
Jam 3 dini hari. Fatih terbangun. Ia merasa berat pada lengan kirinya. Setelah dilihat, ternyata istrinya masih tertidur pulas. Dibelainya rambut felis yang hitam panjang. Dikecup keningnya.
"tuhan telah memberikan bidadari terindah untukku. Terima kasih ya allah. Aku akan menjaga dia dengan sepenuh hatiku. Tak akan pernah ku sia-siakan pendamping terbaik yang telah engkau kirimkan untukku. " Gumam fatih.
Setelah puas memandangi wajah tertidur istrinya. Fatih bangun. Ditariknya perlahan lengan kirinya agar tidak membangunkan felis.
Fatih menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi. Fatih melaksanakan sholat malam. Usai sholat, fatih membangunkan felis untuk bersiap sholat subuh.
Fatih : sayaang. Bangun.. Udah mau subuh...
Felis : heemmm. Kenapa baru bangunin mas...
Fatih : kamu tidur pulas banget. Mas gak tega bangunin kamu. Kamu juga pasti capek habis semalam yang kita lakukan.
Diingatkan kembali tentang semalam membuat pipi felis memanas. Diraihnya selimut untuk menutupi wajah dan tubuhnya.
Fatih : apa yang kamu tutupin sayang. Mas udah tau semua.
Felis : duh. Mas keluar dulu gih. Felis mau mandi.
Fatih : hahaha. Iya iya. Mas keluar dulu yah. Mas tunggu diluar. Nanti kita berangkat bareng ke mushollah.
Fatih mengecup kening felis, sebelum akhirnya fatih benar-benar keluar dan menutup pintu kamar.
__ADS_1
" duuhhh. Nyeri. Huuhhhff. Tahan tahan deh. Mandi besar dulu sebelum sholat.. " gumam felis.
.........
Dikarnakan hari ini dan besok abi dan ummi nggak dirumah. Jadi habis sholat subuh, felis langsung bersiap untuk masak. Beruntung nya dulu felis udah sering masak bareng bundanya, karna bagaimana pun felis diajari untuk hidup mandiri mulai kelas 3 smp.
Fatih : sayang. Mas bantu yah...
Felis : udah gak apa mas. Mas duduk aja. Nanti bantu makan.
Fatih : makan aja?? Mas bantu potong sayur aja. Gk apa-apa kok sayang. Bantu istri masak. Supaya nanti kalok kamu hamil mas yang masakin.
Felis memerah. Belum sehari ibadah semalam, mas fatih sudah membicarakan kehamilan. Felis mulai merasa khawatir dengan jadwal tidur malam miliknya.
Fatih memeluk felis dari belakang saat felis masih dalam lamunannya.
Felis : mas. Felis bukannya nggak mau. Selama allah percayain felis buat jaga anak kita lebih cepat. Felis akan terima. Lagipula felis nggak mau membuat mas fatih kecewa sama felis nanti kalok felis nggak mau.
Fatih : tentu saja mas nggak bakalan kecewa sayang. Mas nggak mau maksa kamu. Karna bagaimana pun, banyak yang harus disiapkan untuk punya anak. Mas nggak mau kalau nanti kamu kesulitan karna kamu belum siap.
Felis : nggak mas. Felis selalu siap dan berharap agar felis bisa segera melengkapi kebahagiaan nya mas fatih, abi, ummi. Juga ayah dan bunda felis. Selama tuhan percaya sama felis. Felis akan percaya juga bahwa felis mampu.
Fatih terharu mendengar penuturan istrinya. Dikecupnya kening felis. Perlahan kecupan fatih mulai turun ke pipi. Sedetik kemudian fatih mengecup lembut bibir felis. Fatih mulai memperdalam ciumannya. Felis hanya mampu mengikuti fatih yang mulai melumat bibir felis.
__ADS_1
Ciuman mereka semakin dalam. Sampai saat fatih menyadari bahwa felis mulai kewalahan membalas ciumannya. Akhirnya fatih melepas ciumannya agar felis bisa bernafas.
" dek. Tak bisakah mas menafkahi batinmu dulu?? " bisik fatih perlahan
" mas. Sarapan. Sarapannya gimana??. "
" heeemmm.... " fatih mengekrutkan dahi.
" felis mau masak. Mas harus makan. Kalau mau nafkahin batin felis. Waktu malam saja yah " ucap felis dengan menundukkan kepala. Malu campur bingung...
Fatih : heem. Iya iya. Ya udah. Sini sayurnya. Mas yang potong. Biar meringankan kerjaan kamu. Ya sayang.
Felis : iya mas. Makasi yah...
Tak lama. Sarapan siap semua. Nasi, ikan goreng, tumis kangkung. Sambel. Sederhana memang. Tapi terasa mewah jika dinikmati dengan rasa syukur.
Selesai sarapan, felis bersiap-siap untuk pergi ke pesantren putra. Hari ini fatih menggantikan abinya untuk mendekti hafalan al-Qur'an bagi santriwan yang mengajukan hafalan al-Qur'an. Sebenarnya fatih diminta untuk menggantikan abi dalam setoran. Tapi fatih menolak karna merasa belum sanggup dan takutnya ada yang kurang. Jadi fatih hanya membantu mendekti santriwan yang akan nyetor. Setelah abinya pulang nanti. Mereka akn menyetor ulang kepada pak kyai sendiri. Dan ini juga sudah disetujui abi...
Fatih : sayang. Mas ke pondok putra dulu yah. Kamu kalau merasa sepi atau bosan, ajak temen kamu kesini atau kamu yang kesana nggak apa. Mas izinin. Pokoknya jangan jauh-jauh dari pesantren. Yah...
Felis : iya mas. Mas hati-hati yah...
Felis mencium punggung tangan fatih.
__ADS_1
Fatih : iya sayang. Assalamualaikum
Felis : waalaikumsalam...