
Selesai sholat isya' dikamar. Aku mas fatih dan juga abi umi makan malam.
" Gimana lis. Apa kamu sudah baikan duk." Tanya umi.
" Udah koq umi. Felis udah merasa baikan dan sehat. Makasih umi udah khawatirin felis." Ucap felis.
" Tentu saja duk. Kamu sudah umi anggap anak perempuan umi. Apalagi itu fatih, udah kesemsem sama kamu." Ucap umi sambil melirik mas fatih. Yg dilirik malah mesem mesem nggak jelas.
Aku bahagia memiliki suami seperti mas fatih. Dia begitu sempurna di mata ku. Aku merasa sebagai seseorang yg paling beruntung karna telah dicintainya dan menjadi istrinya. Keberuntunganku bertambah lengkap dengan adanya umi dan abi yg juga menerimaku dengan sangat baik. Bahkan mereka juga sangat menyayangiku.
Selesai membantu umi beresin dapur dan cuci piring, aku kembali ke kamar. Disana aku melihat mas fatih tengah berdiri didepan foto pernikahan kami. Aku tau, sampai saat ini aku belum memberikan haknya sebagai suami ku. Dan saat ini aku sudah yakin dan siap untk memberikan semua hak yg memang seharusnya mas fatih terima. Semuanya. Termasuk tubuh dan jiwaku. Dia juga berhak atas seluruh milikku. Bahkan sangat berhak. Justru aku berdosa karna telah menggantungkan haknya.
" khe.. kheeemm." Ucapku berdehem.
__ADS_1
" Sayaang. Kamu langsung istirahat yah. " ucap mas fatih.
" tpi aku belum ngantuk mas." Ucapku sambik duduk di pinggir tempat tidur. " duduk sini." lanjutku sambil menepuk tempat disebelahku.
Awalnya mas fatih mengernyitkan dahi. Lalu tersenyum. Dan duduk disampingku dengan kepalaku yg disandarkan di bahunya.
" Kenapa?? Kamu nggak cape?? Gak usah pikiran mas. Mas tau. Kamu mikirin apa. Kita lakukan kewajiban itu nanti setelah kamu sembuh total. Mas gak mau kamu berjuang dengan rasa sakit itu sendirian. Mas ingin kamu seperti dlu lagi. Mas nggak sanggup ngeliat luka ditubuh kamu. Jadi. Mas akan menafkahi batin kamu nanti setelah kamu sembuh. Yah.??" ucap mas fatih sambil mengelus rambutku.
" Beneran mas?? Tpi aku.."
Aku langsung bangun dan mencubit pinggangnya. Bisa"nya dia menggodaku. Aku yakin wajahku sudah seperti kepiting rebus. Aku keluar menemui ummi. Duduk disamping ummi yang asyik bersholawat. Disusul mas fatih yang langsung duduk disebrang meja..
" kenapa nggak istirahat nduk??? " tanya ummi.
__ADS_1
" belum ngantuk ummi. Jadi keluar dulu." jawabku.
" Abi mana ummi??? " tanya mas fatih.
" abi mu ya ngajar le. Tadi balik habis sholat isya' buat makan dulu. Abis makan tadi sudah balik lagi kemushallah. "jawab umi." kamu juga mulai besok harus ngajar lagi. Felis biar ummi yang temenin. " sambung ummi.
" nggak apa ummi. Felis mau masuk kelas juga. Banyak yang harus felis pelajari. " ucapku pada ummi.
" jangan sekarang ya sayang. Kamu belum pulih. Nanti kalau sudah pulih benar, baru kamu sudah boleh masuk lagi. Untuk kuliah kamu juga sebaiknya ambil cuti dulu seenggaknya sebulan. Yah.... " kata mas fatih. Aku tau mas fatih masih mengkhawatirkan kondisiku. Aku tersenyum memikirkannya.
" betul kata fatih nak. Kamu istirahat dulu. Nanti kalau sudah pulih. Kamu bisa masuk lagi. Kamu harus perhatikan kondisi kamu yah. " ucap ummi.
" Baik mas, Ummi. Makasi udah sayang dan khawatirin felis. " jawabku.
__ADS_1
Aku bahagia. ' ya allah. Terima kasih karna sudah mengizinkan hamba mu ini menjadi bagian dari keluarga mas fatih. Bahkan mereka sangat menyayangiku. Terima kasih ya allah'...