Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta
Episode 10


__ADS_3

Fauzan


Aku sempat berfikir untuk mengatakan pada felis sekarang sebelum acara nanti dimulai. Dan ketika aku akan menuju gerbang pesantren, aku sudah melihat bidadari kecilku berjalan dengan muka yaaaang... cemberut. Yah mungkin itu cemberut. Membuatku tak mampu menahan senyumku. Karna wajahnya semakin imut saat dia cemberut. Saat ku perhatikan, diaaaaaa......... Cantik. Ah tidak. Bukan cantik. Tpi Anggun. Sangat anggun. Tuhaan. Jadikan dia makmumku...


Aku berjalan mendekat. Namun sepertinya dia terlalu kesal karna dia tidak menyadari aku yg juga berjalan didepannya. Aku sengaja membiarkan dia menabrakku. Kulihat dia terkejut dan melotot. Ya ampuun. Seperti saat pertama kali bertemu. " Kamu Cantik." Itu yg ku ucapkan sebelum aku meninggalkan dia yg mulai merona. Mungkin merasa senang ataw malu. Aku tidak tau.


Aku yakin. Dia akan menyetujuinya. Karna aku yakin, bahwa dialah Makmumku. Dan dialah yg akan slalu menemani ku dalam menghabiskan sisa umurku. Dan aku juga yakin. Dialah Malaikat tak bersayap yg tuhan kirim untuk melindungi anak"ku nanti dalam rahim dan pelukannya.


Aaahhh. Aku mulai melantur. Semoga saja. Apa yg kupikirkan itu nyata dan terwujud. ' ya tuhaan. Hanya dia yg kuinginkan saat ini.' Doaku sebelum kembali ke rumah.


-------------


Felisyah.


Aku tak mampu menahan keterkejutanku saat bunda memintaku untk menikah saat ini juga di mushollah pesantren. Lebih lagi saat aku tau siapa mempelai lelakinya. Yah... Dialah pangeranku. Fauzan. Aku menoleh saat tlah duduk disampingnya untuk memastikan bahwa fauzan yg bunda maksud adalah sungguh2 fauzan ku. Oh maksudku fauzan yg hanya ada dalam mimpiku.


Yah. Dia memang Fauzan. Atau lebih lengkapnya MUHAMMAD FATIH FAUZAN. Yang sekarang telah resmi menjadi SUAMI ku saat beberapa yg hadir mengucapkan kata SAH. Aku tak mampu menahan tangisku. Air mata bahagia ini tak mampu ku tahan lagi. Sesaat dia melihat ku. Dia tersenyum dan menghapus air mata ku. " Maaf jika aku tidak memberitaumu terlebih dahulu." Ucapnya.


Mungkin dia merasa bersalah. Namun aku sangat senang. Nyatanya apa yg dikatakan mbak nindi tidak benar sama sekali. Aku hanya membalas dengan senyum. Dia memberikan sebuan cinci emas yg menurutku sangat indah ukirannya. Sesaat saat prosesi pertukaran cincin selesai. Aku mencium tangannya dan Dia. Suamiku. Mencium keningku.

__ADS_1


Setelah itu barulah kami sungkem pada bu nyai dan pak kyai. Dan juga kepada ayah bundaku. Meski pernikahan ini berbeda dengan mimpiku dlu. Aku ttp bahagia. Sangat bahagia. Meski pernikahan ini sangat sederhana, bahkan hanya mengundang beberapa keluarga dekat pak kyai.


...


Saat aku akan kembali ke kamarku di pesantren, gus Fauzan. Oh tidak. Mas Fauzan. Dia.memintaku untuk berhenti memanggilnya gus dan diganti mas saja.


Dia. Mas Fauzan memanggilku. " Dik. Kamu mau kemana.???" Tanyanya. Meski dia sangat tenang tapi aku sangat sangat tidak tenang. Jantungku seperti mau meledak saja.


---------


. Fauzan


Saat hendak menuju Rumah. Aku melihat bidadariku menuju pesantren putri. Kulihat dia senyum2 sendiri. Aku memanggilnya untk berhenti. Dan dia mendengar ku bahkan langsung berhenti. ' sungguh istri yg penurut.' Pikirku sambil menghapirinya.


" Dik. Kamu mau kemana???" Tanya ku meski ku tau dia akan ke kamarnya dipesantren. Kulihat di gugup saat akan menjawabnya.


" Emm. Say.. sayaa... saya mau ke... pesantren gus. Eh mas." Jawabnya. Sungguh aku hatus menahan senyumku. Dia sangat lucu dan menggemaskan. Membuat ku ingin segera menariknya ke kamarku di rumah.


" Tapi kamar mu Dik sudah pindah ke kamar mas." Jawabku. Kulihat dia terkejut dan Melotot. Lagi. " Tidak perlu melihatku seperti itu. Masih ada waktu lain untuk melihatku, jadi jangan melihat mas sampek melotot gtu lagi." Sambungku sambil tertawa. Yah. Dia langsung mengerjap"kan matanya. Dan sekarang justru melihatku dengan kening berkerut dan alis yg sudah siap tempur. ( maksudnya alisnya mau nyatu ya bun. Hihi )

__ADS_1


" Apa. Tidak. A..aku akan ke kamarku saja dipesantren. Lagi pula apa kata teman kamarku jika aku tidak segera kembali ke kamarku." Jawabnya.


" Tidak perlu Dik. Santri putri sudah tau. Tadi setelah selesai acara Abi mengumumkannya pas sehabis sholat dhuhur. (Tdi nikahnya pagi bun. Lupa kasih latar waktu. 😁)."


" Ka...kalau begitu.. aku harus ganti baju dulu. Aku harus ke kamarku dulu."


Aku tau. Sebenarnya dia hanya mencari alasan. Membuatku berfikir untuk isengin dia supaya langsung menuju rumahku.


"Itu juga tidak perlu. Semua barang2mu juga sudah dipindah semuanya ke kamar mas."


"Tapi a..." Belum selesai dia bicara aku langsung menjawab.


"Dik. Jika kamu masih mencari alasan lagi. Nanti mas sendiri yang akan memindahkan mu ke kamarmas. Mungkin mas akan menggendongmu saja. Itu menyenangkan. Yah. Sekarang saja. Biarkan mas yg menggendongmu sampai rumah." Jawabku sambil berpura2 akan menggendongnya. Tentu saja dia sangat kaget sampai melotot lagi dan menghidar sambil menahan ku.


"Tidak perlu mas. Saya jalan sendiri saja. Saya pergi dulu. Assalamualaikum." Jawabnya langsung dan pergi menuju rumah ku.


"Waalaikumsalam." Jawabku.


Berhasil. 😁😁

__ADS_1


😀😀😀


__ADS_2