
Sistem menghampiri Marie yang berjarak beberapa meter darinya"tentu saja hebat, tuanku memang hebat setiap kamu dapet tugas dan menyelesaikannya kamu akan terus mengalami peningkatan pada dirimu"jelas sistem pada Marie yang sudah menatapnya dengan tajam.
"Iya deh" ucapku singkat karena aku masih sedikit kesal dengan sistem.
"Bagaimana kalau kita main ke Mall kamu mau ngerasain salju buatan gak?" tanya sistem pada Marie.
"Salju buatan, apa itu? apa semacam salju di musim dingin?" tanyaku masih bingung.
"Iyah benar, hanya saja ini salju musim dingin yang di buat oleh manusia jadi bukan langsung dari langit apa kamu ingin main di sana? kita bisa main sky juga lo" jelas sistem pada Marie.
Aku langsung tertarik dengan penawaran sistem, sepertinya dunia ini masih banyak hal menarik yang tidak ku ketahui. Aku jadi semakin ingin menjelajahi seluruh dunia ini.
"Wah.. kayanya seru, baik lah aku mau main kesana" ucapku tersenyum.
Sistem dengan antusias menggandeng tangan Marie"Kalau begitu ayo kita pergi ke Mall"
Aku melihat tangan sistem yang erat memegang tanganku, aku hanya bisa tersenyum lama-lama aku dan sistem mirip seperti pasangan hidup saja.
Aku melihat tempat seperti gedung yang tinggi di luar, banyak motor dan mobil yang terparkir di luar sini.
"Oh jadi ini adalah Mall? besar sekali" aku mengagumi tempat yang sekarang aku lihat.
"Iyah besar kan?di dalam juga terdapat banyak makanan, baju dan celana, permainan, bahkan tempat untuk berfoto"sistem menjelaskan isi di dalam Mall tersebut pada Marie.
Aku hanya mengangguk dengan senang, aku semakin tidak sabar untuk masuk kedalamnya. Aku dan sistem terus melangkah hingga aku masuk kedalam Mall.
Aku melihat banyak sekali orang mulai dari anak-anak sampai orang yang sudah lanjut usia pun ada. Seperti yang sistem katakan di situ banyak makanan, baju, permainan dan tempat berfoto orang-orang.
"Kenapa disini udaranya dingin padahal tidak ada salju? "tanyaku karena seluruh kulitku merasakan hawa dingin di dalam Mall.
__ADS_1
" Ya ini adalah pendingin otomatis, atau bisa di sebut AC jadi kalau kamu merasa panas bisa ngadem di Mall"canda sistem pada Marie.
Aku hanya mengangguk dan tidak terlalu serius menanggapi ucapan sistem.
"Kita bakal kemana biar bisa ngerasain salju buatan? " tanyaku bingung.
Sistem menunjuk tangga yang berjalan ke atas serta kebawah berbeda posisi di depannya"Kita bakal ke atas naik eskalator"
Aku agak terkejut melihat tangga yang bisa seperti ini, dan ini adalah pengalaman pertama ku melihat tangga yang berjalan sendiri tanpa kita harus menginjakkan kaki berkali-kali.
"Ini beneran kita hanya diam sampe di atas?" Aku melihat kebawah sana yang sudah agak tinggi setelah menaiki eskalator, menyeramkan juga jika seseorang terjatuh.
"Iya tenang saja, tangga ini otomatis jadi kita tidak usah cape-cape melangkah kita cukup diam hingga sampai" jelas sistem pada Marie.
Akhirnya sistem dan Marie sudah sampai di atas mereka kembali melangkah mencari permainan yang di inginkan.
Aku hanya mengangguk dan menunggu sistem kembali membeli tiket, aku melihat orang-orang yang menatapku.
"Lihat sepertinya dia model cantik sekali" ucap salah seorang pria yang tidak di kenalnya pada temannya, mereka menghampiriku yang masih menunggu sistem.
"Halo kak, bolehkan aku mengenalmu? apa kamu model kamu cantik sekali" puji seorang pria pada ku.
Aku hanya tersenyum pada mereka"Aku hanya orang biasa, namaku Marie"ucapku.
"Wah namamu indah, sama seperti dirimu salam kenal ya aku Nico dan ini Dandi temanku" Nico memperkenalkan temannya pada Marie.
Aku hanya mengangguk dan menjabat tangannya sebagai bentuk perkenalan orang-orang di zaman ini.
__ADS_1
"Kak aku boleh foto sama kamu kan?" tanya Dandi yang sudah memegang HP mencari kamera untuk selvi dengan Marie.
"Em.. boleh ko" ucapku sambil melihat HP Dandi sudah di arahkan ke kamera depan.
"Baiklah bergaya lah sesuai dengan selera kakak" Dandi memasang pose jempol sambil tersenyum begituoun dengan Nico.
Aku hanya bisa tersenyum menampakkan gigiku yang putih, itu terlihat sangat bagus di kamera benar-benar menawan seperti seorang putri dari Kerajaan.
"Oke makasih ya kak" ucap dandi sambil tersenyum pada Marie.
"Apa kamu gak punya nomor Whatsapp kak? " tanya Nico yang ingin lebih dekat dengan Marie.
"Aku.. gak punya HP maaf" ucap ku jujur, karena sistem sama sekali belum memberikannya HP untuk berkomunikasi dengan orang lain.
"Hah? Serius? memang HP kk kemana?" tanya Nico dan Dandi secara bersamaan.
"Itu.. rusak, hpnya terjatuh" kali ini aku harus berbohong, tidak mungkin jika aku berterus terang dari dunia lain dan di bawa kesini oleh sistem, dan sampai sekarang aku tidak di berikan HP olehnya.
Mereka berdua hanya mengangguk faham, raut wajahnya terlihat sedih karena tidak bisa lebih dekat dengan Marie bahkan sekarang mereka harus pergi pulang dan berpisah dengan Marie.
"Sayang sekali.. padahal aku ingin lebih dekat denganmu" ucap Nico pada Marie.
"Mohon maaf ya" aku meminta maaf pada mereka sekali lagi, mereka berdua hanya mengangguk dan mengerti jika mereka berdua berada di posisiku maka mereka akan merasakan hal yang sama.
Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan Marie, jika mereka berdua beruntung maka akan bertemu kembali dengan Marie.
ππππ
Lanjutt?? gaskenn..
__ADS_1