup pintu kembali
Gendis mengernyit seolah bertanya 'ada apa?'
"Ada Micko dan yang lainnya dibawah," ungkap Gerhana
"Kalau ada mereka, kenapa kamu tidak turun, Sayang?"
"Aku masih ingin disini, menghabiskan waktu berdua denganmu kucing kecil," jawabnya seraya menciumi pipi istrinya dengan gemas
"Turunlah!" Ucap Gendis seraya menatap mata tajam suaminya, "tidak enak jika kamu tidak menemui mereka, mungkin ada hal penting yang ingin mereka bicarakan."
"Baiklah, jika Nyonya sudah memerintah!" Jawabnya seraya tesenyum, "Tuan Muda hanya bisa patuh."
Gerhana lalu melangkahkan kakinya, namun berhenti diambang pintu dan menengok seraya bertanya, "Apakah Nyonya ingin ikut turun?"
Gendis menggeleng. Gerhana lalu menutup pintu dan mulai menuruni anak tangga menuju bar tempat favorit mereka ketika dirumah nya
"Akhirnya, Tuan Muda kita keluar juga dari tempat persemediannya!" Cibir Banyu ketika Gerhana membuka pintu bar
"Berisik!" jawab Gerhana menatap tajam Banyu, "ada hal penting apa?" lanjutnya seraya mendudukkan bokongnya dikursi
__ADS_1
"Apakah anda sedang sibuk Tuan?" Harris bertanya dengan senyum mengejek, "jadi sangat terburu-buru." Sambungnya dan mendapat tatapan tajam dari Gerhana
"Tentu saja dia sangat sibuk dengan Nyonya Gerhana!" Micko menimpali
"Makanya buruan nikah!" Cibir Gerhana, "biar bisa ngerasain indahnya romantis-romantisan bareng istri."
"Ah elo, Ge!" balas Harris, "mentang-mentang udah punya istri pamer terus sama kita-kita yang jomblo sedari orok!"
"Tapi, Ge!" Ucap Micko, "gimana sih rasanya yang udah nikah?"
"Maksud lo?" Gerhana menaikan sebelah alisnya
"Yea perasaan elo lah, kalau masalah 'Ehem' pasti dah pada ngerti lah" balas Harris dan mengundang gelak tawa dari sahabat-sahabatnya
"Perasaan gue?" Gerhana mengangguk-anggukan kepalanya, "tentu seneng banget, gue merasa udah nemuin nyawa gue kembali."
"Sebahagia itu?" tanya Micko, sedangkan Royyan dan Banyu hanya menjadi pendengar setia
Gerhana mengangguk, "entah perasaan apa yang gue rasain, tapi gue bahagia bareng dia, rindu kalau jauh, dan rasa takut kehilangan lebih besar dari apapun" terangnya
Mereka semua hanya mengangguk mengerti
"Ge!" panggil Banyu
Gerhana menatap Banyu seolah bertanya 'kenapa?'
"Apa lo udah tau kalau Gendis tidak bisu sebelum kejadian semalam?" Banyu menatap tajam lawan bicaranya
Gerhana mengangguk, "saat pertama kali gue tau kalau dia bisa bicara, sontak gue merasa tertipu. Tapi Almarhumah nenek ngejelasin ke gue, kalau Gendis itu cuma bisa bicara dengan tiga orang, Nenek, kakeknya, dan Samuel sahabatnya." Jelasnya
"Kenapa bisa gitu?" Harris mengernyit
"Karena dia benci semua bagian dari dirinya. Dia selalu menyalahkan dirinya karena Bunda meninggal saat melahirkan dia."
"Jadi rasa bersalahnya yang bikin dia begitu?" Micko menyahuti
Gerhana mengangguk. Mereka semua merasa iba dengan keadaan Gendis yang seperti itu, tapi syukurlah sekarang ia sudah mulai berani untuk berbicara
"Gue nggak mau maksa dia, gue pengen dia nyaman dan dengan sendirinya dia akan mau membuka suaranya," ungkapnya,
"Gue nggak nyangka kalau sahabat gue bisa selembut itu memperlakukan istrinya." Harris menepuk pundak Gerhana seraya tersenyum
***
Maafkan Mawar yang baru bisa up ya gaes
Kalau hari sabtu minggu, Mawar nggak janji bisa up, karena kesibukan dunia nyata, jadi kalau ada waktu Mawar usahain buat menyelam kedunia halu😁
Inget, kurangi begadang dan selalu jaga kesehatan ya gaes. Jangan demen begadang kayak Mawar ini
Oh iya, ada yang bisa kasih referensi buat visualnya? Karena jujur, Mawar kurang ngeh sama artis-artis
__ADS_1
Salam sayang dari Mawar, peluk cium via online🤗😘