
. Fauzan.
" pilih yg mana gus. Klok model yg simple tpi bagus hanya tinggal 3. Karna belum nyetok lagi barangnya." Dia kk nita. Istri mas faruq, anak dri pak acing. Dan juga langganan ku untk mencari baju. Mereka membuka usaha distro keperluan santri.
Saat ini aku sedang memilih gamis yg pas untk gadis yg ku tabrak tdi pagi. Aku tau. Gadis itu tidak serius mengatakan untk dibelikan baju. Hanya saja aku ingin membelikan dia gamis sebagai ganti gamis yg sudah basah tdi. Sebenarnya bukan itu yg mengganggu pikiranku. Namun tatapan gadis itu. Wajahnya manis dan imut tanpa polesan make up berlebihan. Natural. Dengan mata indah yg dihiasi bulu mata yg lentik. Hidung kecil yg imut. Dengan bibir yg......
Ah. Ntahlah. Sepertinya aku suka pdanya. Aku masih belum tau. Suka ku padanya ini perasaan sayang atw hanya suka karna dia imut.
Setelah memilih gamis yg menurutku cocok untk gadis itu. Aku membayarnya. Dan menitipkan bungkusan gamis itu pda resepsionis santriwati. Ku selipkan catatan kecil dlam bungkusan itu.
__ADS_1
Aku merasa inilah jalan ku. Mungkinkah aku akan bertemu dengannya lagi. Aku tidak tau. Namun hari ini aku sangat bahagia. Ntah apa yg membuat ku bahagia. Akupun tdak tau.
Azan ashar berkumandang dari mushollah pondok. Aku segera menuju mushollah pondok untk berjamaah. Selesai jamaah, para santriwan menyalamiku dan abi. Saat beberapa dri santriwan tsb ingin mencium tanganku. Langsung ku tarik tangan ku sambil tersenyum. Aku merasa belum pantas jika harus dicium tanganku. Dan aku merasa canggung.
Menurutku. Masih banyak yg harus ku pelajari. Aku masih buta pengetahuan agama. Maka dari itu. Aku menepis tangan mereka yg ingin mencium tanganku. Karna bagiku. Aku masih setara dengan mereka. Atw mungkin masih dibawah mereka.
. Setelah sebagian jamaah sudah keluar. Akupun keluar dri mushollah. Saat aku keluar aku melihat sandal ku dipakai seorang perempuan yg masih mengenakan mukenahnya. Sebelum memanggilnya, aku memastikan dlu bahwa itu sungguh" sandal milikku. Setelah itu baru aku memanggil gadis yg mencuri sandal ku.
" maaf. Ada apa???" Kudengar dia bertanya.
__ADS_1
Aku melihat kebawah. Yah itu adalh sandal ku. Dia mengikuti tatapan mata ku. Lalu dia berkata sambil lagi. " apa ini sandal mu???" " iya. Itu sandal ku. Mungkin kamu salah memakainya." Kataku berusaha setenang mungkin. Karna sebenarnya jantung ku berdetak tak karuan. Tpi aku masih bisa mengontrolnya.
Dia langsung melepasnya, dan naik ke lantai mushollah. " maaf. Saya.. aku.. eh. Aku pikir itu sandalnya ketuker sama santri lain. Makanya aku pakai seadanya. Maaf." Dia mulai gugup lagi. Sama seperti tdi pagi. Wajahnya juga mulai berubah merah seperti kepiting rebus. Aku menahan tawa ku agar tidak meledak saat itu juga. Lucu juga nih anak. pikir ku.
" kenapa senyum-senyum. Emangnya ada yg lucu. Kamu belum ngerasain aja sandal hilang abis sholat. Kamu malah senyum2 nggak jelas. Aku pikir sekarang masih beruntung masih ada sandal yg tersisa. Ternyata sama aja. .hmmm" kulihat dia menjawab dengan wajah jengkel dan lesu.
Aku berhenti senyum2. " mau aku bantu nyari sekitar sini??? Mungkin sja ada yg nyembunyiin sandal kamu." Tawarku berusaha menenangkannya. Dia hanya melihatku dan mengangguk. Aku berlalu untk mencari dibagian yg tdak trlihat. Benar saja. Dibalik pot tanaman hias. Aku melihat sandal berwarna abu" silver dsana. Aku tersenyum dan mengambilnya.
" apa ini sandal kamu???"
__ADS_1
" waahhh.. iya . Makasih yah . Tpi..." Dia menatapku curiga. Aku menjawab " aku menemukannya di balik tanaman hias disana. Mungkin memang ada yg sedang ngerjain kamu." Kataku berusaha menjelaskannya. Kulihat wajahnya kembali rileks. Setelah itu dia pun pergi dengan senyum yg sungguh. Membuatku tak mampu melupakan senyumnya.