Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta
Bab 37


__ADS_3

Tak lama setelah Fal pergi, Tanvi keluar kamar.


Apartemennya rapi dan bersih.


Semenjak dirinya hamil, Fal mengurus semua tugas Tanvi termasuk bersih-bersih rumah.


Ia duduk dan menyantap bubur yang disediakan Fal.


Bel berbunyi.


Ia tertatih-tatih bangun dan membukakan pintu.


“Halo Bu Tanvi…”


Tanvi tersenyum. “Apaan sih? Emang aku setua itu?”


Sekar dan Melly masuk apartemen dengan ceria.


“Gimana kantor? Aku jadi kangen pengen kerja.” Tanvi menyiapkan dua gelas sirop.


“Lo butuh apa lagi sih pengen kerja segala?” komentar Melly. “Istri bos tuh nggak boleh kerja.”


“Masa’? Aturan dari mana?” Tanvi meletakkan gelas di meja.


“Aturan nggak resmi dari kaum perempuan,” kata Sekar geli. “Kalo punya suami kaya, buat apa lagi kerja? Kalo kita jadi elo, tinggal hidup enak. Belanja, ke salon perawatan, percantik diri biar suami betah kalo pulang kerja.”


Tanvi tertawa geli. “Aku kurang suka hal-hal begitu.”


“Oh ya, lo udah belanja keperluan bayi?”


“Belum. Tapi kayaknya nggak perlu.”


“Lho? Kok nggak perlu?”


“Soalnya semua udah disiapin sama Mama dan Tante Rima.”


“Yahh nggak seru dong, padahal kita ngarep bisa nemenin lo shopping perlengkapan bayi. Kan lucu-lucu barangnya.”


“Kalian doain aku aja udah cukup kok.” Tanvi mengupas buah jeruk. “Oh ya, senam hamilnya jam berapa?”


“Ntar siang. Gue bawa mobil kakak gue, jadi kita nggak perlu naik taksi.”

__ADS_1


Bel berbunyi menyela pembicaraan mereka.


“Biar gue yang bukain.”


Melly membuka pintu.


“Fal mana?”


Suara agak keras itu membuat Tanvi dan Sekar menoleh.


“Pak Fally lagi keluar. Anda siapa?” tanya Melly agak gondok melihat ketidaksopanan perempuan berbaju seksi itu.


Tanpa bicara, ia menerobos masuk dan melihat sekeliling.


Tanvi dan Sekar berdiri.


“Alisha?” tanya Tanvi.


“Oh jadi lo istrinya Fal?” ternyata memang Alisha.


Perempuan itu mendekati Tanvi dengan wajah angkuh.


Tubuhnya tinggi dan betisnya jenjang, apalagi ia memakai high-heels yang membuatnya makin mempesona.


Rambutnya sebahu dicat kecokelatan.


Rok mini ketat dan tank-top.


Belum lagi perhiasan menghiasi tubuhnya membuatnya makin berkilau.


Make up yang menempel di wajahnya begitu sempurna.


Tanvi memaksakan tersenyum. “Namaku Tanvi.”


Mata Alisha menyipit melihat Tanvi dari ujung kepala sampai ujung kaki.


“Ckckckck… kayak begini istrinya Fal?”


“Eh tolong sopan ya!” Melly sewot ada yang semena-mena pada Tanvi.


Sekar merangkul bahu Tanvi. “Ini istrinya Pak Fally.”

__ADS_1


“Eh urusan gue sama dia! Kalian enggak usah ikut campur!” bentak Alisha.


Tanvi mengangguk pada dua temannya.


“Nggak pa-pa.”


“Tapi…”


“Ini urusan aku.” Tanvi menatap Alisha datar.


“Kak Fal lagi nggak di rumah.”


“Sebenernya gue mau ketemu sama lo. Gue pengen tau, istri Fal tuh secantik apa. Ternyata, lo nggak sebanding sama gue. Pantes aja Fal nggak berenti mikirin gue.”


“Eh jaga ya mulut lo! Tanvi begini karena dia lagi hamil. Kalo enggak, dia jauh lebih cantik dari lo…” Melly tidak bisa menahan emosi, langsung ditahan Sekar.


“Jangan ikut campur, makin panas ntar.”


“Tapi ni cewek nggak sopan! Gue kasih pelajaran!”


“Jangan, Mel!”


“Heh, lo berdua diem aja deh! Ini urusan gue sama dia!” bentak Alisha sengit dan memandang Tanvi.


“Asal lo tau aja, Fal nggak bisa pisah dari gue. Meski kami udah putus, tapi Fal nggak bisa lupain gue. Dan sekarang gue di sini. Gue tinggal di lantai 12. Kalo nanti Fal nggak pulang ke sini, lo bisa cari di tempat gue. Karena Fal nggak pernah bisa nolak apa yang gue mau. Termasuk, kalo gue minta dia cerai sama lo, dia nggak bakal pikir dua kali dan hubungan kalian end. Paham?”


Tubuh Tanvi gemetar, air matanya bergulir turun.


Sekar dan Melly cemas melihat Tanvi terguncang.


Alisha berbalik pergi, puas.


Tanvi terduduk lemas dan menumpahkan tangisnya.


“Tanvi, jangan dengerin kata dia,” hibur Sekar.


Melly ikutan sewot. “Dasar cewek sombong! Nggak ngerti banget perasaan sesama cewek.”


Tanvi tidak mendengar lagi kata-kata dua temannya, dan menangis sesunggukan.


***

__ADS_1


__ADS_2