Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta
Bab 22


__ADS_3

“Han, udah mulai acaranya?” Fal baru tiba, menaikkan alis melihat begitu ramai.


“Rame juga yang nontonin. Sukses kayaknya.”


Farhan menatapnya aneh, lalu tertawa.


“Apaan lo? Nggak ada angin, nggak ada hujan, ketawa kayak kesambet.”


Farhan masih menyisakan tawanya.


“Makin romantis aja lo sama Tanvi.”


“Nggak nyambung deh lo, apaan!”


“Jadi lo belum nyadar?”


“Apaan si?”


Farhan menyalakan kamera depan HP-nya.


“Nih lo liat sendiri.”


Penasaran Fal melihat kamera dan melotot kaget, di pipinya ada bekas lipstick membentuk bibir.


Ini pasti bekas Tanvi kesandung tadi?


Pantesan aja dari tadi semua orang senyum-senyum lihat dia.


Duuuhh malu abis!


“Saking happy, sampe nggak ngeh tu tanda cinta masih nempel di pipi,” ledek Farhan.


“Apaan sih,” sungut Fal sambil mengusap pipinya. “Ini bukan sengaja.”


Farhan geleng-geleng kepala geli, dan memusatkan perhatian lagi ke panggung.


Di mana Tanvi sedang di make-up dan ditonton banyak orang.


“Lho? Ngapain dia di panggung?” Fal heran.


“Reva nggak bisa dateng, jadi istri lo yang gantiin.”


“What?! Wah bisa kacau dong acara. Model yang cocok kan cuma Reva.”


“Jangan gitu, liat aja penontonnya banyak banget. Itu kan bukti Tanvi bisa narik perhatian banyak orang.”


Memang benar pengunjung makin banyak yang tertarik menyaksikan Tanvi didandani.


“Aman nggak tuh produknya?” Fal ragu. “Ntar kalo nggak cocok, kulitnya bisa rusak.”


“Tenang aja. Udah diuji, dan terdaftar di BPOM. Kalo ada apa-apa, lo tuntut aja bagian produksi.”

__ADS_1


15 menit sudah Tanvi di make-up.


Begitu selesai, semua berdecak kagum melihat hasilnya.


Fal dan Farhan sampai terpana.


Tanvi cantik banget.


Dengan sapuan make-up yang natural dan membuat wajah Tanvi lebih bercahaya.


Dalam sekejap, banyak pengunjung terutama para wanita berdatangan membeli produk yang sedang diskon itu.


Sementara Tanvi nervous abis di atas panggung ditonton banyak orang.


Semoga sukses, agar usahanya tidak sia-sia.


***


Acara launching sukses besar.


Banyak yang tertarik memakai produk mereka.


“Finally, kerja keras kita membuahkan hasil, Vi!”


Melly dan Sekar berangkulan dengan Tanvi saking senangnya.


Tanvi tersenyum lega.


“Eh kebetulan nih jam makan siang. Kita makan di sini aja yuk, biarin Andri sama Oji balik duluan ke kantor.”


Mereka setuju usul Sekar dan menuju foodcourt lantai atas.


Tapi Tanvi tidak selera makan, hanya minum milkshake.


Tiba-tiba ia melihat Fal berjalan keluar toko jam tangan di seberang.


Lalu ada seorang wanita bertubuh tinggi langsing dan cantik menghampirinya.


Ia tidak tahu yang mereka bicarakan, tapi Fal terlihat panik.


“Vi, lo kenapa?” tanya Melly heran.


Tanvi tersadar dan menggeleng. “Cuma agak pusing.”


Ia melihat Fal sudah tidak ada.


Ke mana dia?


***


“Fal! Berhenti!”

__ADS_1


Teriakan Gwen membuat Fal terpaksa menarik cewek itu menjauh dari keramaian.


“Mau lo apa, Gwen?” tanya Fal akhirnya.


“Nikahin gue!” tegas Gwen membuat Fal kaget.


“Itu nggak mungkin!”


“Kenapa nggak mungkin?”


“Gue udah menikah, Gwen.”


“Ya gampang, lo cerai aja istri lo. Kasih dia uang tunjangan. Beres.”


“Gue nggak bisa ngelakuin itu.”


“Kenapa nggak bisa? Lo nggak cinta sama istri lo kan?”


“Lo tau dari mana?”


“Kalo lo cinta sama istri lo, nggak bakalan lo selingkuh sama gue.”


Fal menggeleng. “Gue nggak bisa cerai sama dia.”


“Kalo gitu jadiin gue istri kedua.”


Fal melongo.


Gwen udah gila kali ya!


“Gue nggak mau tau pokoknya lo harus nikahin gue. Kalo enggak, video perselingkuhan kita bakal gue beberin ke keluarga lo.”


“Maksud lo apa!?”


“Lo lupa emangnya? Oh iya lo mana inget, waktu itu kan lo mabuk. Gue udah rekam kejadian malam itu. Dan kalo lo nggak mau nikahin gue, gue bisa nekat.”


“Lo nggak mungkin ngelakuin itu, Gwen.”


Gwen tertawa keras.


“Fal, Fal… lo belum kenal gue. Dan gue nggak main-main dengan omongan gue. Gue bakal beberin kalo lo nggak nikahin gue.”


Fal tidak tahu harus berkata apa lagi.


“Oh iya, gue udah tau model make-up tadi namanya Tanvi, dan itu istri lo kan? Mending lo hati-hati. Kalo lo nggak mau ceraiin dia, berarti gue bakal press dia supaya mau terima gue sebagai istri kedua lo!”


Setelah bicara begitu, Gwen berlalu meninggalkan Fal yang dilema.


Fal duduk di bangku dekat eskalator sambil memegang kepala dengan dua tangan.


“Apa yang harus gue lakuin sekarang? Disaat gue mulai cinta sama Tanvi, gimana bisa gue tinggalin dia??”

__ADS_1


***


__ADS_2