
" ICHAAAAA..." Sontak aku dan rani melotot dan serempak neriakin icha. Sampek beberapa pengunjung ngeliatin kita. Yg diteriakin malah senyum" nggak jelas. " maaf. 😁😁" kata icha. Selesai makan bakso. Kami keluar dri warung pak acing sambil membawa minuman es yg disimpan diwadah plastik berbentuk semacam gelas.
Saat berjalan keluar warung, seseorang menabrak ku sehingga membuat es dlam gangamanku tumpah mengecat (emangnya tembok. 😂) baju gamis berwarna silver kesayangan ku. Aku ngomel" nggak jelas sambil ngibas" gamisku meski ku tau air itu sudah menyerap sempurna. Rani dan icha berusaha menenangkan ku. Saat aku mendongak untk melihat pengecat gamis ku, saat itu aku tau klok dia adlah seorang lelaki yg mungkin umurnya sekitar 5 atw 6 thun lebih tua dri ku. Dengan wajah yg kalem, hidung mancung, mata elang, bibir seksi. Waaw. Aku tercengang. " apa dia malaikat. " batinku.
Wkwkwm
" ya tuhaaannn.
Apa aku mimpi. Cakep banget." Batin ku.
__ADS_1
" hallo. Maaf. Saya tidak sengaja." Itulah yg dia ucapkan. Dan mampu membangunkan ku dri dunia lamunanku. Membuatku gugup dan gemeteran. Tpi ku tahan kegugupanku sekuat tenaga. Meski aku tau itu tidak terlalu berhasil.
" a..aku.. aku nggak ppa koq. Cuma kalok jalan hati" dong. Kan jadi basah gamis aku nih. Nggak jdi kepasar tauk. Masak harus balik lagi cuma buat ganti gamis. Ntar dikira cuma pengen keluyuran nggak jelas. Kalok kamu mau beliin nggak ppa. Tpi kan nggak mungkin kamu beliin aku gamis. Kenal aja juga nggak. Huh." Kataku. Aku berusaha menahan diri. Tpi sepertinya tidak berhasil. Karna penyakitku muncul sudah. Aku akan ngomong nggak jelas klok aku gugup. Memalukan. Aku langsung nunduk. Dan berlalu pergi dari stu. Karna jantung ku sudah tdak bisa di ajak kompromi lagi.
" Nama ku Fauzan. Nama kamu siapa???" Suaranya mampu menghentikan langkahku dan temanku. Karna aku terlalu gugup. Aku tidak mampu bersuara. Sehingga icha yg menjawab pertanyaan Fauzan. " Namanya Azkia Felisya Almira. Kami manggil dia felis. Dia itu diem karna gugup. Abis kamu cakep banget sih. Hihihi. Mau tau nama aku nggak??"
Dengan polosnya icha mengatakan semuanya. Membuat rani narik dia supaya nggak bikin malu aku lagi. " eh eh eh. Rani tunggu dlu. Dia belum jawab. Rani... bye fauzan. Nama aku icha. Bye. Bye bye...." jawab icha teriak" karna kami tarik. Sungguh memalukan.
" Laki laki itu. Cakep banget yah. Fauzan. Namanya jga bagus. 😁😁. Hmm. Apa dya santriwan dsini. Kayaknya iya deh. Tadi aja dya pkek sarung. Duh. Pengennya dpet jodoh kayak dya. Klok perlu. Dia aja deh." Batin ku. Tanpa sadar aku senyum" sendiri. Membuat rani dan icha bingung.
__ADS_1
" Kenapa si lis. Senyum senyum sendiri lagi. Serem tau." ucap Rani. Nanti kesambet loh. " tambahnya..
" Eh nggak koq. Aku cuma kepikiran sama yang tadi itu. Kan sayang sama es yang kebeli. Jadi mubazir. " ucap felis asal...
" mubazir es_nya apa masnya nih.??? "
Ucap rani menggoda felis.
" Emang tadi kenapa???. " tanya mbak nindi.
__ADS_1
Lalu Rani menceritakan kejadian tdi sma mbak nindi. Alhasil mbak nindi ketawa nggak jelas.
Menurut ku apanya yg lucu. Yg ada memalukan. Sempet kesel juga sama icha. Tpi aku tau. Itu memang dia. Ceplas ceplos.