
"Baiklah apa hari ini mau ikut dengan ku keluar?" tanya sistem pada Marie.
"Kemana?"tanyaku penasaran karena tiba-tiba sekali baru bangun tidur mengajaknya keluar..
"Beli sarapan"jawab sistem tersenyum pada Marie.
Aku memang lapar, tapi tidak mungkin aku keluar dengan keadaan belum mandi.
"Baiklah tapi tunggu aku selesai mandi"
Aku langsung berlari kecil ke kamar mandi. Sistem hanya melihat Marie dengan sekilas lalu dia menyiapkan baju ganti untuk Marie karena kemarin hanya membeli 1 setel baju untuknya.
"Mungkin warna hijau toska ini sangat cocok dengannya" gumam sistem lalu kembali duduk di pinggiran kasur.
Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi, aku melihat sistem yang masih duduk di pinggiran kasur dan melihat baju yang sudah di siapkan olehnya.
"Kyaaa.. kamu, kenapa kamu masih di dalam kamar aku ingin pakai baju!" ucapku pada sistem.
Sistem berdiri dan menghampiri Marie dia semakin dekat dengan tubuh Marie.
Aku mundur selangkah demi selangkah saya sistem mulai mendekat ke arahku.
"Kamu.. mau apa kamu?!"
Hingga akhirnya tempat untuk mundur mentok di tembok sekitar kamar mandi, sistem merentangkan sebelah tangannya dan mendekatkan wajahnya hingga berjarak 3 cm.
"Apa kamu lupa yang aku katakan?" tanya sistem pada Marie.
"Apa, kamu.. sangat dekat.. " ucapku sambil memejamkan mata.
Sistem kembali menjauhkan wajahnya dari Marie, dia hanya tersenyum.
"Kamu lupa bahwa aku adalah sistem bagaimana aku bisa punya hawa nafsu terhadap manusia" jelasnya.
Aku yang mendengar perkataan sistem pun membuka mataku kembali dan melihat dia yang sudah menjauh dariku.Aku tersipu malu ketika aku memejamkan mata, aku mengira sistem akan menciumku.
"Ta..tapi.. " aku merasa kecewa di dalam hatiku, dengan cepat aku tersadar dan menampar pipiku.
'Apakah aku sudah gila, kenapa aku kecewa?'batinku
__ADS_1
Sistem melihat Marie yang tiba-tiba menampar dirinya sendiri pun panik, karena Marie menampar pipinya terlalu keras sehingga membuat luka pada dirinya sendiri.
"Marie?! apa yang kamu lakukan kenapa menyakiti dirimu sendiri" raut wajahnya sistem terlihat sedih saat mengatakan bahwa Marie menyakiti dirinya sendiri.
Aku kembali sadar dan melihat wajah sistem yang terlihat sedih juga khawatir, sesaat aku tercengang dengan ekspresi sistem yang tidak pernah aku lihat. Ternyata sistem juga bisa khawatir apakah dia di ciptakan mempunyai perasaan seperti manusia?
"Ah... maaf ini aku bisa membersihkannya sendiri, jangan sentuh darahku ini akan mengotori tanganmu" ucapku sambil memegang darahku yang keluar cukup banyak.
Aku langsung bergegas ke kamar mandi dan membersihkan semua darahku, bagiku ini hanyalah luka kecil jika di nilai dari pengalaman perangku dulu luka seperti ini bukanlah apa-apa.
Aku keluar dari kamar mandi dengan luka yang sudah bersih, sistem melihat ku keluar langsung menghampiri dan memberikan sebuah pil bulat yang harus aku minum.
"Ini obat?" tanyaku.
"iya ini obat untuk lukamu, sekali pakai akan bisa menyembuhkan lukamu" ucap sistem tersenyum tetapi di dalam raut wajahnya masih terlihat jelas kalau dia khawatir.
Aku tersenyum lalu menghampiri sistem, aku menciun pipi sistem sabagai bentuk ucapan Terima kasih.
"Terimakasih Sistem Ai" ucapku yang menyadari bahwa aku telah mencium pipinya aku langsung tersipu malu dan cepat-cepat ke dapur untuk mengambil air.
Sistem memegang pipinya yang barusan di cium oleh Marie dia sedikit terkejut dan tersipu karena mendapat perlakuan seperti itu. "Marie..kamu nakal" sistem tersenyum.
"Sistem obat yang kamu berikan sangat hebat" ucapku sambil keluar dari dalam dapur.
"Tentu saja itu obat khusus yang aku ambil untuk mu"
"Tuan kamu belom menyelesaikan tugas dariku waktunya hanya 3 hari kalau gagal hukuman akan di pilih secara acak" tegas sistem mengingatkan tugas pada Marie agar segera di kerjakan.
"Ah..baiklah-baiklah ayok kita keluar mencari sang nenek yang ingin menyebrang jalan" ajak ku pada sistem.
Sistem hanya mengangguk dan menggenggam jari-jari Marie.
"Tapi tidak akan mudah mencari nenek-nenek yang ingin menyebrang karena di zaman ini semuanya sudah serba canggih" ucap sistem langsung menarik Marie ahar bergegas keluar.
"Iya aku mengerti dunia ini sangat berbeda dengan dunia ku, benar-benar merepotkan mengenal dunia baru ini" aku yang sudah terbiasa bergandengan dengan sistem tidak mempermasalahkannya lagi, karena aku sudah menerima jika tanganku selalu di gandeng oleh sistem.
****
Aku melihat ke sekeliling, benar-benar ramai dengan barang yang berjalan(note:motor, mobil, sepeda).
__ADS_1
"Jangan lupa kita lihat di sebrang-sebrang sana siapa tau ada nenek yang ingin menyebrang kesini" ucap sistem memberikan petunjuk pada Marie.
"Baiklah" aku melihat semua orang yang lewat di sebrang jalan sana hingga 1 jam sama sekali tidak ada nenek-nenek yang ingin menyebrang.
"Ha.. apakah sesusah ini, aku kira ini akan menjadi tugas yang mudah" gerutuku dengan kesal karena aku sudah menunggu terlalu lama.
"Sabar lah, di dunia ini kamu akan di ajarkan untuk sabar" ucap sistem tersenyum sambil mengelus kepala Marie.
"Kamu berdiri terus selama 1 jam apakah tidak pegel kenapa tidak jongkok sepertiku?" tanyaku cukup heran, ku kira selain mempunyai perasaan seperti manusia kecuali nafsu sistem juga punya energi.
"Aku ini sistem tidak merasakan rasa lelah" ucapnya berbohong, padahal memang cukup melelahkan berdiri terus terlebih lagi energi yang ada di dalam tubuhnya terbatas seperti batrai jika habis maka ia tidak terus menemani Marie.
Aku hanya mengangguk faham dan kembali memperhatikan jalan, aku melihat sosok nenek yang sepertinya sangat kesusahan menyebrangi jalan yang ramai dengan benda bergerak.
"Aku menemukannya, aku akan membantunya sekarang juga!" ucapku kembali berdiri dan melihat kanan kiri untuk menyebrang jalan.
"Hati-hati Marie.. " sistem sedikit khawatir Marie tidak akan bisa menyebrang jalan.
rupanya sistem telah berfikir terlalu jauh, dengan lihainya ternyata dia bisa menyebrang jalan sendiri dan membantu nenek itu menyebrang.
"Terima kasih nak,udah bantu nenek nyebrang jalan" nenek tersebut tersenyum pada Marie.
"Sama-sama nenek" ucapku sedikit membungkuk memberikan rasa hormat pada orang tua.
"Baiklah nenek pulang dulu ya nak" ucap nenek kembali berjalan berlawanan arah dengan Marie.
"Iyah nenek hati-hati di jalan ya" aku melambaikan tangan dan membalas senyuman nenek tadi.
Setelah itu aku langsung kembali ketempat sistem dan aku menunggu sebelumnya.
"Akhirnya 1 nenek telah kamu bantu dan tersisa 1 lagi" sistem tersenyum saat melihat Marie sudah kembali.
"Iyah, kita tunggu lagi sampai 2 jam jika tidak ada lebih baik melihat besok lagi saja" ucapku yang sebenarnya sudah cukup lelah menunggu tapi aku berusaha untuk menyelesaikan tugas hari ini juga.
Bersambung...
ππππ
Lanjut?? gasken..
__ADS_1