Terima Kasih Cinta

Terima Kasih Cinta
Bab 40


__ADS_3

SEMENJAK Alisha mengikrarkan akan membuat Fal menceraikan Tanvi, membuat Tanvi lebih kuat dan berani menghadapinya.


Tanvi selalu menghalangi jika Fal akan bertemu dengan Alisha.


Dari mulai menyembunyikan HP Fal agar Alisha tidak menghubunginya, sampai pura-pura sakit agar Fal tidak kemana-mana.


Dengan begitu Alisha pasti makin marah.


Namun dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan rumah tangganya.


Walau Fal heran perubahan sikap Tanvi jadi lebih manja.


Bahkan Tanvi tidak mau diantar yang lain kalau bepergian, dan bersikeras ingin ditemani Fal.


Namun lama-lama ia menyadari tubuhnya tidak bisa bergerak lincah.


“Tanvi, Mama nyuruh gue bawa lo turun.”


Ia tersentak melihat kemunculan Reva di kamarnya.


“Iya, Kak.”


Tertatih-tatih ia berjalan dipapah Reva.


Hari ini acara tujuh bulanan kehamilannya.


Papa Mama mengundang seluruh kolega dan kenalan.


“Tanvi, mana Fal?” tanya Tante Rima.


“Nggak tau, Tante. Mungkin masih di kantor.”


“Masa’ masih sibuk kerja? Hari ini kan acara kalian.”


Tanvi tidak menjawab. Sejujurnya ia tidak perlu cemas, Fal pasti datang. Kalau saja tidak ada SMS dari Alisha.


#Hari ini gue ulang tahun dan Fal udah setuju ngerayain sama gue. Jadi lo jangan ganggu Fal. Karena gue pastiin kalian bakal cerai.#

__ADS_1


Gara-gara SMS itu ia jadi gelisah, karena HP Fal tidak bisa dihubungi.


Alisha pasti mematikan HP Fal.


“Tanvi, Fal belum datang?” tanya Mama membuatnya makin cemas.


“HP-nya mati, Ma. Mungkin lagi di jalan.”


“Tapi Pak Ustadz sudah hadir. Acaranya mau mulai.”


“Tunggu sebentar lagi ya, Ma.”


“Ya sudah, kamu duduk di sini saja.”


Mama meninggalkannya duduk di ruang tengah.


Menghindar dari keramaian.


Tanvi masih mencoba menghubungi Fal.


Tapi percuma, HP-nya benar-benar off.


Tiba-tiba perutnya sakit.


Keringat dingin mengucur, air matanya tidak tertahan.


Ia memegang perutnya sambil meringis hebat.


“Tanvi, kata Om, kita mulai saja acaranya..” muncul Farhan, langsung berhenti bicara melihatnya.


“Eh Tanvi kamu kenapa?”


“Perutku sakit, Kak…” keluh Tanvi sambil menahan perih.


“Ya ampun… jangan-jangan perut kamu keram lagi?” Farhan panik memegang bahunya.


“Pokoknya sakit..” Tanvi melemah.

__ADS_1


“Aku bawa kamu ke rumah sakit.”


“Kak Fal mana?” Tanvi berurai air mata. “Aku mau Kak Fal di sini.”


“Tanvi, kami sudah coba hubungi Fal tapi nggak bisa. Ares, Wandi, sama Rendy lagi cari dia.”


“Tapi aku maunya Kak Fal…”


Tanvi menangis, sakit perut dan hatinya sudah bercampur makin sulit ditahannya.


Farhan makin panik, dan memegang tangan Tanvi yang mendingin.


“Kita ke rumah sakit. Aku pastiin Fal ke sana.”


Tanvi menggeleng. “Aku maunya Kak Fal yang anter aku ke rumah sakit.”


Farhan bisa merasakan kepedihan Tanvi, dan emosi mengingat Fal tidak mempedulikan istrinya.


Tiba-tiba pegangan Tanvi di tangan Farhan mengeras, disertai tangisan histeris.


“Kakkkk… sakit!”


“Astagfirullah, Tanvi.. tahan ya, aku bawa kamu ke rumah sakit!”


Farhan berusaha membujuk lagi karena Tanvi keras kepala ingin Fal yang ada di sini.


“Kak Fal..” isak Tanvi kesakitan.


Mendengar jeritan Tanvi membuat semua datang.


“Astagfirullah, Nak.. kamu kenapa?” Mama panik.


“Ma, Kak Fal mana?” Tanvi tidak bisa merasakan kakinya karena keram.


“Fal?” Mama makin panik.


“Ma, bicaranya nanti saja, kita bawa Tanvi ke rumah sakit.” Papa ikut cemas melihat kondisi Tanvi.

__ADS_1


Tiba-tiba Tanvi tidak sadarkan diri.


***


__ADS_2