
Berkat tangisan bayinya, Tanvi melewati masa kritis dan sadar dari komanya.
Tim dokter memuji tindakan Fal tepat dengan membawa bayinya ke dekat Tanvi.
Mungkin ini yang namanya ikatan batin.
Bayinya dapat memicu kesadaran ibunya.
Walau Tanvi masih lemah pasca operasi, dan tidak boleh banyak bergerak.
Mama - Papa, Om Tito – Tante Rima, beserta Kakek - Nenek berdatangan ke rumah sakit melihat anggota keluarga baru.
Bukan main senangnya, apalagi begitu Tanvi dinyatakan selamat.
Fal memang tidak memberitahu jika Tanvi sempat koma dan mungkin tidak selamat.
Dia tidak ingin keluarganya khawatir.
Dia juga terpaksa berbohong begitu ditanya kenapa Tanvi bisa sampai melahirkan lebih cepat.
Hanya dirinya dan Farhan yang tahu ini ulah Alisha.
Dia berkata pada keluarga Tanvi terpeleset di kamar mandi.
Banyak yang perlu ditutupi dari keluarga agar semua tidak makin runyam.
Juga perihal ibu kandung Tanvi.
Fal merasa harus menyelesaikan semua masalah sebelum mengungkap pada keluarganya tentang kebenaran hidup Tanvi.
Papa memeluk Fal penuh haru.
“Papa sudah takut sekali kehilangan menantu Papa. Alhamdulillah mereka berdua selamat.”
Karena lahir prematur, bayinya Tanvi tidak bisa berlama-lama dijenguk.
Semua hanya melihat melalui kaca ruangan.
Meski begitu, kebahagiaan terpancar.
Terutama Kakek Nenek yang bahagia sudah mempunyai cicit.
“Pa, Fal bisa pinjam HP? HP Fal rusak. Fal mau telepon Farhan.”
“Tentu, Nak.” Papa mengeluarkan HP. “Ini kamu pakai saja sementara. Papa kan punya tiga HP.”
“Terima kasih, Pa.” Fal bergegas menjauh menghubungi Farhan.
“Farhan, gimana? Lo udah berhasil hubungin orang itu?” tanya Fal langsung.
“Gue lagi di airport untuk jemput dia. Begitu gue kasih tau kondisinya, dia langsung ambil penerbangan pertama datang ke sini. Gimana kondisi Tanvi?”
“Dia udah sadar. Dokter bilang, dia selamat berkat dengar tangisan bayi kami.”
Farhan lega. “Gue udah yakin dia bakal selamat.”
“Farhan, makasih banyak, lo udah bantu keluarga gue.” Fal sampai malu mengatakannya.
Harusnya ia sebagai suami yang siaga menjaga Tanvi, tapi malah sepupunya yang selalu repot.
“Lo ngomong apa sih? Kalian saudara gue. Lo jangan anggap gue orang lain.”
Fal jadi malu hati.
“Lo jangan banyak pikiran. Urus baik-baik istri dan anak lo. Masalah lain biar gue yang urus. Ares, Wandi, Rendy juga nggak diem aja. Mereka berpencar cari bukti kalau Bu Namila nggak bersalah.”
“Gue berharap sama kalian. Bagaimana pun juga, Bu Namila ibu mertua gue. Dan ternyata Alisha juga…” ia menggantung kata-katanya.
__ADS_1
“Fal, lo belum kasih tau gue kenapa lo minta bantuan orang ini.”
Fal terdiam.
Mungkin Farhan berhak tahu hal ini.
Dia menceritakan rahasia yang disembunyikan Bu Namila.
Farhan tercengang sampai tidak bisa berkata-kata.
***
Wajah Tanvi masih pucat, namun tidak bisa menyembunyikan bahagia melihat anaknya lahir sehat.
Dia masih dirawat di rumah sakit karena dokter masih memantau kondisinya setelah operasi.
Fal muncul membawakan setangkai bunga cantik dan boneka.
“Halo istriku cantik… aku punya kabar baik dan kabar buruk. Kamu mau denger yang mana?”
Tanvi tersenyum kecil.
“Aku nggak mau denger kabar buruk.”
Fal mencium pipi Tanvi penuh sayang.
“Mana lah aku kasih kabar buruk. Aku mau ngabarin, ada yang mau ketemu sama kamu.”
“Siapa?”
“Tapi kamu janji, jangan kaget.”
“Siapa sih, Kak? Jangan bikin aku penasaran.”
Fal terdiam sejenak sambil melirik ke luar.
“Tanvi, sebenarnya, ayah kandung kamu ada di sini.”
DEG!
Tanvi tercengang sampai tubuhnya gemetaran.
Ayahnya di sini?
Ayah yang mau menjualnya?
Pintu terbuka, muncul Bu Namila dengan wajah lelah, karena baru keluar dari penjara.
“Ibu!” Tanvi tidak bisa menahan rindunya.
Bu Namila memeluk Tanvi dengan hati terluka.
“Maafin Ibu, Nak.”
“Ibu baik-baik aja kan?”
“Ibu sehat. Kamu bagaimana? Cucu Ibu sehat kan?” Bu Namila melepas pelukannya.
“Alhamdulillah sehat, Bu. Cucu Ibu laki-laki. Ganteng kayak papanya.”
Bu Namila mengucap syukur berkali-kali.
Tanvi lihat ke arah pintu.
"Bu, Kak Fal bilang, ada ayahku?”
Sebagai jawaban, muncul seorang pria berpenampilan elegan, dan berkacamata.
__ADS_1
“Tanvi Malika Andrena?” tanya pria itu.
Mata Tanvi menyipit dan memandang ibunya.
Ia pernah melihat lelaki itu dalam foto yang ditunjukkan ibunya.
Ibunya sudah bercerita bekerja dengan keluarga Alisha sejak sebelum dia lahir.
Dan lelaki itu, adalah majikan ibunya.
Papanya Alisha.
“Nama saya Andrena Malik.”
Perkataan pria itu membuat Tanvi tercekat, kenapa sama dengan namanya?
“Tanvi, sebenarnya, kamu ini bersaudara dengan Alisha,” kata Fal membuat Tanvi kaget.
***
Terungkap semuanya.
Bu Namila memiliki hubungan gelap dengan majikannya, yaitu papanya Alisha.
Begitu menyadari Bu Namila hamil, suaminya marah karena suaminya dinyatakan mandul, maka dari itu ingin menjual Tanvi yang bukan anaknya.
Bu Namila mencintai Papa Alisha hingga menyematkan namanya pada Tanvi.
Jatuh cinta pada orang lain ketika masih bersuami memang kesalahan.
Dan Bu Namila tidak mengingkari dirinya salah.
Papa Alisha yang sudah lama menduda akhirnya memiliki hubungan dengan Bu Namila.
Begitu mendengar apa yang diperbuat Alisha hingga Bu Namila masuk penjara, Papa Alisha langsung datang ke Jakarta dan mengurus pembebasan Bu Namila.
Bahkan Bu Namila merahasiakan kehamilannya.
Mengetahui memiliki anak perempuan dari Bu Namila, Papa Alisha menyesal tidak mengetahui dari awal, hingga Tanvi terpaksa ditinggal agar aman dari suami Bu Namila.
Bu Namila meminta maaf sudah merahasiakan perihal ayah kandungnya.
Mengetahui Alisha adalah kakaknya, membuat Tanvi terpukul.
Kenyataan hidupnya terungkap, puzzle yang selama ini membuatnya bingung tersusun sudah.
Tanvi belum bisa menerima kenyataan, hingga kondisinya menurun dan harus dirawat lagi.
Dia tidak mau bertemu siapapun.
Hanya Mama yang mau ditemuinya.
Fal sudah menjelaskan pada keluarga apa yang menimpa Tanvi.
Juga perihal orang tua kandung Tanvi yang ternyata ayah kandungnya Alisha.
Fal sendiri kacau, ternyata dua wanita yang ada dalam hidupnya kakak beradik.
Dia bingung harus bersikap apa.
Alisha tidak terima ternyata ayahnya berselingkuh dengan pembantunya.
Meski Alisha sudah tidak punya ibu sejak kecil, dia tidak terima ayahnya punya hubungan dengan pembantu yang merawatnya dari kecil.
Dan lebih marah ketika tahu wanita saingannya adalah adiknya sendiri.
Segalanya menjadi rumit.
__ADS_1
***