
" SALAH MU??? Kau bertanya apa salahmu Felisyah. Salahmu sangat banyak. Sangat banyak felis. Pertama kamu sudah merebut perhatian bu Nyai dariku. Kau merebut posisiku di dalam. Dan yg paling FATAL adalah. KAMU SUDAH MEREBUT FATIH DARI KU. Kamu sudah merebut hatinya dariku. Dasar wanita murahan." Ucap mbak nindi sambil menampar wajahku.
Aku meringis. Luka di sudut bibirku bertambah lebam. Aku hanya bisa menangis. Apalagi yg bisa aku lakukan.
Tak lama akhirnya mbak nindi kembali berteriak.
" FARHAAAANNN. CEPAT DATANG. CEPAAAATTT... kemana perginya laki" itu. Dasar lelaki ****." Ucap mbak nindi sambil menggeram. Hingga akhirnya farhan datang.
" kemana saja kau hah. Bukankah sudah kubilang kau harus menjaga wanita murahan ini. Tidak becus." Kata mbak nindi sambil mendungus kesal. " Sekarang. Cepat gagahi gadis jalang itu. Lakukan apa yg kau minta waktu itu. Tapi aku akan merekamnya. Cepaat sebelum aku berubah fikiran. Aku ingin melihat dia tersiksa saat lelaki lain menyentuhnya." Lanjut mbak nindi sambil menyeringai.
Awalnya farhan diam saja. Namun akhirnya melangkah mendekat dan membuka bajunya sendiri. Farhan sudah bertelanjang dada. Namun dia belum menyentuh ku. Aku semakin takut. Aku menangis. Aku sangat takut. Mas fatiiihhh. Batinku pilu.
----------
__ADS_1
Fauzan
" lee. Itu ada nindi pengen ketemu. Katanya ingin pamitan sama kamu. Temui dia sebentar le. Karna umi liat. Dia suka sama kamu. Tapi harus ingat istrimu. Meski sekarang dia belum ditemukan. Umi yakin, istrimu masih hidup. Kamu katakan sama nindi. Kamu sudah punya pendamping. Dan kamu bahagia. Nindi juga harus temukan kebahagiaannya dsendiri. Bagaimanapun dia adalah teman kamu. Dulu umi pikir akan menikahkan kamu sama dia. Cuma umi merasa ragu. Ndak tau kenapa umi merasa ragu sama nindi. Sampai kamu bilang ingin menikahi nak felis. Temui dia yah. Sebentar saja lee. Kasian dia lee udah nungguin kamu. " Ucap ummi.
Awalnya aku nggak mau. Hanya saja karna umi memaksa. Akhirnya dengan malas aku menemui nindi.
" ada apa nin.??" Tanya ku.
" aku turut prihatin tentang hilangnya istri kamu. Aku ngerti koq. Pasti sakit banget saat kita harus kehilangan orang yg kita sayang. Tapi kalok kamu butuh sandaran. Aku slalu ada buat kamu Fatih." Sambung nindi sambil memegang bahuku.
Ku lihat nindi dengan kesal. Sambil kulirik tajam tangannya yg memegang bahuku. Segera saja nindi melepaskan tangannya dari bahu Fatih.
" ya udah. Aku pamit yah. Assalamualaikum fatih." Ucap nindi sambil beranjak dari duduknya.
__ADS_1
" tunggu nin." Ucapku. " Apa kamu punya temen atw sodara di arab???" Tanyaku. Kulihat nindi mengernyit. Mungkin heran karna pertanyaanku yg menurutnya tidak masuk akal. Tapi biarlah. Aku hanya ingin tau saja.
" Tidak ada tih. Kenapa kamu bertanya seperti itu.??" Tanya nindi.
" Hanya bertanya." Jawabku sambil pergi meninggalkan nindi.
Fatih masuk ke kamarnya sambil membanting pintu. " Nindi. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Felisyah. Aku berjanji aku akan membuatmu tidak akan pernah melupakan apa yg akan aku lakukan padamu." Batin fatih menggeram.
Flashback on
Kulihat tangan nindi dibahuku. Aku terhenyak. Namun langsung bersikap seperti tadi. Menatapnya dengan kesal dan amarah tertahan. Yah. Nindi mengenakan gelang ukir yg aku pesan waktu di al-azhar untuk ummi. Namun umi memberikannya pada Felisyah saat kami akan menikah. Aku ingat betul.
Flashback off
__ADS_1