
Sehabis sholat isya' dimushollah. Aku bertemu icha dan rani dijalan. Melihat mereka, otomatis aku melambai dan segera memanggil nama kedua temanku itu....
Felis : Rani. Icha...
Rani : oh kamu lig. Baru abis jamaah?? Kenapa nggak bareng sama aku dan icha.
Icha : iya nih lis...
Felis : tadi itu aku berangkat barengan sama mas fatih. Jadi aku dapet barisan paling depan.
Rani :. Tadi yang imamin bukan Gus fatih kan lis.???
Felis : bukan. Tadi yang ngimamin ustad Hamid. Mas fatih cuma ngimam pas waktu makmum santri semua. Kalok masih ada yang lebih senior, mas fatih agak sungkan katanya...
Rani : ooohhh gtuuuu...
Icha : pantes aja suaranya cempreng.
Felis & Rani : husssshhhh
Icha : emang iya kok...
Rani : tapi kamu nggak boleh ngomong gitu cha. Gak baik. Dia itu ustad tau....
Felis : iya nih anak. Makanya dengerin kata mama rani. Hihihi
Icha : ya abis, biasanya kn Gus fatih tuh yang jadi imam. Trus suaranya Gus fatih tuh bikin meleleh kan ran. Merdu bangeeeettt...
Felis : iya tau cha. Tapi ttp kamu nggak boleh gitu. Yang penting ada yang jadi imam. Bacaannya bener. Masalah suaranya merdu atau nggak. Nggak masalah....
Rani : dengerin tuh kata bu nyai.
Felis : dih apaan sih ran...
Rani : lah. Emang iya kan. Nanti kamu sama gus fatih yang akan jadi pemimpin disini menggantikan pak kyai sama bu nyai. Anak pak kyai kan cuma gus Fatih.
Icha : eh. Bener juga ya ran...
Felis tertegun. Felis meresa dirinya tak pantas. Karna ia sendiri bahkan belum bisa memahami secara mendalam isi dari kitab nahwu menengah dan yang lainnya...
...
Felis : " Assalamualaikum "
Fatih : waalaikumsalam sayang. Kok telat??
__ADS_1
Felis : ooh. Ini mas. Tadi abis ngobrol dikit sama rani dan ich a
Fatih : oh. Ngomongin apa???
Felis : hah... Eeemm... Nggak kok. Cuma obrolan ringan.
Fatih : kamu yakin???
Felis : iya mas. Ya udah. Felis simpen mukenah dulu. Abis itu kita makan yah..
Fatih : huuuufft. Iya. Mas tunggu yah...
,,,
Selesai makan malam. Felis beresin meja terlebih dulu dan mencuci piring kotor belas mereka makan...
Setelah beres semua, felis melihat fatih yang sedang nonton tv. Felis yang merasa pikirannya masih kalut, segera masuk kamar.
" mas. Felis ke kamar duluan yah. " ucap felis segera pergi meninggalkan fatih..
" loh. Sayang..... " ucapan fatih terhenti ketika tau istrinya tidak mendengar panggilan nya...
Fatih mematikan tv dan ingin menyusul...
" kamu kenapa sayang. " tanya fatih dengan memeluk felis dari belakang.
" nggak apa-apa mas. " jawab felis pura-pura membaca buku.
Fatih segera mengambil buku yang di pegang felis lalu menyimpan nya kembali. Dan segera memutar kursi tempat felis duduk menghadap dirinya...
Fatih : sayang. Mas suami kamu. Apa kamu tidak bisa berbagi pikiran kamu sama mas??? Apa kamu nggak bisa percaya sama mas mu ini??
Felis : bukan gitu mas...
Fatih : lalu kenapa?? Ceritalah sayang. Bebanmu juga akan menjadi beban mas juga. Begitu juga dengan masalah mu. Itu juga akan jadi masalah mas mu...
Felis : felis cuma merasa berat mas...
Fatih : berat kenapa sayang??
Felis : felis merasa berat dengan status felis sekarang. Felis merasa nggak sanggup dan nggak pantas. Bagaimana bisa seorang gadis yang tidak memiliki ilmu agama yang luas seperti kamu ini malah jadi istri mu mas. Menantu dari pemilik pesantren ini. Felis merasa mas seharusnya bisa mendapatkan yang lebih baik dari felis. Felis nggak sanggup buat mikir gimana kedepannya nanti mas. Felis takut merusak nama baik keluarga Kyai Lukman. Abi mu mas....
Tangis felis pecah. Keluar sudah semua yang dia pikirkan sejak mendengar perkataan temannya. Dia tau, Rani cuma bicara begitu tanpa ada niat menyinggung dirinya sedikitpun. Namun ia ttp saja merasa bahwa dirinya tidak pantas menerima semua ini....
Fatih : Sayaang. Lihat mas. ( fatih mengangkat dagu felis) apa mas terlihat seperti seseorang yang menyesal???
__ADS_1
Felis menggeleng.
Fatih : apa mas pernah bilang mas tidak bahagia.???
Felis menggeleng.
Fatih : apa mas pernah meminta mu untuk menjadi yang sempurna???
Felis kembali menggeleng, masih dengan tangisnya yang sesenggukan...
Fatih : karna kamu sudah tau. Kenapa kamu masih memikirnya?? Mas cuma mau kamu sayang. Mas juga yakin, kamu nggak. Mungkin mempermalukan keuarga mas. Karna mas juga tau. Kamu sayang sama mas mu ini. Lalu kenapa jika kamu tidak sehebat yang kamu pikir. Bukan kah yang paling penting adalah hati kamu. Ketulusan dan kebaikan kamu sudah cukup untuk masa depan kita. Abi sama ummi juga sayang sama kamu. Apa kamu mau bilang bahwa abi sama ummi tidak menyayangimu??
Felis : tidak mas... Bukan...
Fatih : karna itu lah. Kamu tidak boleh berfikir begitu lagi. Karna bagaimanapun kamu dan keadaan kamu. Mas akan selalu sayang sama kamu. Karna kamu adalah satu-satunya gadisku selain ummi.
Ucap fatih dengan mencium kening felis dan memeluknya....
Felis kembali menangis. Namun bukan karna sedih. Tapi bahagia. Bahagia karna telah diberi pasangan yang begitu sempurn untuknya...
Fatih melepas pelukan felis perlahan. Ditatapnya mata istrinya itu lembut. Dicium kening istrinya. Setalahnya turun ke mata felis yang basah sehabis menangis. Fatih memandang felis dengan senyum termanis yang belum pernah felis lihat. Dan Cuupp...
Fatih mencium bibir felis perlahan. Ciuman yang awalnya hanya sentuhan bibir itu. Perlahan berubah jadi kecupan yang semakin dalam. Fatih menelusupkan lidahnya ke dalam mulut felis. Mendorong lembut bibir tipis felis agar terbuka. Dan memainkan lidahnya. Bergelut dengan lidah felis yang masih kaku.
Fatih melepas ciumannya saat dirasakan cengkraman tangan felis dibagu miliknya.
Fatih : bisakah kita lanjutkan apa yang tertunda tadi siang sayang???
Bisik fatih ditelinga felis. Felis mengangguk tanda setuju.
Fatih pun membuka hijap felis. Menuntun istrinya ke ranjang....
Fatih kembali mencium felis sambil mendorong felis agar telentang dengan fatih diatasnya. Ciuman fatih perlahan semakin dalam membuat felis sulit bernafas.
" jangan tahan nafas dan suara mu sayang. " bisik fatih perlahan.
Fatih menyentuh felis dengan lembut. Sangat lembut. Seakan-akan felis adalah sesuatu yang sangat berharga untuknya.
Felis mulai tenggelam dalam permainan fatih malam itu. Keringat membasahi tubuh fatih dan felis.
Malam itu mereka menunaikan ibadah mereka yang sempat tertunda hingga sebulan lebih.
Pada akhirnya. Malam itu Bulan menampakkan sinarnya. Memandikan pasangan halal itu dengan cahaya mereka. Menembus batas terakhir yang dimiliki felis, untuk memeberikan seluruh jiwa raganya untuk fatih. Suaminya kekasih sekaligus suami yang sangat felis cintai...
Setelah lelah beribadah bersama. Kedua insan tersebut langsung tertidur dengan cahaya bulan yang menelusup melalui celah-celah jendelan kamar mereka...
__ADS_1