
Aku terpeleset. Nampan berisi nasi goreng yg masih hangat itu terlempar berhamburan. Tanpa sadar ku tutup mata ku. Mungkin karna takut dicium lantai. Namun 1 detik. 2 detik. 3. 4. Hingga beberapa detik aku ttp tidak merasa dicium lantai. Aku merasa sesuatu menahanku. Kucoba membuka mata ku perlahan. Oh tuhan..
Yah. Aku terjatuh dipelukan pangeranku. Aku melihat wajahnya. Ingin merekam setiap inci dari garis wajah yg ada didepannya. Namun, belum beberapa detik dirinya menikmati wajah sang pujaan begitu dekat. Nasi goreng yg dibuatnya tumpah berhamburan mengenai dirinya dan sang pangeran. Memalukan. Belum selesai rasa malunya. Puncak rasa malunya yg terakhir pun ikut memriahkan. Satu telor ceplok jatuh tepat mengenai wajahnya.
Aahhhhhhhh...
Aku teriak sekuat mungkin. Namun aku baru sadar bahwa suaraku tidak keluar dri tenggorokanku. Aku hanya teriak dalam hati. Bagaimana tidak. Sudah menjadi momen romantis, terpeleset dan jatuh di pelukan pangeran tampan. Dengan harapan kejatuhan bunga" mawar yg indah. Ini malah nasi goreng, ditambah lagi dengan telor ceplok di wajah. Sungguh sangat sangat sangat MEMALUKAN. Rasanya aku ingin menangis saja. Akhirnya tidak kuat menahan malu. Aku pura" pingsan. Setidaknya aku tidak harus melihat wajah" yg akan menertawakan ku.
Sungguh menyedihkan. Sehari bertemu 3 kali. Namun semua dlam keadaan yg memalukan. Keadaan yg tak diharapkan. Kenapa jadi begini. Habis sudah. Sekarang dia sungguh akan mengatakan kalau aku sebenarnya adalah wanita Sinting.
__ADS_1
- - - - - - - - -
FAUZAN
Gadis kecilku. Kenapa dia belum sadar juga. Sudah lebih 3 jam dia pingsan. Apa mungkin dia syok. Tapi, baru kali ini aku sangat mengkhawatirkan wanita lain selain Umi ku. Ntahlah, aku merasa takut terjadi sesuatu padanya. Meski aku tk tau alasan kekhawatiran ku ini. Karna aku hanya mengenalnya hari ini saja.
" Umi. Kenapa dia belum sadar juga mi."
" Baiklah umi. Fatih sholat dulu."
__ADS_1
" Fatih. Tunggu dlu. Kenapa kamu sangat mengkhawatirkannya. Apa kamu menyukainya.???" Pertanyaan umi membuat ku berfikir. Ntahlah. Aku sendiri belum mengerti bagaimana perasaan ku ini. Lagipula aku tidak mau perasaan ini justru malah menjerumuskan ku menuju hal yang tak diinginkan.
" Ntahlah mi. Fatih nggak tau mengapa Fatih sangat mengkhawatirkannya. Fatih udah coba nahan untk biasa aja. Tpi nggak bisa umi. Fatih takut Dosa." ucapku. Berharap umi bisa memberi tahuku ttg perasaan yang menurutku salah ini.
" Fatih. Perasaan kamu itu tidak salah. Namun terkadang perasaan itulah yang akan membuat iman seseorang berkurang. Kalau kamu sungguh" menyukai Felis. Nikahi dia. Umi mendukung mu selama itu masih di jalan yang benar. Kamu mengerti kan maksud umi??"
" Iya mi. Fatih ngerti. Tapi fatih belum yakin. Biarlah waktu yang jawab mi. Ya udah mi. Fatih sholat dulu.." Ucapku berlalu meninggalkan umi bersama gadis itu..
----------------
__ADS_1
Halo sahabatku. Ketemu lagi dengan Rika nih. Apakabar semua. Semiga sehat selalu. 😁 Pertama saya mau bilang. Terima kasih buat yang mau baca, like, komen dan vote aku dan novel aku. Meski aku banyak kekurangan, aku akan ttp berusaha untuk membuat cerita yg semenarik mungkin. Tapi maaf kalo ttp nggak sempurna, karna saya masih amatir. Alias pemula...
😉 😉 😉