
"Ayah, kamu selingkuh ya? kok kakak tadi bilang kamu suaminya?" tanya Alana penuh selidik.
Sistem sampai tersedak air liurnya sendiri saat mendengar Alana menuduhnya selingkuh.
"Alana kamu percaya dengan perkataannya?"sistem bukannya menjawab tapi malah balik bertanya.
"Ih ayah di tanyanya kok malah nanya balik"Alana memasang ekspresi kesal pada sistem.
"Yah, tentu saja ayah tidak seperti itu kenapa kamu percaya dengan kata wanita itu? bahkan ayah saja tidak tahu namanya" ucap sistem.
"Ya siapa tau ucapan kakak itu benar, siapa yang akan tahu jika ayah akan berbohong" Alana memutar bola matanya.
Sistem hanya menghela nafas dengan kasar, benar-benar tidak habis pikir. Mana mungkin sistem akan berselingkuh dengan orang yang tidak di kenal."Terserah pada mu saja Alana, tapi ayah tidak pernah berselingkuh"
Setelah sistem mengucapkan kata tersebut mereka berdua terdiam hingga sampai di rumah, sistem agak lelah jadi ia memutuskan untuk langsung beristirahat di dalam kamar.
"Ayah, Alana tidur bareng Ayah ya" Alana tersenyum pada sistem.
Sistem hanya mengangguk dan membalas senyuman Alana, mereka berdua memutuskan untuk tidur berdua di kamar Marie.
*****
Keesokan harinya sistem terbangun dari tidurnya dan melihat masih jam 7 pagi, karena Alana belum bangun jadi sistem berniat menyiapkan sarapan sehat.
Dia membuat Sandwich berisi daging sapi dan sayuran, jika di tanya rasanya tidak perlu di ragukan lagi. Apapun yang sistem buat sama sekali tidak pernah gagal, rasanya tentu saja sangatlah lezat walaupun sistem membuat salad sekalipun rasanya tidak akan kalah dengan salad di restauran.
Selesai membuat Sandwich sistem. langsung kembali kekamar Marie berniat untuk membangunkan Alana yang masih tidur.
"Sayang, bangunlah sudah pagi waktunya sarapan" sistem menggoyangkan tubuh Alana dengan pelan tetapi Alana bisa merasakan sistem membangunkannya.
Alana membuka kedua matanya dan langsung duduk"Baiklah Ayah tunggu sebentar "Akan mengusap kedua matanya yang masih mengantuk bertujuan agar mengurangi rasa ngantuk.
Selesai mengusap matanya dia langsung turun dan mengikuti Ayahnya ke dapur.
Alana melihat dua Sandwich berukuran tidak terlalu besar sudah dipisahkan, ukuran yang lumayan untuk porsi pagi hari.
"Em.. sangat enak makasih ayah sudah membuatkan sarapan" ucap Alana sambil memakan Sandwich buatan sistem.
"Sama-sama" sistem juga sudah melahap Sandwich buatannya.
__ADS_1
Selesai memakan Sandwich sistem berjalan menuju wastafel yang digunakan untuk tempat mencuci piring.
"Sehabis Ayah mencuci piring kita akan kembali menjenguk ibu di rumah sakit ya" ucap sistem pada Alana yang hendak turun dari kursi makan.
"Iyah ayah, aku akan menunggu di ruang tamu" Alama berlalu meninggalkan dapur.
Tidak lama sistem mencuci piring, dia langsung berlalu ke ruang tamu untuk menghampiri Alana yang sudah menunggunya.
"Sayang ayok kita pergi"ajak sistem saat Alana sedang duduk menunggunya.
Alana langsung turun dari sofa dan menghampiri Ayahnya" Ayok ayah"Alana menggapai tangan ayahnya.
Sistem hanya tersenyum dan berjalan bersama keluar apartemen bersama Alana.
"Oh ya Alana kamu tidak tau nama Ayah kan?" tanya sistem pada Alana saat sudah di luar apartemen.
Alana hanya menggeleng selama tinggal bersama Ayah dan ibunya Alana tidak pernah di beritahukan nama Ayah angkatnya tersebut.
"Nama Ayah adalah AL" sistem langsung memberitahu namanya, walaupun itu hanya nama samaran. Tidak mungkin sistem memberitahu jika dirinya adalah sistem dan tidak mempunyai nama seperti manusia pada umumnya.
"AL? kenapa pendek sekali ibu saja namanya panjang kenapa Ayah pendek sekali?" tanya Alana bingung.
Akhirnya mereka sudah sampai di parkiran mobil, sistem menaiki mobilnya begitu pula dengan Alana.
Sistem langsung menyalakan mobil dan menjalankan mobil membelah jalan yang cukup ramai karena semua orang pastinya akan beraktifitas di pagi hari.
Jalanan juga agak macet saat pagi hari, sistem nengemudi sesuai aturan di negara ini jika tidak boleh menyela kendaraan lain.
Bagi negara Indonesia menyela kendaraan lain merupakan hal berbahaya bagi keduanya, dan termasuk bentuk pelanggaran peraturan berlalu lintas.
"Jalan di Indonesia dan prancis sama saja, negara yang sangat sibuk saat di pagi hari" gumam sistem memberhentikan mobilnya karena macet yang lumayan panjang di depan.
"Kenapa di depan sana mobil-mobil peda berhenti Ayah?" tanya Alana yang tidak tahu apapun.
"Ini namanya macet Alana sayang, berarti ada kendala pada kendaraan di depan sana entah itu ada pembangunan, kecelakaan ataupun menunggu mobil-mobil dari lampu merah menyebrang jalan dan lain-lain" jelas sistem pada Alana.
"Oh gitu" Alana mengangguk faham dengan penjelasan Ayahnya.
Setelah melewati perjalanan yang begitu panjang walaupun dengan kemacetan yang lumayan lama akhirnya sistem dan Alana sampai di rumah sakit tempat Marie di rawat.
__ADS_1
Alana turun dengan cepat"Ayok Ayah cepat turun aku merindukan ibu, ingin cepat bertemu dengannya"protes Alana saat sistem lama menuruni mobil.
"Iyah-iyah sabar " sistem mengambil buah yang sudah di persiapkan untuk Marie makan.
Alana melihat sesuatu di tangan Ayahnya"Ayah itu apa?"tanya Alana melihat sesuatu berbentuk bulat berwarna merah.
"Ini buah apel untuk ibu, buah yang berguna untuk kesehatan Marie"
Sistem membuka pintu ruangan saat sudah sampai di depan ruangan Marie beristirahat, sistem melihat Marie yang sudah bangun dan terduduk di atas tempat tidurnya.
"Ibuu, selamat pagii Buu" Alana berlari kearah ibunya dan memeluk Marie dengan erat.
"Hei sayang hati-hati jangan sembarangan naik ketempat tidur pasien" peringat sistem saat Alana sudah menaiki tempat tidur Marie secepat kilat.
"Sudahlah tidak apa-apa, selamat pagi juga Alana sayang" ucapku dan membalas pelukan anak angkatku.
"Bu aku merindukanmu" Alana mengecup pipi ibunya.
"Ibu juga merindukanmu sayang" Aku membalas kecupan di pipi Laana dengan gemash, aku sangat senang bisa bertemu dengannya.
Tidak lama kemudian dokter masuk ke dalam ruangan Marie dan itu membuat sistem, Alana dan Marie melihat ke arah nya.
"Selamat pagi tuan dan nona Marie, untuk saat ini anda bisa pulang kerumah karena keadaan anda juga sudah membaik. Saya akan memberikan resep obat untuk nona Marie tuan datanglah keruangan ku"ucap dokter dan berlalu keluar, sistem juga mengikuti dokter untuk mengambil obat yang akan di berikan untuk Marie.
Alana masih memeluk Marie tanpa mempedulikan ucapan dokter, karena memang dia tidak mengerti sama sekali dengan ucapan dokter tersebut.
"Ibu bisa kembali hari ini ya ternyata"ucap Marie pada Alana.
"Apa? ternyata dokter tadi bilang ibu bisa pulang hari ini?" tanya Alana untuk memastikan.
"Iyah sayang, ibu bisa kembali ke apartemen setelah ayah selesai mengambil obat untuk ibu" jawabku.
Alana sangat senang, dia bersorak gembira saat mengetahui kabar baik ini.
"Yeyy,akhirnya ibu bisa pulang dan kita bisa bersenang-senang bersama lagii"ucap Alana.
☺☺☺☺☺
Lanjutt?? gassken..
__ADS_1