Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta
Episode 17


__ADS_3

Fatih


Setelah menunggu 2 hari namun Felis belum sadar juga. Aku, abi dan ummi, ayah dan bunda sangat khawatir. Bahkan ummi dan bunda sampai menangis saat duduk di samping ranjang. Aku bahagia melihatnya. Bahwa kenyataan abi dan umi ku sangat menerima Felis tanpa keraguan sedikitpun.


Lalu aku meminta abi, ummi, ayah dan bunda istirahat. Untuk sementara ayah bunda felis menginap dirumah hingga felis sadar dan pulih.


Sesaat setelah semunya pergi. Aku kembali duduk disamping istriku.


" Segeralah bangun sayaang ku. Kami semua merindukanmu. Suara dan tawamu. Lihatlah betapa khawatirnya ummi. Lihatlah betapa aku merindukanmu." Ucapku sambil menggenggam tangannya. Aku sampai menangis tak mampu membayangkan hal buruk yg akan terjadi pada Felis ku. " Sayaaang. Ini gelang kamu. Aku sudah mengambilnya dari tangan orang yg salah. Ini hanya benar jika kamu yg memakainya. Sadarlah Felisku."


Lanjutku dan memasangkan gelang ukir atas namaku dalam bahasa arab. Aku menangis. Ntahlah. Aku merasa aku sangat cengeng. Apa lgi yg bisa ku lakukan.baru beberapa minggu aku bahagia mengenal dan memilikinya. Namun secepat itu dia akan pergi. Aku tak mampu.


Di tengah lamunanku. Kurasakan tangan Felis bergerak. Yah. Aku segera melihatnya dengan penuh harap. Perlahan Felis membuka matanya. Namun pandangannya masih menyiratkan ketakutan.


" Sayaangku. Kamu sudah sadar. Jangan takut. Aku disini bersama mu. Aku panggil dokter dulu. Ucapku bahagia. Aku sangat bahagia akhirnya felis sadar juga. Namun saat aku berdiri Felis menahan tanganku. Dia masih terlihat takut. Kulihat dia ingin bicara. Kudekatkan telingaku pda bibirnya.

__ADS_1


" Ja..ngan pergi.. mas... Aku...takuut..." Ucapnya.


Aku langsung kembali duduk. Kukecup keningnya mesra. Berharap bisa menyalurkan ketenangan dalam dirinya. Aku tersenyum bahagia. Dan istriku turut tersenyum. Akhirnya aku bisa melihat senyum itu lagi. Senyum yg sangat ku rindukan. Aku menatap wajah cantik didepanku. Pipinya sudah tidak diperban. Dan karna lukanya kecil, maka kata dokter bekasnya bisa hilang. Kulihat dia memalingkan wajahnya. Mungkin karna malu atw tersipu. Aku tak tw. Yg jelas pipi itu memerah. Terlihat jelas karna kulitnya yg putih.


Aku tersenyum. Mungkin yg benar adalah dia tersipu karna aku trus menatap wajahnya. Segara kuraih dagunya dan membimbingnya untuk ttp melihatku. Hingga akhirnya ummi dan abi datang dan merasa bersyukur melihat felis akhirnya sadar. Terlebih ummi. Ummi langsung memeluk felis. Namun segera melepas pelukannya ketika felis meringis. Namun felis langsung tersenyum. Mungkin istriku ini tidak ingin ummi merasa bersalah. Aku yg melihat 2 wanita yg sangat ku sayangi bisa begitu akrab dan saling menyayangi membuatku tak mampu menahan air mataku.


Tak lama kemudian. Ayah dan bunda felis pun datang. Ayah menangis tertahan. Sedangkan bunda menangis disamping felis. Ibu mana yang mampu menahan tangis saat melihat putri tercinta mereka dengan keadaan yg mengkhawatirkan.


" Alhamdulillah kamu sudah bangun nak. Bunda khawatir. Bagaimana bisa begini???" ucap bunda disela-sela tangisnya yg pecah.


Kulihat wajah felis yg murung.


" tak apa sayang. Mas ada disini karna mas gak mau kamu ketakutan saat tersadar sendirian. Ini bukan salah kamu. Ini kewajiban mas sebagai pendamping kamu. " jawabku. Karna ku tau masih sulit untuk felis berbicara. Tenaganya belum pulih....


" mas panggil Dokter dlu ya sayang. " ucapku sambil mencium keningnya.

__ADS_1


" abi umi, ayah bunda. Fatih permisi dlu panggil Dokter. Assalamualaikum " sambungku...


" waalaikumsalam "...


---------


Tak lama Dokter datang dan memeriksa keadaan Felis.


" Bagaimana dok. Apakah istri saya sudah baik-baik saja.??? " tanya ku


" untuk sementara istri anda sudah mulai membaik. Tapi masih harus menunggu hingga pulih benar baru bisa dibawa pulang. Beruntung lukanya tidak parah. Jadi anda tidak perlu khawatir. " jawab Dokter yg menangani istriku.


Aku bersyukur. Begitu juga abi umi dan ayah bunda.


' terima kasih tuhan. Telah mengabulkan doa hambamu ini. Terima kasih. ' ucapku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2