
Felisya.
Sehabis sholat isya' dirumah mertua. (cielaaah. Udah jadi mertua aja.) Aku tidak tau lagi harus kemana dan ngapain. Sekarang mas fauzan masih ada dimushollah. Apa aku langsung tidur aja yah. Lgi pula aku masih takut untk melakukan kewajibanku. Meski itu sudah kewajiban seorang istri. Bukankah diperbolehkan menunggu jika seorang istri tsb masih belim siap untk melakukannya. Yg terpenting istrinya ttp mentaati peraturan sang suami. Yah. Itu benar. Itulah yg saat ini ku pikirkan...
Kuputuskan untuk tidur saja. Lagi pula mas fauzan tidak akan membangunkannya jika aku trtidur. Itulah pikiran ku. Namun. Meski aku sudah berusaha untk tertidur. Tpi mata ini sedang tidak berpihak pdaku. Tetep melek. Hingga ku dengar suara langkah kaki mendekat. Aku yakin itu mas fauzan. Lebih baik aku pura" tidur saja. Dari pada harus merasakan sakit malam pertama seperti yg pernah diceritakan icha dan rani. Sangat sakit. Bahkan melebihi sakit saat jatuh dari tangga.
Ku pejamkan mataku. Hingga terdengar bunyi pintu kamar dibuka. Sungguh. Aku degdegan sekaligus gemeteran. Aku takut mas fauzan memaksaku melakukannya malam ini juga. Apa daya ku nanti jika sudah dipaksa. Meski oleh suami ku sendiri.
Ditengah kacaunya pikiranku. Kurasakan mas fauzan menyentuh rambutku dan membelainya. Rasanya menenangkan. Hingga dia membangunkanku.
" Dik. Bangunlah dulu. Mas tau kamu belum tidur." Ucapnya. Aku ketahuan...
" Maaf mas. Aku cuma masih takut untuk itu..." jawabku. Aku menunduk. Kurasakan pipiku memanas. Ya ampun...
__ADS_1
Bagaimana bisa...
-----------------
. FAUZAN.
Aku tau dia belum tidur. Terlihat dari matanya yg masih bergerak seperti orang ketakutan. Aku sempat heran. Apa aku semenakutakan itu. Tapi aku langsung sadar. Bukan aku yg dia takutkan. Tapi tugasnya yg membuat dia ketakutan hingga berkeringat. Padahal kamar ini dilengkapi ac. Membuatku semakin gemes untuk menyentuhnya. Namun. Aku tidak akan melakukannya jika dia belum siap. Aku ingin dia melakukan tugasnya atas dasar hatinya. Bukan pikirannya.
" Dik. Bangulah dulu. Mas tau kamu belum tidur." Ucapku membangunkan bidadari ku.
Aku tidak memjawab perkataannya. Kusentuh ubun" kepala istriku. Kubacakan doa yg kudapat dri guruku di al-azhar. Lalu ku kecup keningnya.
" Mas tidak akan melakukannya jika kamu belum siap. Mas ingin kamu malakukan tugasmu atas dasar dari hatimu. Bukan dari pikiranmu. Mas percaya sama kamu." Jawabku berusaha untuk menenangkannya. Dia menatapku. Lalu tersenyum. Sungguh manis senyumnya. Pikirku.
__ADS_1
" Tapi apa kamu tidak akan memberikan sedikit hadiah kecil untuk pernikahan kita???" Sambungku. Bukan jawaban yg ku dapat. Dia malah menunduk dalam dan tersenyum. Aku tau pipinya memerah. Mungkin malu untuk menjawabnya.
Tanpa menunggu kata" lagi darinya. Ku angkat dagunya. Dan dengan lembut dan perlahan. Kukecup bibirnya yg tipis. Awalnya dia hanya diam saja. Namun setelah beberapa detik kemudian. Kurasakan dia membalas ciumanku meski sangat tertahan.
-----------
Halo sahabat NOVELTOON....
Ketemu saya lagi. Rika Lukizika. Semoga kalian nggak bosan ya. Dan semoga karya ku bisa menghibur. Meski saya masih pemula, saya akan berusaha untuk membuat sahabat disini suka.
Saya cerita dikit yah.
Awalnya saya tidak suka membaca. Ribet. Itulah yang saya pikirkan dulu waktu smp. Tapi setelah sma saya tinggal jauh dari keluarga. Beda kecamatan aja sih. 🤗 Dari situ saya mencari kesibukan bari di waktu luang. Dan temen smp saya yang mau pindahan nitip NOVEL ke saya. Iseng-iseng saya baca Ternyata seru. Dari situ saya jadi sangat menyukai membaca novel. Inspirasi berkarya saya dapat dari berbagai cerita novel yg saya baca. Dan Novelis yg paling saya suka itu HABIBURRAHMAN. Aduuuhhhh...
__ADS_1
Beliau saya jadikan panutan dalam berkarya. Semoga besok dan kedepannya saya bisa mencapai setidaknya 1% saja dari apa yang Beliau capai...
Buat sahabat NOVELTOON. Makasi juga sudah membaca karya saya yg penuh kekurangan ini. 😘😘