Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta
Episode 6


__ADS_3

Felisya.


" Bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengannya lagi. Memalukan banget sih. Tdi pagi kesiram es. Sekarang nyolong sendal. Aduuuhhhh. Mungkin dia pikir aku ini cewek aneh kalik yah. Ya ampun." Batin ku.


Aku segera menuju ruang ngaji ku setelah selesai mengganti mukenah. Aku mengikuti pengajiannya, Namun pikiranku melayang ntah kemana. Setelah pengajian usai, Rani malah mengagetkanku. " hoi. Ya ampuuunn liiisss. Ngelamun aja. Apa sih yg dipikirin???". " Bukan apa apa koq Ran." Jawab ku.


" Eh iya lis. Ntar habis sholat magrib kamu nggak usah ngaji yah. Izin. Temenin aku ke Dalem. Soalnya Febi yg awalnya bareng aku bantu Dalem sekarang udah berenti nyantri. Karna mau nikah. Yah liis. Pliiisss. (Please ✌). Masak kamu tega sih aku di suruh ke Dalem sendirian. Lagian kamu kn bisa masak lis. Biasanya febi yg masak. Aku cuma bantu dikit. Sekarang nggak ada febi. Kamu gantiin yahhhh...." Oceh rani panjang lebar. Sebenernya aku lebih suka ngaji, namun karna aku belum pernah bertemu Nyai dan Kyai. Aku menyetujuinya. Lagi pula aku nggak kuat liat wajah Rani yg dibuat semelas mungkin. Heeehhh. Dasar Rani. Pikir ku.


Sesuai janji ku pda rani tdi sore, aku ikut rani ke dalem setelah selesai sholat maghrib. Saat aku sama rani beres2 terlebih dhulu. Tiba-tiba seorang perempuan yg ku perkirakan usianya mungkin 48 thunan datang. " itu Nyai lis. Nunduk yah. Nunduk." Rani memberi tau ku sekaligus memperingatkanku.


" Rani. Ini yang gantiin febi??? Siapa namanya ran???" Tanya nyai. Sungguh, suaranya itu bikin adem siapa aja yg denger. Halus dan lembut banget. " Iya nyai. Ini gantinya febi. Namanya Felisya." Jawab rani sambil mencolek pinggangku. "


Aku tersenyum sambik mencium tangan nyai. " Saya Felisya nyai. Biasa dipanggil felis." Jawab ku.


" Felisya??? " Nyai mengulang kembali nama ku dengan tatapan yg tk ku mengerti. Aku hanya tersenyum.

__ADS_1


" Kamu anggun nak." Ya ampuuunnn. Mimpi apa aku. Nyai memujiku sambil mengusap pipi dan dagu ku.


" Terima kasih nyai. Tapi nyai lebih anggun. Seperti bidadari syurga." Jawabku mencoba becanda. Dan nyai tertawa.


" Kamu seperti anakku. Dia slalu bicara sepertimu." Nyes. Aku udah nggak tau lagi mau ngomong apa. Alhasil aku diam saja.


" Kamu bisa masak nasi goreng felis???. Klok kamu bisa tolong masakin nasi goreng sja yah. Anak saya suka nasi goreng."


" insyaallah bisa nyai.."


" iya nyai. Kembali kasih."


Jawab ku. Sejujurnya aku tidak tau harus ngomong apa.


" ya ampun lis. Baru sekarang tau aku lihat bu Nyai tertawa kayak gtu. Hihi. Kamu pinter yaj narik hati orang."

__ADS_1


" ya nggak lah ran. Tapi kyai.nya mana ran."


" katanya kyai lagi ke luar kota. Ada acara dadakan di sana. Eh. Tpi tdi kata nyai anaknya yah yg mau makan. Akhirnya. Aku lis belum pernah ketemu anaknya tauk. Pengen banget ngeliat wajahnya kayak apa yah."


"Ya kayak orang lah. Masak kucing." Jawab ku sambil menyelesaikan pekerjaan ku.


Sesuai permintaan bu nyai. Aku memasak nasi goreng. Beruntung bunda slalu mengajariku memasak mulai dri kelas 3 smp. Sehingga tdak sulit bagiku untk masak nasi goreng. Tpi aku tdak tau selera bu nyai dan anaknya. Jadi aku memasak sperti biasa aku masak dirumah. Tdak lupa ku goreng 2 telur sebagai lauk. Setelah selesai ku hias sedikit supaya trlihat lebih menawan. Kukabari Rani bahwa nasgor siap diantar ke meja makan karna dapur dan meja makan dipisah.


" rani. Nasgor udah siap. Anterin sana. Katanya kamu mau anterin makanan sendiri" kataku pda rani yg sibuk membereskan dapur.


" duh. Kamu aja deh. Aku kapan kapan aja. Gus Fatih jga nggak bakalan balik besok. Hihi" Dasar rani. Gerutuku tdak sabar.


Akhirnya akulah yg mengantarkan nasgor ke meja makan. Sebelum itu, aku mengintip dlu. Disana kulihat hanya ada bu nyai yg sudah duduk dimeja makan. Mungkin anaknya belum keluar. Jujur aku takut. Deg-degan dan gemeteran. Karna ini adlah pertama kalinya aku masakin orang lain selain untk ku. Ibu dan ayah ku. Aku takut masakan ku kurang mengena dihati bu nyai.


Kukumpulkan seluruh keberanianku. 😁😁. Baru aku melanjutkan menuju meja makan. Saat berjalan menuju bu nyai. Kudengar seseorang yg berseru. " Ummi". Otomatis mata ku mencari asal suara. Saat ku tahu siapa yg memanggil Ummi pada bu nyai. Aku tidak lagi fokus berjalan.

__ADS_1


Alhasil aku kesandung kaki ku sendiri. Dan Waaaaaaaaaaahhh.. Terjadilah keajaiban. 😁 😁 😁


__ADS_2