Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
16.Sistem Cabul!


__ADS_3

Beberapa menit sistem berjalan menggendong Marie dia sampai di sebuah hotel lalu memasukinya.


Aku melihat sekeliling gedung mewah dan besar yang sistem masuki dan ini adalah pengalaman pertamaku masuk kedalam gedung tinggi pencakar langit.


Aku mengagumi aksesoris yang ada di dalamnya terlebih lagi beberapa barang dari zaman ku juga masih tersimpan di dunia ini, layaknya seperti barang antik.


Sistem memasuki kamar bernomor 120 laku melempar diriku kekasur.


"Kyaa..! apa yang kamu ingin lakukan padaku" tubuhku bergetar, apakah sistem benar-benar marah padaku aku tidak pernah berfikir sistem akan marah karena perkataanku kemarin malam.


Sistem belum berbicara lagi, dia langsung mengunci pintu kamar hotel yang sudah di pesan olehnya laku menghampiri Marie yang masih tergeletsk di atas kasur.


Sistem menghimpit tubuh Marie agar dia tidak bisa kabur"Aku tidak tahu perasaan apa yang ada padaku, kenapa aku merasa tidak suka saat kamu bertemu pria di luar"ucap sistem dengan suara berbisik.


"Aku tidak mungkin jatuh cinta pada manusia sepertimu kan?" tanya sistem sambil memegang dagu Marie.


"Aku... sama sekali tidak tahu, bukankah kamu bilang kalau kamu tidak bisa punya perasaan?" tanyaku lagi bertambah bingung dengan tingkah laku sistem yang lama-lama seperti seseorang jatuh cinta pada wanita.


"Aku tidak tahu pasti, tetapi tuanku bilang memang seperti itu!"sistem langsung mencium bibir Marie dan merasakan sensasi yang luar biasa, dadanya berdebar dengan kencang juga menikmati moment seperti ini.


Aku yang mendapat ciuman dari sistem hanya bisa pasrah, mau kabur pun percuma karena saat ini aku juga tidak tahu sedang ada di mana.


Sistem melepaskan panggutan yang dia salurkan dengan lembut pada Marie.


"Enak.. " ucap sistem membuat wajahku bersemu merah, dadaku juga berdegup sangat kencang mengikuti irama detak jantung sistem.


Sistem melanjutkan aksinya mencium bibir Marie lagi, kali ini dia m*lum*t bibir Marie, memainkan l*dah di dalamnya.


"Um.. " aku berusaha untuk mendorong dada sistem tetapi untuk kali ini tenaga dia lebih kuat daripada aku.


Sistem melepaskan ciumannya, wajah sistem sudah memerah karena menikmatinya. Sistem menyudahi aksinya sebelum dia memiliki niatan untuk menyetubuhi manusia di depannya.


"Tunggu!" sistem menyentuh bola besar yang ada di dada Marie.

__ADS_1


"Kyaa!!sistem cabul" Aku menampar pipi sistem dengan keras hingga bunyinya sampai keluar ruangan hotel.


"Kamu sudah merebut ciuman pertama ku, dan sekarang kamu ingin menodaiku?" ucapku dengan marah pada sistem.


Sistem akhirnya tersadar dari perilakunya"Marie ini tidak seperti yang kamu pikirkan!"ucap sistem untuk membujuk Marie agar tidak memarahinya.


"Lalu apa lagi yang mau kau jelaskan sistem cabul?!" tanyaku dengan jarak beberapa meter, karena aku sudah menjauh dari sistem agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Aku... sepertinya.. mencintaimu Marie" wajah sistem kembali meemrah saat mengungkapkan isi hatinya saat ini, pantas saja ada persaan asing yang tiba-tiba datang saat bersama Marie.


Awalnya sistem juga tidak pernah menyangka dia akan mencintai manusia terlebih lagi Marie adalah pemain dari permainan yang di ciptakan bosnya, tetapi kenyataannya sistem benar-benar mencintai Marie.


Aku tidak menyangka kalau sistem akan mengungkapkan perasaannya padaku, wajahku kembali bersemu merah tidak tahu harus menjawab apa karena begitu mendadak.


"Kamu.. tidak perlu menerimaku, agar tuanku tidak akan pernah tau jika aku mencintaimu" ucap sistem menunduk dengan perasaan sedih.


Mungkin jika sistem adalah manusia pada umumnya akankah aku menerima pernyataan perasaannya?sepertinya tidak juga, aku bingung harus menjawab apa tetapi di satu sisi entah mengapa aku sangat menantikan kesempatan ini akankah aku mempunyai perasaan yang sama dengan sistem?!


"Itu.. aku bingung harus menjawab apa" ucapku dengan jujur pada sistem.


"Kamu tidur di lantai?" tanyaku pada sistem yang sudah duduk bersiap untuk tidur.


"Tentu saja, malam ini kita tidur di hotel dulu besok kita bakal pulang bersama" ucap sistem lagi langsung merebahkan badannya di atas lantai.


"Sistem.. " ucapanku terhenti saat sistem sedang memperhatikanku untuk melanjutkan.


"Kenapa berhenti, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya sistem dengan serius pada Marie.


"Apa kamu akan di hukum jika.. aku menerimamu" jawabku lirih pada sistem.


Sistem berfikir sejenak, tuannya telah memperingati ku agar tidak berhubungan dengan manusia dengan dalam. Mungkinkah artinya adalah cinta? sungguh perasaan yang rumit dan tiba-tiba muncul tanpa aba-aba.


"Bisa jadi aku akan di hukum" ucap sistem sambil tersenyum pada Marie.

__ADS_1


Aku memukul pundak sistem"bagaimana kamu bisa mengatakan itu sambil tersenyum, apa kamu tidak takut jika di hukum?!"tanya ku pada sistem yang mengusap-usap pundak bekas pukulan ku.


"Aku... mau bagaimana lagi? aku tidak tahu harus melakukan apa pada perasaan ini"sistem memegang dadanya yang sedikit terasa sesak saat mengatakan hal itu.


Aku hanya bisa mengangguk, ada benarnya juga yang dikatakan sistem.


"Baiklah aku menerimamu" ucapku jujur, tentu saja bukan berarti aku menerima tanpa perasaan. Perasaan cinta ini juga sudah muncul di dalam hatiku.


Sistem menatap lekat wajah Marie, terlihat sangat serius tanpa sepengetahuan Marie sistem mendeteksi kebohongan pada ucapan Marie barusan. Ternyata Marie tidak berbicara bohong sistem tersenyum bahagia, entah kenapa tiba-tiba perasaan bahagia dan berbunga-bunga hibggap di dalam hatinya.


"Makasihh Marie" sistem memeluk Marie.


Aku bisa mendengar suara detak jantungnya, apakah aku boleh seperti ini? aku menjulurkan tangan dan membalas pelukan sistem.


Sistem tidak pernah menyangka Marie manusia dari zaman prasejarah ratu dimasa revolusi Prancis lalu di bawa ke masa depan, yang seharusnya dia sudah mati di masa lalu tetapi menjadi legenda perang. Manusia yang tidak bisa melawan takdir, tiba-tiba bisa membuat hatinya tertarik.


Sistem melepaskan pelukannya "Baiklah hari ini kita tidur, besok kita akan pulang" sistem membelai lembut rambut Marie.


"I.. iya baiklah, kamu.. jangan tidur di lantai tidurlah disampingku" Aku menepuk-nepuk samping kasur yang sedang aku dan sistem duduki.


Sistem mengangguk dan kembali memindahkan barang di lantai seperti keadaan semula.


Sistem tidur di samping Marie, sebelum mereka berdua menutup mata sistem mengambil inisiatif untuk mencium Marie kembali.


"Marie aku mau menciummu" ucap sistem terus terang pada Marie.


Aku mengangguk, ya dia sudah merebut ciuman pertamaku tidak ada salahnya kali ini mencium dengan izin dariku.


Sistem mendekatkan wajahnya ke wajah Marie lalu mencium dengan lembut, mengganti posisinya di atas Marie dia langsung ******* nya.


Tangannya sudah mulai meraba-raba tubuh Marie termasuk menangkap bola besar di dada Marie, sistem memijat bola itu dengan lembut hingga Marie mengeluarkan d*s*h*n kecil.


"Sistem...tidak boleh di.. luar batas.. " ucapku mengingatkan karena tubuhku tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Lanjutt?gaskenn..


__ADS_2