
Merry menceritakan semuanya kepada Gerhana, tentang siapa Gendis, siapa pembunuh orang tua Gerhana, dan bagaimana masalalu Merry hingga ia meninggalkan Gerhana bersama Hendra dan Henny
Flashback on
Dion Mahendra atau akrab disapa Mahen adalah seorang pemuda tampan dengan senyum yang begitu menawan, ia adalah salah satu Most wanted dikampusnya dulu
Mahen mempunyai seorang sahabat sedari ia masih SMP, Mahen tidak pernah mengetahui jika sahabatnya itu memendam perasaan padanya sejak mereka SMA
Mahen hanya menganggap gadis tersebut sebagai sahabat, tidak lebih dan tidak akan pernah terlintas dipikirannya mempunyai perasaan lebih kepada sahabatnya itu
"Dian!" Mahen memanggil sahabatnya
Gandis cantik dengan rambut lurus sebahu itu menengok seraya tersenyum kearah Mahen
Mahen berlari kecil menghampiri Dian yang tengah membaca buku di taman kampus, ia segera duduk disebelah Dian
"Dian, apakah kamu pernah menyukai seseorang?" tanya Mahen dengan menatap lurus kedepan
Dian mengernyit, ia bingung dengan arah pembicaraan Mahen
"Ayolah, Dian. Jawab!" Rengek Mahen seperti anak kecil yang sedang merayu agar keinginannya dituruti
Dian mengangguk, "pernah!" Jawabnya, "bahkan lebih dari sekedar suka." Ungkapnya
"Lalu seperti apa perasaanmu?"
"Aku bahagia saat didekatnya, merasa nyaman bersamanya, dan aku takut jika dia dimiliki orang lain!" jawab Dian dengan pandangan lurus kedepan
"Berarti hatiku telah jatuh padanya!" Ungkap Mahen. Ia memang tidak pernah jatuh cinta sedari dulu, pandangannya terhadap seorang gadis adalah sama, hanya sebatas teman. Namun kali ini perasaannya berbeda dengan seorang gadis yang ia temui tempo hari
Dian menengok sahabatnya itu, "dia siapa yang kamu maksud?"
"Anggi, gadis yang pernah kuceritakan padamu tempo hari." Jelas Mahen dengan senyuman
Bagaikan dihantam dengan batu puluhan ton, dada Dian terasa begitu sesak, hatinya hancur berkeping-keping, air mata sudah mulai memupuk dipelupuk mata coklatnya
Pria yang selalu ia sebut disetiap sujudnya, kini telah jatuh hati kepada orang lain. Hati gadis mana yang tidak hancur, mendengar orang yang ia cintai selama bertahun-tahun menceritakan perasaannya terhadap gadis lain
Dian mencoba untuk tetap tersenyum dihadapan sahabatnya itu, lukanya terlalu dalam namun ia begitu pandai menyembunyikannya
"Jika kamu menyukainya, kejarlah dia!" Ucapnya dengan menahan perih dihatinya, hatinya terasa seperti disayat-sayat sembilu mengatakan itu
"Tapi aku takut Mama akan menentangnya, karena Anggi hanya gadis biasa!" Jelas Mahen sendu
Anggi adalah seorang perantauan, ia bekerja di Jakarta sebagai penjaga toko bunga. Sementara orang tua Anggi tinggal di Yogyakarta
__ADS_1
Mahen bertemu Anggi tatkala Mamanya meminta ia untuk membelikan bunga di toko langganannya. Seringnya pertemuan diantara mereka menumbuhkan rasa sayang dihati Mahen, tapi Mahen masih terlalu takut untuk mengungkapkannya karena ia tahu betul bagaimana sifat Mamanya
Bibit, Bebet dan Bobot yang selalu Mamanya ucapkan ketika membahas soal calon pasangan kepada putranya. Lalu bagaimana jika ia mencintai seorang gadis sederhana yang sangat jauh dari kriteria menantu idaman
"Tante Ratri itu orang baik," ucap Dian sendu, "dia pasti akan bahagia jika putranya bahagia." Lanjutnya, tiba-tiba air matanya menetes, dengan segera ia menghapusnya agar Mahen jangan sampai melihatnya
***
Mahen segera menemui orang tuanya, ia mengikuti saran dari sahabatnya agar segera membicarakan hal itu kepada mereka. Mahen tak ingin menunda-nunda, ia berencana agar segera bisa menikahi Anggi jika sudah mengantongi restu dari orang tuanya
"Mama tidak setuju!" Tolak Ratri tegas, "kalau mau memilih pasangan harus selevel dengan kita! Jangan asal." Lanjutnya
"Tapi aku sangat mencintai dia, Ma!" Ucap Mahen tak kalah tegasnya
"Dia hanya gadis miskin penjaga toko bunga," ucap Ratri mulai memanas, "sangat tidak sebanding dengan keluarga kita! Apa kamu ingin mempermalukan kami didepan rekan bisnis papamu!"
"Memang apanya yang salah jika Anggi hanya penjaga toko bunga, Ma?" Ucap Mahen setengah berteriak, baru kali ini ia berani melawan Mamanya setekah sebelumnya hanya diam dan selalu menuruti keinginan Mamanya
"Hanya karena gadis miskin itu kamu sudah berani berteriak kepada Mamamu sendiri?" Geram Ratri, dadanya naik turun menahan amarah
"Kalau kamu suka dia, segera ajak dia bertemu Papa!" Sela Teguh ditengah perdebatan sengit antara istri dan putranya
"Maksud papa?" tanya Mahen, seoalah tak percaya dengan jawaban papanya
Teguh hanya mengangguk sebagai jawaban
"Apanya yang tidak bisa?" tanya Teguh dengan santainya, "apa karena dia berasal dari keluarga sederhana, lalu kamu menolaknya?"
Ratri hanya bisa diam tanpa bisa menjawab ucapan suaminya
"Jangan lupakan siapa dirimu dan darimana asalmu!" ucapan Teguh benar-benar seperti pedang tajam yang tepat menusuk relung hati Ratri
***
Tak ingin menyiakan kesempatan, keesokan harinya Mahen segera menemui Anggi ditempat kerjanya
"Setelah toko tutup, bisa kita bicara sebentar?" Ucap Mahen
Anggi hanya mengangguk sebagai jawaban
Ternyata Mahen masih menunggu anggi didalam mobilnya. Anggi menghampiri Mahen setelah toko tempatnya bekerja tutup
Mahen segera turun membukakan pintu dan mempersilahkan Anggi untuk masuk, awalnya Anggi menolaknya namun Mahen tak hilang akal, dia merayu dengan berbagai cara untuk bisa membawa Anggi untuk bicara berdua
Mahen membawa Anggi disebuah restoran, mereka saling duduk berhadapan
__ADS_1
"Maafkan aku, Mas," Ucap Anggi setelah Mahen mengungkapkan perasaannya, "aku hanya menganggapmu sebagai pelanggan, tidak lebih. Kumohon jangan salah mengartikan, karena kamu pelanggan maka aku wajib bersikap ramah padamu."
"Tapi kenapa kamu tidak mau mencobanya, Nggi?" tanya Mahen sendu, seketika hatinya hancur lebur karena penolakan yang dilakukan Anggi
"Aku cukup punya cermin di kosanku, agar aku tidak berhayal terlalu tinggi untuk menggapai bintang sepertimu," uajr Anggi menunduk, "aku cukup tau diri siapa aku dan darimana asalku."
"Aku tidak peduli dengan seperti apa statusmu, darimana asalmu dan bagaimana kamu, yang aku tau aku takut kehilanganmu lebih dari apapun." Balas Mahen sendu
"Kasta kita berbeda, ibarat kamu makanan mahal dan mewah sedangkan aku hanya remah-remah ringginang dikaleng biskuit kongguan!" Tutur Anggi menunduk
"Bukankah derajat manusia sama dimata Allah?" Ujar Mahen dengan menggenggam tangan Anggi
Anggi diam tak menjawab, jauh didalam lubuk hatinya, ia memang menyimpan perasaan terhadap Mahen. Namun ia selalu berusaha menampik rasa itu, ia kubur dalam-dalam dan cukuplah ia yang tau pikirnya
"Berikan aku kesempatan untuk membuktikan kesungguhanku," ungkap Mahen, "biarkan aku menjaga dan melindungimu sampai akhir napasku."
Anggi masih diam tak menjawab, namun buliran bening sudah mulai berjatuhan, ia hanya selalu mencoba menyadarkan dirinya sendiri, agar tidak terlalu berharap dengan suatu kemustahilan
"Menikahlah denganku, aku tidak bisa menjanjikan surga, namun aku akan selalu berusaha agar tidak ada neraka dirumah tangga kita." Ujarnya seraya berlutut dihadapan Anggi, dengan tangannya membuka sebuah kotak merah yang berisi cincin
Sontak Mahen dan Anggi menjadi pusat perhatian disana, semua orang berkumpul dan bersorak sorai agar Anggi menerima pinangan Mahen
"Trima!"
"Trima!"
"Trima!"
Terdengar riuh dari sorak sorai para pengunjung, namun jauh diujung sana ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka dengan perasaan yang begitu hancur
Ya, seseorang itu adalah Dian. Hatinya benar-benar hancur tatkala ia melihat Mahen melamar Anggi didepan semua orang, lukanga bertambah parah saat akhirnya Anggi menerima pinangan Mahen
Dengan perasaan yang terluka, saat itu juga Dian memutuskan untuk pindah kuliah di Amerika
***
Bagaimana readers masih ngerasa digantung nggak sama Mawar?
Coba deh ditebak gimana kelanjutan kisah cinta Mahen dan Anggi, apakah berakhir indah, atau malah tragis?
Mohon Maaf nanti kalau flashbacknya agak lumayan makan bab, bisa jadi tiga bab atau lebih.
Salam sayang dari Mawar untuk kalen semua, Peluk cium via online🤗😘
Oh iya jangan lupa jejak dan terimakasih buat yang udah dukung Mawar sampe sejauh ini, pokoknya terimakasih banget, kalian istimewaa
__ADS_1
Dan buat yang jadi pembaca dari alam goib terimakasih juga, jangan lupa tinggalin jejak biar Mawar tambah semangat dapet readers dari alam lain🤣🤣🤣🤣