Terima Kasih System!

Terima Kasih System!
46.Sponsor


__ADS_3

"Ah masa sih cuma asal pilih saja" ucap Gisella tidak percaya.


Aku hanya menepuk dahiku pelan"Buat apa aku bohong sell"


Tetapi tidak lama kemudian orang-orang berlari untuk berbaris,begitu pula aku dan Gisella mengikuti orang-orang yang berbaris sejajar.


"Selamat pagi Bos" ucap mereka semua serentak sambil menundukkan badan sedikit untuk memberi hormat.


Ternyata bosnya yang sebelumnya fobia setelah menjalani terapi sudah kembali seperti sedia kala.


"Kalian semua kembali bekerja!" bos tersebut sekilas melirik ke arah Marie tetapi hanya berselang beberapa detik dia kembali tidak peduli lagi dan melanjutkan langkah kakinya menuju ruangan.


Sutradara kemarin yang mengelola semua peran dan juga film trailer yang akan dibuat kembali menyuruh semuanya berganti pakaian untuk melanjutkan adegan sebelumnya.


Aku dan Gisella berjalan ke ruang ganti, setiap peran memiliki ruang ganti dan Makeover yang berbeda.


Aku melihat pakaian yang berbentuk biasa berwarna pink, seperti anak remaja pada umumnya yang memakai pakaian super lucu dan imut.


"Aku rasa, pakaiannya memang nyaman tapi aku sedikit tidak menyukai warnanya"gumamku sambil melihat wajahku sendiri di cermin.



Tetapi aku tidak berfikir panjang, aku bergegas keluar dari ruang ganti. Beberapa orang menatap Marie dengan tatapan kagum karena kecantikannya.


Banyak laki-laki yang kini terpesona dengan kecantikan Marie saat ini, kecantikan naturan dengan Makeupp tipis-tipis di wajahnya.


"Yaampun Marie kamu sangat cocok dengan pakaian itu" sutradara film juga merasa kagum karena pakaian warna apapun akan terlihat cocok dengan Marie yang berwajah anggun dan menawan.


Aku menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal "Haha terimakasih atas pujiannya sutradara"


"Itu bukan pujian tapi memang kenyataannya kamu cocok memakai baju warna apapun karena wajahmu juga sangat cantik" sutradara kembali mengkritik penampilan Marie yang sempurna.


Aku hanya bisa mengangguk dan menunggu pemeran lain selesai mengganti baju termasuk Gisella yang belum keluar dari ruang ganti.


Beberapa menit semua orang sudah mulai keluar secara bergantian, aku melihat Gisella keluar dengan wajah super manis dan lucuu.



Benar-benar penampilannya seperti anak remaja, aku sangat ingin mencubit pipi Gisella sekarang.

__ADS_1


"Gisella, kamuu.. imut sekaliii>.<" aku ingin menggapai pipi Gisella tetapi sebelum aku menyentuh pipinya dia sudah menghindar lebih cepat.


"Jangan sentuh pipiku" Gisella sengaja menggembungkan pipinya agar terlihat lebih lucu dan menggemaskan.


Aku yang melihat gisella seperti itu malah semakin menggemaskan, aku menarik Gisella lalu membekalnya kedalam pelukanku.


"Aku sudah tidak tahan, siapa suruh kamu menggembungkan pipimuu" aku menggerakkan tangan menuju pipi Gisella agar bisa mencubit nya.


"Kyaa.. Marie aku bukan anak kecil" Gisella tertawa ria saya tangan Marie sudah menyentuh kedua pipinya.


"Kamu memang bukan anak kecil tetapi kamu tidak kalah lucu seperti anak-anak" ucapku masih tidak ingin melepas cubitan ku din pipi Gisella.


Tetapi tiba-tiba seorang prian tampan datang menghampiri ku dan Gisella.



"Kalian masih bisa bermain-main di jam kerja?"


Aku dan Gisella menoleh saat mendengar suara berat seorang pria.


"B_bos?! " Gisella terbata saat melihat ekspresi bosnya yang menatap nya dan juga Marie dengan dingin.


Bos perusahaan hiburan hanya menggeleng-geleng kepala mendengar ucapan Marie yang terkesan sangat santai.


Sutradara yang melihat bos dan kedua pemeran dalam filmnya langsung menghampiri mereka.


"Halo bos ada perlu apa anda kemari?"tanya sutradara mencoba mencairkan suasana diri yang bagaikan es di Kutub Selatan.


"Aku kesini hanya ingin menepati janjiku, aku akan memberikan sponsor pada film yang akan kalian buat" jawab bos tersebut tanpa tersenyum.


Sutradara yang membuat film tentu saja sangat senang, karena sponsor dari bosnya kali ini akan berdampak besar bagi filmnya. Yang pastinya menambah minat dan larisnya film ini nanti.


"B_bos anda serius?" tanya sutradara masih tidak percaya.


"Memang di wajahku seperti berbohong padamu" bos tersebut menunjukkan wajahnya yang masih sama tanpa merubah ekspresi dinginnya.


Sutradara hanya mengangguk karena yang di lihatnya hanya ekspresi dingin seperti di Kutub Selatan. Tidak ada ekspresi kebohongan yang tercetak jelas di wajah bos muda dan tampannya saat ini.


"Tidak bos, Terima kasih banyak bos" sutradara sedikit menunduk memberi hormat, bos perusahaan hanya mengangguk lalu membalikkan badan untuk kembali ke dalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


Aku dan Gisella masih terdiam memperhatikan bos tersebut hingga benar-benar menghilang di telan oleh ruang kerjanya.


"Ini semua adalah berkat kalian semua, terutama kamu Marie aktingmu sangat luar biasa walau sempat membuat bos kembali kumat tetapi syukurlah masih berdampak baik untuk kita" jelas sutra dara panjang lebar sambil memegang tangan Marie.


Aku hanya terkekeh kecil tidak bisa berkata-kata lagi. Aku juga bisa berakting bagus karena bantuan barang sistem shop.


Tidak mungkin kan aku akan bilang ini semua berkat bantuan dari sistem.


Aku hanya menghela nafas, dan semua nya kembali untuk bekerja termasuk aku yang akan memulai adegan selanjutnya.


*Adegan Selanjutnya*


Felicia sedang duduk sendiri di taman tidak memoedulikan orang-orna


g yang lewat sama sekali tidak terkesan dengan siapapun hanya ingin sendiri, hingga seorang gadis cantik dan manis datang menghampiri Felicia.


Felicia sangat tidak suka dengan tampang gadis sok imut dan sok polos tersebut, membuat semua orang menoleh ke arahku dan dia.


"Halo kenapa kamu sendirian ajah kamu gak main?" tanya gadis yang tidak di kenal.


"Tidak aku tidak ingin bermain" ucap Felicia dengan ekspresi dingin.


"Loh kenapa? apa kamu gak punya teman main atau mau main bersamaku?" tanya gadis itu lagi.


"Tidak kamu saja yang main aku tidak ingin main" Felicia tidak ingin membuat keributan di tempat terbuka sehingga dia berdiri dan berlalu begitu saja tanpa mengucapkan perpisahan pada gadis imut tersebut.


Gadis imut itu mengejar Felicia dan memegang tangannya"Aku akan mengajakmu main jadi jangan pergi"ucap gadis itu saat sudah kembali berada di dekat Felicia.


Felicia merasa jengkel hingga refleks menghempas kan anak gadis itu ke tanah.


"Kalau aku bilang tidak mau ya tidak mau pergi sana!" Felicia kembali berjalan tanpa mempedulikan anak itu lagi, dia meninggalkannya dengan buru-buru sebelum menarik perhatian orang-orang sekitar.


Tetapi gadis manis itu tidak menangis dia malah tersenyum dan tidak akan menyerah untuk menaklukan hati Felicia yang sedingin es. Dia berharap besok akan bertemu kembali dengannya.


"KK tunggu saja aku pasti akan bermain denganmu" gadis tersebut berdiri sambil membersihkan tanah yang menempel di bajunya.


☺☺☺☺☺


Lanjut?? gasken..

__ADS_1


Sekarang kayanya aku bakal up 1 eps ya guys karena author juga sibuk di sini maaf yaa


__ADS_2