Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
15.Terlalu Jauh Dari Rumah


__ADS_3

"Heh pria sombong, kamu bilang aku miskin?" tanyaku dengan ekspresi kesal karena tiba-tiba saja aku di bully oleh seorang pria yang tidak aku kenal sama sekali.


"Iyah tentu saja, lihat pakaian mu itu biasa saja tidak ada tanda-tanda kau berasal dari nona muda yang terhormat di kota ini"jelas pria tersebut dengan tatapan merendahkan Marie.


"Kamu..!" aku memajukan langkah dan menarik kerah baju pria sombong itu, jangan mereka pikir aku takut pada mereka.


Pria tersebut terkejut karena sebelumnya tidak ada seorangpun bahkan untuk seorang nona muda saja tidak berani untuk bersikap seperti ini padanya. Dia sedikit tersenyum dan tertarik pada wanita di depannya.


"Hei wanita bodoh, apa kamu tidak tahu siapa aku?" tanya pria itu dengan santai pada Marie.


"Aku tidak peduli kamu siapa, karena sekarang kamu berhasil membuatku kesal!!" aku mengangkat tubuh pria tersebut hingga dia tercekik oleh kerahnya sendiri.


'Apa-apaan wanita ini, apa dia monster?!'batinnya, Bos dari pemilik perusahaan melirik sekretarisnya untuk memberhentikan aksi si wanita gila di depannya.


Sekretaris mengangguk menerima perintah dari atasan.


"Nona ku mohon anda tidak membuat keributan disini" ucap sekretaris tersebut dengan tegas pada Marie.


Aku mendengar perkataan sekretaris dari pria angkuh dan sombong itu pun menurunkan bos sombong ini, aku melihat ke sekitar sepertinya sudah mulai menjadi seprti film yang harus di tonton oleh orang-orang yang lewat sekitar perusahaan pria sombong itu.


"Baiklah untuk kali ini aku akan pergi" ucapku berjalan lurus tanpa mempedulikan pria sombong itu lagi.


"Wanita itu.. benar-benar menarik, cari semua informasi tentangnya"perintah pria itu pada sekretaris di sampingnya.


Sekretaris terkejut karena bosnya akan mencari tentang jati diri seorang perempuan yang baru bertemu tadi, apakah bosnya benar-benar tertarik padanya atau hanya sekedar main-main saja. Ataukah bosnya tiba-tiba penasaran tentang perempuan biasa saja sepertinya pertanyaan tersebut tidak akan pernah keluar dari dalam kepalanya, karena bisa-bisa jika salah berbicara 1 kata saja makan dia akan di hukum oleh bosnya.


"Ba.. baik bos" sekretaris itu dengan segera membuka komputer untuk mencari asal usul Marie.


Setelah di cari beberapa menit ternyata tidak ada hasil yang di temukan"Bos tidak ada hasil, mungkinkah perempuan itu warga gelap?"sekretaris itu mulai berfikir karena sama sekali tidak ada identitas Marie di dunia ini dari KTP ataupun kk yang mengatas namakan keluarga Marie.


"Aneh juga kalau dia warga sini pastinya ada beberapa informasi walaupun itu sangat kecil" ucap pria sombong itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau tidak ada, kita masuk ke kantor saja sudah waktunya kita akan mengadakan meeting"bos sombong berjalan memasuki perusahaan miliknya.


Diikuti juga dengan sekretarisnya memasuki gedung perusahaan hingga ke dalam dan mereka di sapa oleh banyak karyawan.


*****


"Dasar pria sombong kalau bukan karena banyak orang yang menyaksikan sudah ku lempar badanmu hingga jatuh! " ucapku kesal tidak menyadari kalau aku sudah terlalu jauh pergi meninggalkan rumah.


Aku melihat sekeliling ku yang asing"Hah... ini tempat apa ini? kenapa ada laut?"pekikku.


Aku melihat ke sekeliling ternyata ramai orang yang sedang berenang dair anak-anak maupun orang dewasa.


Ternyata aku terlalu jauh berjalan hingga sampai ke laut, aku tidak tahu bagaimana aku harus pulang nanti untungnya aku membawa beberapa lembar uang berwarna merah pemberian sistem.


Aku menghampiri sekitar pantai yang sudah di beri pembatas, aku berjalan mengikuti pembatas dan sampai pada lubang untuk lewat.


Aku berjalan masuk lalu di hentikan oleh dua orang pria paruh baya. "Maaf nona jika anda mau masuk ke pantai anda harus membayar 200 ribu" ucap pria paruh baya tersebut pada Marie.


Aku mengeluarkan beberapa lembar uang yang aku sembunyikan. "Apakah segini? " tanyaku saat menyerahkan uang berwarna merah 3 lembar.


"Oh.. iyah aku lupa" ucapku bingung, karena memang aku tidak tahu tentang mata uang dunia ini.


Jika di duniaku mata uang masih 1 koin emas dan perak, jika di dunia ini kertas berwarna ternyata bisa di gunakan untuk transaksi.


Kedua pria tersebut mempersilahkan aku masuk ke dalam pantai, aku melihat pemandangan pantai aku berdiri di atas pasir dan menikmati serbuan angin yang menerpa wajahku, sungguh menyejukkan.


"Halo nona cantik" Tiba-tiba seorang pria muda mendatangi Marie.


Aku menoleh dan melihat pemandangan seksi di depan mata sendiri, pria itu tidak mengenakan pakaian dan hanya mengenakan kolor pendek.


"Kyaaa!" Aku berteriak karena terkejut.

__ADS_1


"Maaf nona mengagetkanmu" ucap pria muda itu lagi.


"I.. itu ti.. tidak masalah" ucapku tergagap dengan wajah yang sudah bersemu merah. Karena sebelumnya aku tidak pernah melihat lawan jenis yang bertelanjang dada seperti ini apa lagi tubuhnya benar-benar seksi dengan otot perut(sixpack).


Pria muda yang melihat Marie malu-malu hanya tersenyum, dia tau jika Marie malu menatap tubuhnya.


"Nona anda benar-benar polos kenapa anda malu, kan ini sedang di pantai pemandangan seperti ini adalah hal yang wajar" ucap pria muda dengan santai pada Marie.


Aku membuka mata lalu menatap ke sekeliling ternyata benar saja banyak pria yang bertelanjang untuk berenang disini, wajah 0maluku tidak bisa tertolong lagi.


"A.. aku kira jika pria berenang memakai baju juga seperti perempuan!"


Aku tidak terbiasa dengan melihat seorang pria telanjang apa lagi jika banyak pria yang telanjang di pantai, sangat memalukan.


Langkah demi langkah aku berjalan mundur hingga terjatuh di atas pasir pantai.


"Nona cantik apa kamu baik-baik saja?!" pria muda barusan mengulurkan tangan untuk membantuku berdiri tetapi aku menepis nya dan berdiri sendiri.


"Ma.. maaf aku harus pergi! " aku berlari sama sekali tidak menoleh walau pria muda tersebut memanggilku berkali-kali,aku terus berlari meninggalkan pantai hingga menabrak seseorang.


"Aduh.." aku mendongak ke atas untuk melihat wajah orang yang ku tabrak barusan.


"Sistemm?!" Dengan senang aku berdiri lalu langsung merangkul dan memeluk sistem.


Beberapa orang di sekitar melihat adegan saat aku memeluk sistem. "Apa kamu datang untuk menjemputku?"Aku bertanya pada sistem yang sedari tadi masih terdiam di tempat.


Tiba-tiba sistem menggendong Marie untuk pulang kerumah, tanpa berkata-kata.


"Kamu?!mau bawa aku kemana?" tanya ku sambil meronta-ronta agar dilepaskan.


"Diamlah!" sistem menatap Marie dengan tatapan dingin dan itu berhasil membuat nyali Marie menciut, karena tatapan sistem sangat menyeramkan daripada tatapan dari musuh-musuh Marie sebelumnya.

__ADS_1


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Lanjut? gaskenn..


__ADS_2