Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta
Bab 28


__ADS_3

Kini Fal berhadapan dengan empat pasang mata yang menunggu kejelasannya.


Tiga sahabat dan sepupunya.


“Gue nggak tau harus berbuat apa lagi. Gue rasa butuh bantuan kalian semua.”


“Jadi lo mau ngakuin Tanvi hamil anak lo?” tanya Farhan tajam. “Atau lo masih mau nuduh gue?”


“Soal itu gue minta maaf, Han. Tapi sekarang masalahnya, gue bener-bener ragu itu anak gue apa bukan.”


“Lo nggak percaya sama istri lo?” Rendy heran.


“Gue mau percaya. Tapi ini ngeganggu pikiran gue. Karena gue terlalu shock dengar dia hamil.”


“Tapi gue rasa Tanvi bukan tipe cewek peselingkuh.”


“Gue setuju sama Wandi. Gue kenal sama Tanvi, dia nggak mungkin khianatin lo, Fal,” tambah Farhan yakin.


“Tapi apa yang bisa ngeyakinin gue!?” Fal benar-benar stress. “Gue nggak pernah tidur sama dia. Selama ini kami tidur terpisah. Gimana bisa dia hamil anak gue?”


Ares yang sejak tadi diam, akhirnya buka suara.


“Fal, Tanvi emang hamil anak lo. Gue saksinya.”


Semua kaget dan menatap Ares.


Fal mendongakkan kepala.


“Apa?”


Sebagai jawaban, Ares mengeluarkan HP-nya.


“Waktu malam gue nganter lo abis party sama Gwen, lo mabuk berat. Dan gue minta Tanvi jemput lo di lantai bawah. Nggak lama setelah itu gue nelepon lo mau ngasih tau dompet lo ketinggalan, dan gue bakal anter besoknya. Tapi lo yang masih mabuk bicara dengan suara yang happy banget. Begitu gue tanya lo habis ngapain, ini jawaban lo.”


Ares memutar rekaman suara di HP-nya, ada percakapan dirinya dengan Fal.


Ares : Apa, Fal? Lo bilang apa tadi? Coba ulangi?


Fal : Lo budek ya? Gue bilang, gue abis surga dunia sama istri gue.


Ares : Serius lo?


Fal : Iya lah, apa salahnya gue seneng-seneng sama istri gue sendiri. Finally, gue bisa ngerasain malam pengantin gue sama dia.


Semua tercekat mendengarnya.


“Jadi jelas, lo ngelakuin itu sama istri lo saat lo nggak sadar lagi mabuk. Ini bukti lo adalah ayah dari bayi yang dikandung Tanvi. Lo masih nggak mau ngakuin itu?”


“Ya! Gue yakin saat itu!” seru Farhan. “Lo kalo lagi mabuk bisa lupa segalanya.”


“Tapi…” Fal masih tidak percaya. “Kenapa dia nggak bilang tentang itu?”


“Kalo dia bilang, emang lo mau percaya, Fal?” tanya Rendy.

__ADS_1


“Iya, yang ada lo makin ribut sama dia,” timpal Wandi.


Fal memegang kepalanya, frustasi.


“Kalo emang bener, berarti gue udah salah paham. Tapi apa yang harus gue lakuin? Gue udah terdesak.”


“Ada masalah apa lagi?”


Fal menceritakan perihal Gwen yang memerasnya untuk segera menceraikan Tanvi.


Gwen juga mengancam akan membeberkan video perselingkuhan mereka pada keluarga jika Fal tidak segera menikahinya.


Clear sudah masalahnya!


“Jadi itu yang bikin lo tertekan selama ini?”


“Menurut lo? Kalo Gwen nggak ngancem gue, gue nggak bakalan nyakitin Tanvi.”


“Oke, Fal. Kalo emang itu masalahnya, lo pulang aja. Minta maaf sama Tanvi. Biar gue sama Ares, Wandi, dan Rendy urus masalah Gwen.”


Semua setuju dan mendesaknya pulang.


Dengan langkah lunglai, ia meninggalkan kafe kecil di pinggir pantai itu.


Ia mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, jalanan tidak begitu ramai, namun cukup membuat panik pengendara lain karena Fal kesetanan bawa mobil.


Mobilnya berhenti di jalanan depan ruko yang kosong.


Ia keluar dan bersandar di badan mobil.


“Kenapa Tanvi nggak cerita sama gue tentang kejadian malam itu? Apa dia takut gue nggak percaya?”


Matanya menerawang membayangkan ekspresi sedih Tanvi.


“Kalo emang gitu, gue harus pastiin.”


Ia mendekati pohon besar di depannya, lalu….


BUAAKKKKKKK!!!


Darah menetes di tangannya.


***


Ternyata Tanvi belum tidur.


Ia memandangi foto pernikahannya dengan Fal, matanya sembab habis menangis.


Bel berbunyi, Tanvi membuka pintu dan kaget melihat Fal datang dengan wajah pucat, tangannya terluka parah.


“Kak Fal!”


Ia langsung panik, dan memapahnya duduk di sofa.

__ADS_1


“Kenapa bisa luka gini, Kak?” ia kalang-kabut mencari kotak obat.


“Aku cuma hukum diri sendiri, atas semua yang terjadi,” suara Fal lirih nyaris tidak terdengar.


Tanvi mengobati tangan Fal sambil menitikkan air mata.


“Aku udah berjanji untuk setia sama Kakak, aku nggak tahan liat Kakak terluka begini.”


“Lalu apa aku harus diem aja biarin kamu tersakiti? Aku cuma hukum diriku, supaya bisa merasakan yang kamu rasakan selama ini karena aku.”


Fal meringis kala Tanvi membalutkan perban di lukanya.


“Kak…” Tanvi memegang tangan Fal dan menatapnya serius.


“Aku cinta sama Kak Fal. Karena itu aku ingin Kak Fal bahagia. Kalo Kakak nggak bahagia dengan kehamilanku, aku bersedia pergi. Aku akan setuju cerai, asal Kak Fal janji jangan pernah sakiti diri Kakak seperti ini. Aku mohon…” Tanvi menangis di pangkuan Fal.


Fal terperangah.


Akhirnya Tanvi mengungkapkan isi hatinya.


Ungkapan yang ternyata dinantikannya.


“Maaf kalau waktu itu aku nggak menolak ketika Kak Fal mabuk, tapi kita udah menikah. Aku nggak nyangka Kak Fal nggak ingat kejadian itu sehingga nggak merasa menjadi Ayah dari anakku. Tapi jika berpisah bisa membuat Kak Fal bahagia, aku akan lakuin itu. Kak Fal bisa bilang sama Papa, Mama, juga Kakek, kalau Kakak ceraikan aku karena aku selingkuh. Aku nggak masalah mereka pandang aku buruk. Asal Kak Fal bahagia, udah cukup buatku, Kak.”


Sumpah!


Fal shock berat mendengarnya.


Kenapa Tanvi berpikir ia benar-benar ingin berpisah darinya?


Kepala Fal terasa pusing.


Mungkin karena lukanya cukup serius.


Ia berdiri dan tertatih-tatih masuk kamar, meninggalkan Tanvi yang terduduk sedih.


***


“Gimana? Lo udah tau dia di mana sekarang?”


“Dia masih lembur di butiknya. Sendirian.”


“Oke. Lo tau kan harus ngelakuin apa?”


“Gue udah siapin semuanya. Obat ini bakal bikin dia nggak sadar dan seperti dihipnotis. Setelah kita reset ulang HP-nya, dia nggak bakal ganggu Tanvi dan Fal lagi.”


“Oke, lo sama Rendy bakal beresin. Gue sama Wandi akan bergerak begitu dapet info dari kalian. Ngerti?”


“Oke, Han.”


Farhan bersama tiga sahabat Fal ini berencana mencuri HP Gwen dan mereset ulang agar video yang meresahkan Fal itu musnah.


Satu-satunya cara agar Fal terbebas dari ancaman Gwen.

__ADS_1


Dan yang bisa menyelamatkan rumah tangga Fal dan Tanvi hanya perginya Gwen dari hidup mereka.


***


__ADS_2