
Mohammad Fatih Fauzan.
Kupandangi sebuah rumah didepanku. Sudah lama aku meninggalkan rumah ini. Kurang lebih selama 3 tahun. Dan itupun aku tidak pernah sekalipun pulang. Karna Abi dan Umi ingin aku fokus pada kuliahku di Al-Azhar. Rasanya ingin menangis saja bisa melihat kembali rumah, tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan oleh ke2 orangtua yg sangat menyayangiku.
Aku tidak mengatakannya pda abi dan umi. Bahwa aku sudah tiba di indonesia. Aku hanya ingin memberi kejutan. Karna itu aku tidak ada yg jemput dibandara. Ku langkahkan kaki ini masuk melewati gerbang. Rumah ini masih sama. Elegan dan sederhana. Saat hendak membuka pintu, pintu sudah terbuka dri dalam. Dan kulihat abi yg terkejut melihat kepulangan anak semata wayangnya. Yah. Aku adalah anak satu"nya di keluarga Yusuf Mansur, abi ku.
" Fatih!!! Ya ampun nak. Kenapa tidak bilang kalau kamu pulang. Abi sangat merindukanmu cah Baghus." Seru abi ku.
Akupun memeluk abi. " Maaf abi. Fatih cuma ingin buat kejutan untk abi dan umi. Fatih juga sangat merindukan abi sama umi. Umi mana bi???" Ucapku sambil celingak celinguk ke dalam.
" Ada didalam. Masuk sana. Umi mu masak makanan kesukaan kamu. Pas abi tanya, katanya takut kamu pulang dadakan. Ternyata naluri ibu sama anak sangat kuat Fatih" kata Abi ku.
" iya Bi. Abi mau ngajar???" Tanya ku.
" iya. Udah nanggung para santri udah nunggu di mushollah. Abi ngajar dlu. Assalamualaikum"
__ADS_1
" iya bi. Hati hati. Waalaikumsalam." Jawabku sambil mencium tangan abi.
Aku masuk kedalam sambil mengucap salam. Namun tdak ada jawaban. Baru kuingat kata abi umi ada didapur. Aku memutuskan berjalan ke kamar ku dlu untk menyimpan tas dan koper ku. Kulihat sejenak. Tak ada yg berubah pda kamar ku. Masih seperti dlu. Hanya seprai dan sarung bantal yg berubah. Mungkin umi yg menggantinya. Lalu aku menuju dapur. Kulihat umi yg sedang memasak. Memang terkadang jika ada waktu umi memasak sendiri. Memang terkadang jika ada waktu umi memasak sendiri. Namun seringkali santri yg bertugas di dalem yg akan memasak jika umi tidak sempat.
" Koq balik lagi bi. Katanya mau ngajar." Kata umi tanpa menoleh. " Assalamualaikum Cantik" ucapku mencoba menggoda umi.
Seketika itu jga umi menoleh dan terlihat sangat kaget. Namun jga terlihat kebahagiaan disana. Wajah itu. Wajah yg slalu ku rindukan. Ingin rasanya aku menangis. Namun ku tahan. Karna jika aku menangis. Umi pasti akan mengejekku seperti anak kecil.
Umi memelukku. Dia bahkan menangis.
" Hai bidadari surga. Kenapa menangis. Umi. Jangan menangis. Aku tidak mau umi meneteskan air mata ini." " umi merindukanmu cah bagus. Anak umi." Umi memelukku lagi. Dia mengecup kening. Rasanya seperti saat aku masih kecil. Umi sering melakukannya.
" Fatih. Kamu mau kn gantikan abi ngajar di kelas attholib. Kelas bagian mahasiswa senior???"
" oh. Iya bi. Kapan jadwalnya bi.???" Tanya ku. Meski sebenarnya aku masih merasa kurangpantas ngajar. Karna aku baru lulus. Aku merasa kurang mampu jika htus mengajar kelas bagian attholib. Tapi aku tdak ingin mengecewakan abi dan umi ku.
__ADS_1
" hari rabu dan kamis. Sehabis sholat ashar. Kamu taukan ruangannya bagian mana???"
" tau koq bi. Ya sudah bi. Sekarang aku mau ke warung pak acing dlu. Kangen bakso daging buatan pak acing bi."
" iya iya. Hati hati ya nak."
" iya bi. Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam..."
____________
Tempat ini tdak banyak berubah. Kecuali warung pak acing yg terlihat lebih bagus dri yg dlu. Mungkin sudah direnovasi. Karna santriwan dan santriwati disini makin banyak otomatis pelanggan makin meluber. Dari sini sja sudah terlihat banyaknya pengunjung yg datang. Apalagi hari ini adlah hari libur untuk para santri. Mereka pasti ingin makan diwarung pak acing yg tdak jauh dri pesantren.
Aku berjalan menuju warung pak acing. Tanpa sadar seorang gadis menabrakku. Dan menumpahkan minuman es yg sdikit membasahi baju ku. Kudengar dia ngomel" nggak jelas. Aku nggak ngerti apa yg dia omongin. Mungkin bahasa daerahnya. 😂😂. Hanya saja kulihat gamis yg dia pakai basah dri bagian dada ke bawah. Mungkin itu yg membuatnya ngomel". Aku berusaha minta maaf. Tpi sepertinya dia sedang fokus ngomel" dan belum kelar. Membuat ku menahan senyumku, karna kelakuannya yg lucu.
__ADS_1
Dia baru berhenti ngomel" saat temannya menenangkan dirinya supaya tdak trbawa emosi. Dan langsung melotot pada ku. Awalnya dia melotot dengan wajah sangat kesal. Namun detik berikutnya wajah itu berubah. Dia melongo menatapku. Aku dibuat bingung. Apa yg salah dengan ku. Apa wajahku saat ini sangat jelek sehingga dia menatapku seakan" aku ini makhluk alien yg berasal dri luar angkasa.
😁😁