
Hari ini adalah hari ke 7 dari hilangnya istri ku. Abi dan Ummi juga sudah kembali 3 hari yg lalu. Aku bahkan sudah melaporkannya pada polisi. Tapi sampai detik ini polisi belum juga memberikan kabar baik. Di tambah lagi abi sama umi harus direpotkan dengan Nindi yg akan pindah kampus di luar jombang. Tapi aku tidak perduli.
Aku seperti orang gila. Termenung dijendela kamar. Beberapa hari ini aku bahkan tidak menyentuh makanan yg ummi berikan pada ku. Bagaimana aku bisa makan. Sedangkan pikiranku tidak tau ntah dimana.
" Fatih. Kamu harus makan dlu lee. Kalok kamu aja nggak sehat. Gimana kamu bisa mencari Felisyah. Ayo makan." Kata ummi membujukku.
Ummi ada benarnya. Aku makan sedikit. Nafsu makanku sudah hilang bersama istriku.
---------
Felisyah.
Ku buka mata ku perlahan. Ke rasakan sakit dikepala bagian belakangku. Kepalaku rasanya pening. Sangat sakit. Aku berada ditempat yg sama sekali tidak ku kenal. Yg ada hanya lampu remang". Aku mencoba mengingat apa yg terjadi.
Ingatanku kembali. Aku menangis. Apa salag ku hingga mbak nindi berbuat begini. Kemana mbak nindi yg dlu lembut dan menyenangkan itu. Aku menangis sesenggukan. Aku takut. Ku dengar langkah kaki mendekat. Aku memeluk lututku ketakutan.
Ternyata yg datang adalah seorang laki" yg mungkin usianya 5 lebih tua dari mas Fatih. Dia menyeringai melihatku ketakutan.
__ADS_1
" Percayalah gadis manis. Apapun yg akan terjadi padamu. Itu tidak akan baik. Kalau saja kamu tidak menikah dengan fatih dan membuat adikku sakit hati. Mungkin hidupmu akan baik" saja." Ucapnya. Dia menyeringai. Pisau lipat yg dipegangnya di tempelkan pada wajahku.
Aku hanya bisa menangis. Apa lgi yg bisa ku lakukan. Hidupku sudah ada di ambang kematian. Ya tuhaaaan. Ampuni dosa ku. Batinku.
Siapa adik yg dia maksud. Apa mungkin dia adalah mbak nindi. Tapi kenapa mbak nindi tidak pernah cerita kalau dia punya kakak. Dan juga tidak jujur jika dia mencintai mas Fatih. Mungkin pernikahan ini tidak akan terjadi.
Dan kembali ku dengar langkah kaki. Seorang wanita yg datang. Dia menggunakan celana jeans dan baju yg sangat pas di badannya. Dengan rambut terikat. Sejenak aku tidak melihatnya dengan jelas. Namun saat dia sudah ada dibawah lampu. Aku kaget. Sangat tidak menyangka bahwa dia mbak Nindi. Tanpa hijab dan Gamisnya.
" Kenapa mbak???. Kenapa mbak melakukan ini. Istighfar mbak." ucapku meratap. Bagaimana tidak. Seseorang yg pernah kujadikan panutan telah hilang. Dia berubah.
" Diam kamu yah. Tidak perlu mengurus urusanku. Kamu pikirkan saja nasibmu. Karna aku tidak akan berbelas kasih pada wanita jalang sepertimu yang sudah merayu fatih." ucapnya. Membuatku merinding dengan nada bicara mbak nindi yang sangat berbeda dari biasanya.
' Inikah dia yg sebenarnya???. ' pikirku..
,,,,,,,,,,,,
Sudah beberapa hari ini aku disiksa oleh kakak mbak nindi yg belakangan ku tau namanya adalah Farhan. Kadang aku ditampar. Dipukul. Itu jika dia menerima telfon langsung aku dihajarnya. Aku sakit. Bukan karna aku ditampar trus dan dipukul. Tapi karna ucapan farhan yg mengatakan bahwa aku adalah wanita murahan. Gadis jalang. Bahkan tidak punya harga diri.
Ya allah. Serendah itukah diriku. Bahkan sekarang tubuhku sangat kurus. Tidak terurus. Bahkan aku tidak pernah diizinkan untuk sholat. Aku mengerjakannya dalam hati. Aku berharap tuhan menerina ibadahku yg seperti ini. Aku hanya makan skali dlam sehari. Itupun farhan yg menyuapinya dengan sangat kasar.
__ADS_1
Pernah suatu hari. Hari ke 5 dari penculikanku. Ku dengar farhan dan mbak nindi bicara.
Farhan : Dek. Mas udah nggak tahan. Mas akan melakukannya sekarang. Dia sangat menggairahkan bahkan saat tubuhnya banyak luka.
Plaaak \( nindi menampar farhan. \)
Nindi : aku tidak dengan kalian berdua. Kamu sama saja dengan Fatih. Apa bagusnya gadis murahan itu. Aku bahkan lebih cantik darinya. Ingat tugasmu disini farhan.
Farhan : Heh. \( senyum mengejek\) Kalau aku jujur. Dia memang lebih cantik dan seksi dari pda kamu. Dan juga dia lebih baik. Ingatlh. Wanita murahan disini adalah kamu. Kamu saja sudah tidak perawan lagi.
Ucap farhan sambil meninggalkan Nindi yg menggeram.
Aku bergidik ngeri. Aku takut. Bahkan suami ku belum pernah menyentuhku. Hingga tiap farhan datang aku slalu gemetar ketakutan.
Setelah kejadian itulah, farhan sudah tidak lagi menyiksaku. Meski dia bersikap dingin namun masih ada kemanusiaan di hatinya. Semoga kamu diberi hidayah. Batinku.
Saat aku melamun meratapi nasibku. Mbak nindi datang dengan kemarahan. Matanya menyala. Aku semakin takut. Dia berteriak sangat keras.
__ADS_1
" Aahhhgggr. Kamu.. Kamu adalah wanita yg merusak masa depanku. Kamu itu adalah wanita jalang. Nggak tw malu. Aku akan segera membunuhmu. Tapi aku akan bermain" dlu dengan mu Felisyah." Ucap mbak nindi sambil mendekatkan pisau ke wajah ku. Pipi ku perih terkena goresan pisau lipat mbak nindi. Dan mbak nindi malah tersenyum puas.
Aku menangis. Aku takut. Mas Fatiiihhh. Jeritku dalam hati. " Apa salah ku mbak. Apa salahku." Jawabku sambil menangis sesenggukan.